Ketertarikan terhadap stimulasi otot wajah juga didukung oleh sejumlah penelitian yang mengeksplorasi potensinya dalam perawatan estetika.
Salah satu studi terkontrol terhadap 108 perempuan yang dipublikasikan di PubMed melaporkan bahwa stimulasi otot wajah selama 12 minggu dikaitkan dengan peningkatan ketebalan otot zygomaticus major sebesar 18,6 persen. Otot ini berada di area pipi dan berperan dalam gerakan tersenyum. Studi tersebut juga melaporkan perbaikan pada aspek kekencangan, tonus, dan pengangkatan wajah yang dinilai dalam penelitian.
Penelitian lain yang melibatkan perempuan Asia turut melaporkan perubahan pada sejumlah parameter, termasuk elastisitas kulit, kerutan, kulit kendur, garis senyum, dan kontur rahang setelah delapan minggu stimulasi otot wajah.
Meski hasil penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai potensi stimulasi otot wajah, penting untuk memahami bahwa studi-studi itu menggunakan protokol dan perangkat tertentu. Hasilnya tidak dapat langsung dijadikan bukti efektivitas WonderFace secara spesifik.
Pada akhirnya, perawatan anti-aging perlu dipahami sebagai pendekatan yang menyeluruh. Kondisi kulit, struktur wajah, kebiasaan sehari-hari, serta kebutuhan setiap individu dapat berbeda sehingga hasil perawatan pun tidak selalu sama.
Melalui pendekatan muscle care, WonderFace mengajak masyarakat melihat kecantikan dari perspektif yang lebih luas, tidak hanya dari tekstur kulit, tetapi juga struktur yang berperan dalam membentuk wajah.
Sebelum memilih perawatan estetika, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat memahami pilihan yang tersedia, manfaat yang diharapkan, serta risiko dan keterbatasannya.
Muscle is the new beauty.