Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Green Experience Partner, Cara Beauty Brand Gelar Event Berkelanjutan
Popmama.com/Syabita Salma

  • Edukasi keberlanjutan lewat aktivitas interaktif

  • Mengubah limbah jadi produk bernilai guna

  • Solusi bebas sampah untuk event berkelanjutan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Green Experience Partner resmi diluncurkan oleh Liberty Society dan Lindungi Hutan pada Jumat (29/08/2025) di kawasan Jakarta Selatan.

Inovasi ini mengusung konsep event berkelanjutan, dimana sampah tidak hanya dikurangi tetapi juga diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Lewat pendekatan kreatif seperti workshop daur ulang, Liberty Society mengajak brand, termasuk yang bergerak di bidang kecantikan, untuk ikut serta menghadirkan acara yang lebih ramah lingkungan.

Dalam peluncuran kali ini, Liberty Society juga menggandeng Roemah Koffie untuk memperkenalkan daur ulang limbah kopi menjadi produk bernilai guna, seperti pembuatan body scrub dari limbah kopi.

Semua rangkaian kegiatan ini dirancang agar keberlanjutan terasa dekat dengan audiens, baik internal karyawan maupun publik yang lebih luas. Inilah mengapa Green Experience Partner disebut sebagai cara beauty brand gelar event berkelanjutan.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya yang telah Popmama.com rangkumkan untuk Mama!

1. Edukasi keberlanjutan lewat aktivitas interaktif

Popmama.com/Syabita Salma/Ai

Seringkali event suatu beauty brand hanya berfokus pada kemeriahan dan hiburan saja. Namun, lewat program Green Experience Partner, setiap peserta atau pengunjung dapat terlibat langsung dalam aktivitas berkelanjutan.

Misalnya, pengunjung beauty brand event diajak membuat barang baru dari limbah plastik atau tekstil yang sebelumnya hanya dianggap sampah. Aktivitas ini membuat konsep keberlanjutan lebih mudah dipahami karena langsung dipraktikkan.

Menurut Tamara Gondo, Founder Liberty Society, pendekatan ini penting agar perusahaan tidak hanya tampak meriah saat mengadakan acara, tetapi juga memberi dampak nyata.

“Kami melihat banyak sekali sampah yang dihasilkan dari event di Indonesia, dan sayangnya sebagian besar berakhir di TPA,” jelasnya.

Dengan adanya aktivitas seperti workshop interaktif, peserta bisa pulang membawa keterampilan baru yang aplikatif. Hal ini membuktikan bahwa event suatu beauty brand dapat terlaksana dengan mendukung program berkelanjutan ini.

2. Mengubah limbah jadi produk bernilai guna

Popmama.com/Syabita Salma

Salah satu highlight dalam acara ini adalah workshop mendaur ulang limbah menjadi produk nilai guna. Contohnya, limbah kopi dari Roemah Koffie diolah menjadi produk kreatif seperti scrub alami atau bahan campuran kompos.

Dari sini, Mama bisa melihat bagaimana sesuatu yang awalnya dianggap tidak berguna ternyata punya nilai besar.

Kegiatan semacam ini memberi inspirasi bahwa brand kecantikan pun bisa mengambil langkah serupa, seperti mengolah limbah packaging agar memiliki nilai guna tersendiri.

Dengan begitu, konsumen tidak hanya melihat brand sebagai produsen produk, tetapi juga agen perubahan lingkungan.

Praktik ini sejalan dengan prinsip upcycling, yaitu memanfaatkan kembali limbah untuk produk yang lebih bernilai, bukan sekadar recycling atau daur ulang biasa.

Dari sudut pandang perusahaan, inisiatif ini bisa memperkuat citra brand sekaligus menjawab isu keberlanjutan yang kini jadi perhatian global.

3. Solusi bebas sampah untuk event berkelanjutan

Freepik/teksomolika

Umumnya jika beauty brand menggelar acara dengan dekorasi besar-besaran yang penuh balon, plastik, dan kemasan sekali pakai, hasilnya tentu sampah menumpuk.

Sampah dari acara besar seringkali tidak terkelola dengan baik, Ma. Faktanya, satu event dengan 5.000 pengunjung bisa menghasilkan sampah sebanyak 4 meter kubik atau setara dengan 4.000 liter.

Green Experience Partner menawarkan solusi agar sampah dari acara tidak lagi berakhir di TPA. Program ini dijalankan dengan bekerja sama bersama Rekosistem, yaitu mitra pengelolaan limbah berkelanjutan.

Mereka memastikan sampah dipilah, didaur ulang, dan dikelola dengan bertanggung jawab. Selain itu, vendor acara pun diarahkan untuk menggunakan material ramah lingkungan, termasuk catering yang tidak memakai kemasan sekali pakai.

Jika beauty brand mengadakan gathering atau launching produk, acara tersebut bisa berjalan meriah namun tetap ramah lingkungan. Dengan begitu, konsumen pun melihat bahwa brand tidak hanya bicara soal kecantikan tubuh, tetapi juga kecantikan bumi dan lingkungan.

4. Net zero carbon lewat penanaman pohon

Freepik/jcomp

Selain urusan sampah, ada juga target besar menuju net zero carbon. Istilah ini berarti kondisi ketika jumlah emisi karbon yang dikeluarkan setara dengan jumlah karbon yang diserap kembali oleh alam.

Untuk mencapainya, setiap event yang digelar melalui Green Experience Partner disertai kegiatan penanaman pohon bersama Lindungi Hutan.

Dengan begitu, perusahaan tidak hanya sekadar menebus emisi, namun benar-benar berkontribusi pada pemulihan lingkungan. Hal ini memberi nilai tambah yang kuat untuk brand kecantikan yang ingin membangun brand image mereka sebagai brand yang peduli lingkungan.

5. Memberdayakan perempuan lewat program daur ulang

dok. Liberty Society

Kelebihan dari Liberty Society adalah tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial. Dari setiap penjualan produk B2B atau Business to Business, 10% hasilnya disalurkan untuk pelatihan dan pemberdayaan perempuan serta komunitas marginal.

Workshop daur ulang yang digelar dalam event pun menjadi sarana belajar sekaligus kesempatan membuka lapangan kerja baru. Perempuan prasejahtera dilatih untuk bisa mengolah limbah menjadi produk bernilai, sehingga mereka punya keterampilan tambahan.

Program ini terbukti telah melatih ratusan perempuan dan mendaur ulang puluhan ton sampah. Jadi, acara suatu brand atau korporat tidak hanya sekadar berlangsung satu hari, namun dampaknya bisa terus hidup dalam masyarakat.

Program Green Experience Partner dapat menjadi inovasi cara beauty brand gelar event berkelanjutan, sekaligus bukti bahwa prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara nyata lewat event yang diselenggarakan.

Dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga pemberdayaan perempuan, semua dirancang agar dampaknya terasa langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui Green Experience Partner, beauty brand dapat memastikan bahwa setiap event tidak hanya sekadar meriah dalam satu waktu, namun juga bermakna dan bertanggung jawab untuk lingkungan.

Editorial Team