- Jeruk
- Jambu biji
- Kiwi
- Stroberi
- Mangga
- Tomat
- Paprika
- Brokoli
- Sayuran berdaun hijau
9 Cara Meningkatkan Kolagen Alami untuk Kulit Glowing dan Sehat

Produksi kolagen menurun seiring usia dan dapat dipercepat paparan UV, merokok, pola makan kurang baik, serta gaya hidup tertentu.
Asupan protein, vitamin C, serta beragam buah dan sayur mendukung pembentukan kolagen; konsumsi gula tambahan berlebihan sebaiknya dibatasi.
Perlindungan UV dengan sunscreen SPF minimal 30, skincare vitamin C atau retinoid, berhenti merokok, tidur cukup, dan pola hidup sehat membantu menjaga kualitas kulit.
Memiliki kulit yang terlihat glowing, kenyal, dan sehat tentu menjadi dambaan banyak orang. Salah satu yang berperan penting dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit adalah kolagen.
Sayangnya, produksi kolagen alami di dalam tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia. Selain faktor usia, paparan sinar ultraviolet (UV), kebiasaan merokok, pola makan yang kurang baik, dan gaya hidup tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan kolagen kulit. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebut paparan sinar matahari dan kebiasaan merokok sebagai beberapa faktor yang dapat mempercepat penurunan kualitas kolagen.
Kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu tubuh mempertahankan dan mendukung produksi kolagen secara alami.
Berikut Popmama.com rangkum caranya!
Table of Content
1. Konsumsi makanan tinggi protein

Pexels/AlesiaKozik Kolagen merupakan protein yang tersusun dari asam amino. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup untuk menyediakan bahan dasar yang diperlukan dalam pembentukan kolagen.
Beberapa pilihan makanan yang dapat menjadi sumber protein antara lain ikan, ayam, telur, daging, susu, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan makanan laut.
Healthline juga menyebut bahwa tubuh secara alami membuat kolagen dari asam amino. Karena itu, memastikan kebutuhan protein tercukupi dapat membantu mendukung proses produksi kolagen tubuh.
2. Perbanyak makanan kaya vitamin C

Unsplash/Fedor Vitamin C menjadi salah satu nutrisi penting dalam pembentukan kolagen. Menurut National Institutes of Health (NIH), vitamin C diperlukan untuk biosintesis kolagen dan juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin C bisa diperoleh dari berbagai makanan, seperti:
Jadi, tidak harus selalu mengandalkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. Mengonsumsi beragam buah dan sayuran setiap hari dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kulit.
3. Gunakan sunscreen setiap hari

Pexels/Yan Krukau Kalau ingin mempertahankan kolagen kulit, jangan hanya fokus pada cara meningkatkan produksinya. Mencegah kerusakan kolagen juga sama pentingnya.
Paparan sinar UV dalam jangka panjang dapat merusak kolagen dan serat elastin di dalam kulit. Akibatnya, kulit dapat kehilangan elastisitas dan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Karena itu, gunakan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum dan SPF minimal 30 secara rutin. Perlindungan dari sinar matahari juga sebaiknya dilengkapi dengan penggunaan topi, pakaian pelindung, atau menghindari paparan matahari langsung terlalu lama.
Healthline juga menempatkan penggunaan sunscreen sebagai salah satu langkah utama untuk membantu mencegah kerusakan kolagen akibat paparan UV.
4. Coba skincare dengan vitamin C

Freepik Selain mendapatkannya dari makanan, vitamin C juga dapat digunakan secara topikal melalui serum atau produk skincare.
Vitamin C topikal diketahui dapat membantu mendukung sintesis kolagen sekaligus memberikan efek antioksidan pada kulit. Healthline menyebut penggunaan serum vitamin C dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dan melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan lingkungan.
Untuk pemakaian sehari-hari, serum vitamin C dapat digunakan pada rutinitas pagi sebelum sunscreen. Namun, kulit sensitif sebaiknya memperkenalkan produk baru secara perlahan untuk melihat apakah muncul iritasi.
5. Pertimbangkan skincare retinol atau retinoid

Freepik Retinoid, termasuk retinol, merupakan salah satu kelompok bahan skincare yang paling banyak diteliti untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan kulit.
Retinoid dapat membantu meningkatkan pergantian sel kulit dan mendukung produksi kolagen. Penggunaan rutin juga dapat membantu memperbaiki tampilan garis halus, tekstur kulit, dan beberapa tanda photoaging.
Jika baru pertama kali menggunakan retinol, sebaiknya mulai dengan frekuensi rendah dan konsentrasi yang sesuai agar kulit dapat beradaptasi. Jangan lupa menggunakan sunscreen pada pagi hari karena retinoid dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
Namun, penggunaan retinoid perlu dihindari selama kehamilan dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter apabila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau memiliki kondisi kulit tertentu.
6. Perbanyak buah dan sayuran

Pelexs/ Engin Akyurt Kulit juga membutuhkan berbagai vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan agar tetap sehat. Karena itu, jangan hanya berfokus pada satu jenis makanan atau satu nutrisi untuk meningkatkan kolagen.
Buah dan sayuran berwarna-warni dapat menjadi pilihan karena menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Vitamin C, misalnya, berperan langsung dalam biosintesis kolagen.
Healthline juga merekomendasikan beragam buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan yang dapat mendukung produksi kolagen dan kesehatan kulit.
7. Hindari kebiasaan merokok

Unsplash/Mufid Majnun Merokok bukan hanya berdampak pada kesehatan organ tubuh, tetapi juga dapat mempercepat proses penuaan kulit. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah menuju kulit menjadi kurang optimal.
Kebiasaan merokok juga termasuk salah satu faktor yang dapat memperburuk kualitas kulit dan mempercepat munculnya tanda penuaan. Jadi, jika ingin menjaga kolagen dan kesehatan kulit dalam jangka panjang, berhenti merokok jauh lebih bermanfaat daripada hanya mengandalkan produk skincare atau suplemen.
8. Batasi makanan tinggi gula

Vecteezy/MD. SAIDUR RAHMAN Pola makan secara keseluruhan juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Dalam artikelnya, Healthline menyebut pola makan tinggi gula sebagai salah satu faktor gaya hidup yang dapat berkontribusi terhadap proses yang berkaitan dengan penurunan kualitas kolagen.
Bukan berarti harus menghindari gula sepenuhnya. Namun, konsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan secara berlebihan sebaiknya dibatasi.
Sebagai gantinya, pilih pola makan yang lebih seimbang dengan mencukupi protein, sayur, buah, biji-bijian, dan sumber lemak sehat.
9. Cukupi waktu tidur dan jalani pola hidup sehat
Unsplash/Hansheng Zhao Perawatan kulit tidak hanya dilakukan dari luar. Kualitas tidur, aktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan kulit.
Dalam artikelnya, Heathline menekankan pentingnya nutrisi yang baik, tidur yang cukup, dan menghindari rokok sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk menjaga kualitas kulit dan memperlambat tanda-tanda penuaan.
Jadi, tidak perlu langsung mengejar berbagai produk atau suplemen kolagen. Memperbaiki kebiasaan sehari-hari justru dapat menjadi langkah awal yang lebih sederhana dan berkelanjutan.
Sebenarnya tidak ada cara instan untuk membuat produksi kolagen meningkat drastis dalam waktu singkat. Namun, produksi dan kualitas kolagen dapat didukung dengan kombinasi kebiasaan yang konsisten.
Mulailah dari hal sederhana seperti mengonsumsi cukup protein dan vitamin C, menggunakan sunscreen setiap hari, memilih skincare dengan bahan yang memiliki bukti ilmiah seperti vitamin C atau retinoid, menghindari rokok, membatasi gula, serta menjaga pola hidup sehat.
Itulah cara meningkatkan produksi kolagen alami untuk kulit glowing dan sehat. Semoga membantu mendapatkan kulit dapat tetap terlihat sehat, terawat, dan glowing tanpa harus bergantung pada satu produk atau tren kecantikan tertentu.





















