Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Memilih Parfum yang Sesuai dengan Karakter dan Aktivitas
Ilustrasi semprot parfum (magnific.com/prostooleh)
  • Memilih parfum dapat dimulai dengan mengenali karakter diri dan kesan yang ingin ditampilkan.

  • Aroma parfum sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas serta diamati perkembangannya dari top hingga base notes.

  • Mencoba parfum langsung membantu menemukan aroma yang nyaman dan sesuai dengan preferensi pribadi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Parfum bukan hanya pelengkap penampilan, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mengekspresikan diri. Ada yang menyukai aroma segar untuk menemani aktivitas sehari-hari, ada pula yang lebih nyaman dengan wangi floral yang lembut dan feminin.

Namun, memilih parfum terkadang bisa membingungkan karena banyaknya pilihan aroma yang tersedia. Belum lagi, wangi yang terasa menyenangkan saat dicoba di toko belum tentu menjadi favorit setelah digunakan sepanjang hari.

Supaya tidak salah pilih, berikut Popmama.com ulas beberapa hal yang bisa Mama pertimbangkan sebelum membeli parfum. Mulai dari mengenali karakter diri hingga menyesuaikan aroma dengan aktivitas, berikut tipsnya!

1. Kenali karakter diri sebelum memilih aroma

ilustrasi menyemprotkan parfum pada pakaian (pexels.com/Tarek Shahin)

Langkah pertama, coba kenali karakter dan kesan yang ingin Mama tampilkan melalui parfum. Apakah Mama lebih menyukai aroma yang berani dan menonjol, atau justru wangi lembut yang memberikan kesan manis dan romantis?

Pilihan aroma bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan preferensi tersebut. Mama yang menyukai karakter bold dapat mempertimbangkan parfum dengan sentuhan woody atau spicy, sedangkan pencinta aroma feminin bisa mencoba perpaduan floral yang lembut.

Meski begitu, tidak ada aturan baku dalam memilih parfum. Mama tetap bisa bereksperimen dengan berbagai aroma untuk menemukan wangi yang paling nyaman dan terasa personal.

2. Sesuaikan parfum dengan aktivitas sehari-hari

Mencoba parfum langsung pada kulit dapat membantu mengetahui aroma yang sebenarnya. (Cottonbro Studio/Pexels)

Selain karakter diri, aktivitas juga bisa menjadi pertimbangan saat memilih parfum. Untuk menemani kegiatan sehari-hari, Mama bisa mencoba aroma segar yang terasa ringan dan nyaman digunakan.

Sementara itu, untuk menghadiri acara spesial atau makan malam, Mama mungkin ingin mencoba aroma yang lebih kaya dengan sentuhan floral, woody, atau musky.

Perlu diingat, kenyamanan setiap orang terhadap aroma bisa berbeda. Karena itu, sebaiknya coba parfum secara langsung dan rasakan perkembangannya di kulit sebelum memutuskan untuk membeli.

3. Pahami karakter aroma dari top, middle, hingga base notes

ilustrasi wanita memakai parfum (magnific.com/freepic.diller)

Pernah merasa parfum yang baru disemprotkan memiliki wangi berbeda setelah beberapa jam? Hal ini berkaitan dengan perkembangan aroma parfum yang umumnya dijelaskan melalui tiga lapisan, yaitu top notes, middle notes, dan base notes.

Top notes merupakan aroma yang tercium pada awal pemakaian. Setelah itu, middle notes mulai berkembang dan menjadi bagian penting dari karakter parfum. Sementara itu, base notes memberikan kesan akhir yang muncul seiring perkembangan aroma.

Memahami ketiga lapisan tersebut bisa membantu Mama mengenali parfum dengan lebih baik. Jadi, jangan hanya menilai parfum dari semprotan pertama. Beri waktu agar aromanya berkembang sebelum menentukan apakah wanginya benar-benar cocok.

4. Pilih aroma yang mencerminkan sisi diri Mama

Dok. SAFF & Co.

Menariknya, satu orang bisa memiliki beragam sisi kepribadian. Ada kalanya Mama ingin tampil percaya diri dan berani, tetapi di kesempatan lain ingin menghadirkan kesan lembut dan romantis.

Konsep ini juga diangkat oleh SAFF & Co. melalui dua koleksi Extrait de Parfum terbarunya, ALENCINE dan MECHLINE. Keduanya diperkenalkan sebagai representasi karakter perempuan yang berbeda, tetapi tetap dapat saling melengkapi.

ALENCINE menghadirkan perpaduan aroma cypress, daun pinus, dan baie rose pada awalnya, diikuti jasmine sambac, mawar pompon, serta magnolia. Aroma woody, floral, dan ambery pada koleksi ini memberikan karakter yang tegas dan berani.

Sementara itu, MECHLINE memadukan monarda dan pompelmo dengan sentuhan floral dari lotus, rose de mai, serta lily of the valley. Perpaduan tersebut dilengkapi cedarwood dan musk voile yang memberikan kesan akhir lembut.

Kedua koleksi ini dikembangkan bersama global master perfumer Shyamala Maisondieu. Mama bisa menjadikan perbedaan karakter aromanya sebagai inspirasi saat mencari parfum yang sesuai dengan preferensi pribadi.

5. Coba parfum langsung sebelum membelinya

Ilustrasi perempuan menggunakan parfum (pexels.com/RF._.studio)

Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah mencoba parfum secara langsung. Aroma parfum dapat terasa berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakter kulit dan kondisi lingkungan.

Saat mencoba parfum, semprotkan secukupnya pada kulit, lalu beri waktu untuk mengamati perkembangan aromanya. Hindari terburu-buru memilih hanya karena menyukai wangi pada awal pemakaian.

Mama juga bisa mencoba satu atau dua aroma dalam satu kesempatan agar lebih mudah membandingkan karakter wanginya. Jika memungkinkan, gunakan sampel terlebih dahulu sebelum membeli ukuran penuh.

Untuk Mama yang ingin mengenal ALENCINE dan MECHLINE, kedua koleksi SAFF & Co. ini akan diperkenalkan secara eksklusif di THE PINK SOCIETY Pop-Up Booth di Plaza 2, Pasaraya Blok M, mulai 16 Oktober 2026. Koleksi tersebut dijadwalkan tersedia melalui kanal penjualan resmi SAFF & Co. di Indonesia dan Malaysia mulai 25 Oktober 2026.

Pada akhirnya, parfum yang tepat bukan semata-mata parfum yang sedang populer, melainkan aroma yang membuat Mama merasa nyaman dan percaya diri saat menggunakannya. Jadi, sudah menemukan wangi yang paling menggambarkan karakter Mama?

Curated For You

Editorial Team

Related Article