Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Ikuti Tren Busana Kortisol, Berikan Kenyaman Ketika Berpakaian

Cara Ikuti Tren Busana Kortisol, Berikan Kenyaman Ketika Berpakaian
Instagram.com/bailafauri, shopatvelvet, cvseev, Pinterest.com/olivia_aestheticfits
Intinya Sih
  • Tren 'Cortisol Closet' muncul sebagai respons terhadap stres dan burnout, menekankan busana yang memberi rasa tenang melalui warna lembut, bahan ringan, dan siluet santai.
  • Konsep ini membedakan antara high cortisol outfit yang kaku dan berorientasi performa dengan low cortisol outfit yang fokus pada kenyamanan emosional serta kebebasan bergerak.
  • Warna-warna seperti kuning mentega, biru pucat, beige oatmeal, abu-abu pudar, merah muda lembut, dan hijau membumi menjadi palet utama untuk menciptakan tampilan tenang dan seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah rutinitas yang semakin padat, overstimulation, dan burnout yang terus menghantui, banyak orang mulai mencari cara untuk memperlambat ritme hidup dan menemukan rasa tenang. Salah satu cara yang khas Gen Z adalah lewat fashion. 

Fashion saat ini tak lagi sekadar soal tampil modis, tetapi juga tentang bagaimana pakaian bisa memengaruhi suasana hati saat dikenakan. Pilihan busana pun mulai mengarah pada sesuatu yang terasa lebih personal dan comforting, lewat warna-warna lembut serta siluet simpel yang memberi kesan tenang tanpa terlihat berlebihan.

Menurut Dr. Gail Saltz, Profesor Klinis Psikiatri yang fokus pada stres dan kecemasan, ada faktor psikologis di balik perubahan ini. Ia menjelaskan bahwa seseorang yang merasa terstrimulasi berlebih cenderung tertarik pada warna-warna muted karena mampu memberikan efek menenangkan. 

Dari sinilah lahir istilah “Cortisol Closet,” yaitu konsep pakaian dengan palet warna lembut yang dirancang untuk menghadirkan rasa nyaman secara emosional. Jika fashion selama ini menjadi medium untuk menunjukkan kepribadian, Cortisol Closet hadir sebagai cara baru untuk mengekspresikan ketenangan diri. 

Berikut, Popmama.com bagikan cara ikuti tren busana kortisol, menghadirkan energi yang lebih tenang lewat gaya dan warna berpakaian sehari-hari.

Table of Content

1. High cortisol VS low cortisol outfit

1. High cortisol VS low cortisol outfit

cortisol outfit (7).png
Tiktok.com/@vintagewknd

High cortisol outfit mencerminkan pola pikir mode yang selalu dalam "mode beraksi." Ditandai dengan potongan yang rapi, siluet yang ketat, dan sepatu hak tinggi yang menuntut usaha, penampilan ini sering memproyeksikan tekanan, ambisi, dan kebutuhan untuk terus berkinerja. 

Berakar pada konsep kognisi berpakaian, estetika ini menunjukkan bahwa apa yang kita kenakan dapat membentuk perasaan kita–di mana pakaian yang membatasi dan terstruktur dapat memperkuat rasa tegang dan urgensi, memprioritaskan penampilan yang rapi daripada kenyamanan.

Sebaliknya, low cortisol outfit terasa seperti kenyamanan secara visual. Didefinisikan oleh siluet yang santai, kain yang ringan seperti linen, dan pakaian yang memungkinkan tubuh bergerak bebas, estetika ini berpusat pada kemudahan dan kenyamanan emosional. Fokus pada tekstur lembut dan bahan yang bernapas dapat membantu menciptakan rasa tenang, mengurangi efek fisik dari stres sehari-hari dan mengubah pakaian menjadi bentuk perawatan diri yang halus. Daripada berpakaian untuk kinerja yang konstan, pendekatan ini merangkul keseimbangan, membuktikan bahwa merasa tenang sama bergayanya dengan terlihat rapi.

2. Kuning mentega

cortisol outfit (1).png
Instagram.com/goldenglobes, bailafauri

Kuning mentega jadi salah satu warna untuk menciptkan cortisol outfitmu. Warna kuning mentega terus mempertahankan posisinya di sorotan mode berkat daya tariknya yang lembut dan hangat, tetapi musim ini warna tersebut hadir dalam bentuk yang lebih lembut lagi. Beralih ke nuansa krem ​​mentega yang lembut, warna ini terasa optimis secara tenang daripada terlalu berani atau mencari perhatian. 

Baik di panggung peragaan busana maupun karpet merah, tren ini masih tetap dipertahankan–seperti penampilan Emma Stone dan Baila dengan setelan dua potong elegan dari Louis Vuitton di ajang Golden Globe Awards tahun ini.

Dari gaun slip sutra hingga rajutan yang nyaman dan pakaian luar yang ringan, warna ini muncul dalam berbagai busana yang terasa nyaman seperti tampilannya.

3. Biru pucat

cortisol outfit (2).png
Instagram.com/_imanirandolph, womanandhome.com

Biru pucat jadi warna yang lebih menenangkan, apabila kamu masih belum berani mengenakan warna kuning mentega yang terang. Ini adalah padanan busana dari kepribadian "tenang, kalem, dan terkendali" hadir, tenang, dan tidak pernah berusaha terlalu keras.

Musim ini, warna biru condong ke rona yang lembut dan seperti bedak yang tidak menarik perhatian. Warna ini dengan lembut mengubah suasana sebuah pakaian. Menurut Dr. Saltz, warna-warna yang terkendali ini lebih dari sekadar pilihan visual, warna-warna ini sengaja dibuat halus untuk membantu menumbuhkan rasa keseimbangan emosional dan ketenangan batin.

4. Beige oatmeal

cortisol outfit (4).png
Instagram.com/alyssadaguise, by.valenciaver

Jika cortisol outfit memiliki warna khas, mungkin itu adalah beige lembut. Berada di antara warna oat dan krem, warna netral yang sederhana ini terasa tenang, bersih, dan elegan tanpa usaha. Alih-alih terlihat polos, palet warna netral hangat musim ini menghadirkan rasa nyaman di antara warna-warna yang lebih mencolok dan berfokus pada tren–hampir seperti penyegaran visual.

Keindahan warna-warna ini terletak pada keserbagunaannya. Warna netral hangat sangat cocok untuk pakaian terpisah yang rapi, setelan linen yang ringan, dan layering monokrom yang terasa elegan tanpa perlu berusaha terlalu keras.

Bayangkan pakaian luar yang santai, gaun sederhana, dan rajutan nyaman yang menciptakan tampilan sederhana namun elegan dengan usaha minimal.

5. Abu-abu pudar

celeb outfits summer (2).png
vogue.com, Instagram.com/cvseev

Abu-abu pudar cocok untuk kamu yang secara naluriah memilih pakaian serba hitam. Kali ini, abu-abu pudar mungkin menjadi alternatif yang lebih lembut untuk dicoba. Warna ini memiliki daya tarik yang sama, yaitu elegan dan effortless, tetapi terasa lebih ringan dan lebih nyaman untuk musim ini.

Warna ini mulai menarik perhatian setelah Sarah Pidgeon tampil di Pesta Oscar tahun ini dengan gaun Calvin Klein abu-abu yang lembut dan terasa sederhana namun elegan. Dibandingkan dengan warna abu-abu gelap, abu-abu pudar menawarkan netralitas yang lebih tenang dan santai tanpa terasa terlalu berat atau suram. 

Efeknya warna ini allah bersih dan tenang, sehingga sangat cocok untuk busana musim semi–bayangkan blazer yang sedikit kebesaran, rajutan lembut, dan pakaian terpisah yang dirancang dengan warna abu-abu lembut.

6. Merah muda lembut

cortisol outfit.png
whowhatwear.com, Instagram.com/lucywilliams02

Palet merah muda ini menjauh dari warna-warna berani dan sangat jenuh, dan lebih condong ke warna-warna yang lebih lembut dan kalem seperti merah muda pucat, lotus, dan rona mawar yang halus. Warna-warna ringan ini terasa feminin dengan cara yang halus dan tanpa usaha–romantis dan sedikit unik tanpa menjadi terlalu manis. 

Dari peragaan busana Musim Semi/Panas Chanel dan Stella McCartney hingga gaya kasual Zoë Kravitz dan Alexa Chung, merah muda lembut telah muncul di mana-mana. Warna ini terasa sangat modern ketika dipadukan dengan kain yang ringan dan siluet yang santai, dari kemeja berkancing longgar dan lapisan tipis hingga gaun yang mengalir dan mudah dikenakan.

7. Hijau membumi

cortisol outfit (3).png
Pinterest.com/olivia_aestheticfits, Instagram.com/_imanirandolph

Coba pertimbangkan deh, warna hijau membumi yang terinspirasi dari alam ini. Dengan mengambil inspirasi dari palet organik sage, lumut, dan zaitun pucat, warna-warna ini tidak hanya terlihat bagus–tetapi juga membantu menumbuhkan rasa istirahat dan pemulihan. Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Saltz, warna-warna tanah ini secara ilmiah dikaitkan dengan keadaan pikiran yang lebih menenangkan dan stabil, menawarkan kesegaran gaya berpakaian yang terasa membangkitkan semangat namun tetap bersahaja.

Rahasia untuk menguasai tren ini adalah penataan warna berlapis, yang memungkinkan berbagai nuansa hijau berfungsi hampir sebagai warna netral yang elegan. Ambil inspirasi dari berbagai fashion influencer maupun peragaan busana dengan mencampur berbagai warna lembut untuk menciptakan kedalaman dan tekstur. Untuk menjaga tampilan tetap rapi, padukan dengan kontras lembut yang tak terduga–seperti sedikit warna kuning mentega–untuk hasil akhir yang seimbang sekaligus elegan.

Itulah, cara ikuti tren busana kortisol. Sedikit tips, pastikan kamu mengenakan warna-warna yang sesuai dengan skintone, agar tampak lebih menawan dan menarik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More