Kenali Tren Busana untuk Perubahan Musim Mendatang

Tren musim mendatang mengajak eksplorasi layering, tekstur lebih tebal, outerwear, dan boots, sambil tetap menyesuaikan pilihan busana dengan cuaca Indonesia yang hangat serta tak menentu.
Gaya utama mencakup glamor Art Deco dengan beludru dan metalik, gothic romance bernuansa gelap, serta tabrak warna berani seperti merah, biru, ungu, mustard, dan pink.
Aksesori dasi, motif kotak-kotak, serta windbreaker retro menjadi opsi praktis untuk menciptakan tampilan preppy, terstruktur, atau sporty tanpa mengenakan pakaian berat.
Perubahan musim sangat memengaruhi gaya fesyen, dan ini saatnya untuk mengeksplorasi lebih jauh cara berbusana. Seiring udara yang mulai mendingin, pilihan pakaian pun beralih dari lapisan tipis ke tekstur yang lebih tebal. Contoh, outerwear yang mencuri perhatian, serta sepatu boots yang membuat kegiatan berpakaian kembali terasa menyenangkan.
Setelah berbulan-bulan menyesuaikan gaya dengan cuaca panas, musim baru ini menghadirkan kesempatan untuk bereksperimen dengan teknik layering, padu-padan yang lebih berani, dan gaya yang tidak melulu harus mengutamakan kepraktisan.
Semangat kebebasan berekspresi ini hadir dalam beragam bentuk. Tren utama musim mendatang mencakup segalanya, mulai dari nuansa romantis gotik ala penyihir dan gaya preppy yang rapi, hingga bahan beludru mewah, kombinasi warna tak terduga, busana malam bernuansa Art Deco, dan detail jubah yang dramatis.
Berikut, Popmama.com ajak kamu kenali tren busana untuk perubahan musim mendatang.
Table of Content
1. Artsy

Instagram.com/darjabarannik Siapa bilang tampil memukau harus menunggu cuaca dingin? Di tengah hangatnya malam bulan September di Indonesia, kebangkitan gaya Art Deco menawarkan cara glamor untuk tampil menonjol tanpa perlu mengenakan busana berlapis yang berat.
Tren yang terlihat di panggung peragaan busana Musim Gugur 2026 mulai dari Rabanne hingga Chanel, ini menghadirkan kembali siluet panjang dan ramping, aksen rumbai sutra dan tassel, sentuhan metalik, serta perhiasan yang mencolok.
Penggunaan bahan mewah seperti beludru dan renda turut memberikan nuansa glamor ala Hollywood klasik. Sementara gaya yang luwes dan terinspirasi dari kaftan tetap menghadirkan kesan santai namun elegan.
Untuk gaya yang praktis, padukan busana berbahan ringan dengan tas statement, misalnya berhiaskan batu permata, perhiasan yang berani, atau sentuhan kilau metalik. Mama pun tidak perlu menunggu acara formal untuk tampil seperti ini; sedikit sentuhan glamor ala era Gatsby dapat membuat suasana malam apa pun terasa lebih istimewa.
2. Gothic romance

Instagram.com/allanface Pergantian musim menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi sisi yang lebih gelap. Di musim mendatang, nuansa yang dihadirkan bukan lagi sosok pahlawan wanita yang romantis, melainkan penyihir masa kini.
Tren gothic romance kini tampil lebih memikat dan magis—terlebih dengan kabar akan hadirnya sekuel film Practical Magic 2 — serta sentuhan feminin yang lebih gelap dan dramatis dari para desainer seperti Simone Rocha, Pauline Dujancourt, dan Saint Laurent di panggung peragaan busana Musim Gugur 2026.
Meski estetika ala penyihir sudah menjadi favorit klasik di musim yang lebih dingin, musim ini tampilannya diperbarui dengan gaya yang lebih elegan dan modern. Bayangkan paduan lapisan renda hitam, sepatu pumps berujung lancip, sepatu boot bertali, serta gaun bermotif bunga dengan nuansa kelam yang mengusung gaya era 90-an tanpa terkesan seperti kostum. Hasil akhirnya adalah tampilan yang gelap, romantis, dan menyimpan aura misterius yang pas.
3. Color effect

the-atlantic-pacific.com Saat berpakaian di tengah cuaca hangat Indonesia, warna bisa melakukan lebih dari sekadar mempercantik penampilan — warna bisa menjadi daya tarik utamanya. Musim ini, daripada terpaku pada padu-padan warna yang serasi sempurna, dunia mode justru merangkul kombinasi warna tak terduga yang terasa berani, jenaka, dan penuh karakter.
Warna ungu pekat, merah tomat, teal yang dramatis, pink antik, dan berbagai warna mencolok lainnya kini berpadu dengan cara yang mengejutkan.
Bayangkan warna merah menyala yang dipadukan dengan beragam nuansa biru, ungu terong pekat yang diseimbangkan dengan kuning mustard, atau warna burgundy elegan yang dipadukan dengan biru muda dan merah muda lembut.
Tren tabrak warna tak terduga yang terlihat pada gaya jalanan maupun penampilan para selebritas ini membuktikan bahwa terkadang, padu-padan busana yang paling menarik justru adalah yang tidak terlihat terlalu serasi sempurna.
4. Aksesori pemanis busana

pinterest.com/liviafcostapins Saat pilihan busana sehari-hari mulai terasa monoton, aksesori sederhana bisa memberikan perubahan besar. Di sinilah peran dasi. Dulu identik dengan seragam sekolah atau pakaian kantor formal, kini dasi klasik tampil dengan sentuhan baru yang lebih modis.
Mengingat cuaca Indonesia yang hangat dan tak menentu, Mama bisa melewatkan gaya layering dan memadukan dasi ramping dengan kemeja rapi serta celana panjang untuk tampilan elegan, Mengenakan atasan secara longgar di atas kaus maupun kemeja berbahan ringan untuk kesan santai.
Koleksi klasik dari Polo Ralph Lauren dan Vivienne Westwood menawarkan gaya preppy yang tak lekang oleh waktu, sementara Chan Luu dan The Frankie Shop menghadirkan nuansa kontemporer pada aksesori busana pria ini. Kalau kamu kurang cocok dengan gaya preppy atau formal ala kantoran? Cobalah gaya yang lebih menonjolkan karakter diri—seperti penggunaan motif mencolok, warna tak terduga, atau detail unik—untuk memberikan sentuhan modis bahkan pada busana kasual sekalipun.
5. Pola kotak-kotak

chicpursuit.com Saat cuaca terasa terlalu hangat untuk mengenakan pakaian berlapis yang tebal namun kamu tetap ingin tampil rapi dan modis, motif klasik bisa menjadi solusinya. Musim ini, motif kotak-kotak (check/plaid) menjadi tren yang patut diperhatikan. Motif ini menawarkan cara mudah untuk memberikan kesan terstruktur dan karakter unik pada penampilan sehari-hari tanpa perlu mengandalkan busana yang tebal atau berat.
Dalam peragaan busana musim gugur 2026, motif kotak-kotak yang mencolok terlihat pada berbagai jenis pakaian, mulai dari outerwear berpotongan tegas dan rok feminin hingga setelan jas yang rapi. Untuk cuaca Indonesia yang cenderung hangat dan kering, tren ini dapat diadaptasi ke dalam pilihan busana yang lebih ringan dan nyaman dikenakan, seperti kemeja, rok, celana panjang, atau gaun bermotif kotak-kotak.
Rumah mode seperti Chloé dan Celine juga menunjukkan betapa serbagunanya motif ini. Blazer kotak-kotak berpotongan tegas memberikan kesan rapi dan bergaya preppy, sementara gaun maxi yang menjuntai memberikan nuansa yang lebih lembut dan ceria pada motif tersebut. Baik Mama lebih menyukai tampilan formal yang terstruktur maupun gaya yang lebih santai, motif kotak-kotak memberikan keleluasaan bagi kamu untuk mengkreasikan tren ini sesuai selera pribadi.
6. Sporty

sewmamasew.com Mengingat cuaca Indonesia yang tak menentu, jaket ringan bisa menjadi pilihan yang praktis sekaligus modis. Salah satunya adalah windbreaker bergaya retro — item klasik penuh nuansa nostalgia yang kini kembali menjadi sorotan dunia mode.
Sempat terlihat dalam gaya street-style di Copenhagen Fashion Week, outerwear bernuansa sporty ini tampil dengan sentuhan gaya Y2K saat dipadukan dengan celana capri.
Berbagai label fashion lainnya juga menyediakan gaya yang rapi dan elegan lewat windbreaker mereka. Mudah dipadukan dalam gaya layering dan simpel untuk dikenakan, jaket ini menjadi alternatif santai pengganti jaket yang lebih berat — sekaligus pilihan praktis untuk menghadapi cuaca hujan yang tak menentu.
Itu dia, kenali tren busana untuk perubahan musim mendatang. Kira-kira gaya yang mau kamu coba dulu, yang mana nih, Ma?






















