Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral “Office Ageing” di China, Benarkah Kantor Bikin Cepat Tua?
Pexels/Anna Tarazevich (perempuan bekerja di kantor)
  • “Office ageing” viral di China menggambarkan keluhan wajah kusam, lelah, dan tampak lebih tua setelah bekerja, tetapi bukan istilah medis atau diagnosis resmi.

  • Udara kantor yang kering dapat memicu kulit dan tenggorokan kering sementara, sedangkan stres kronis serta kurang tidur lebih berpotensi mengganggu skin barrier dan kesehatan kulit.

  • Belum ada bukti bekerja di kantor otomatis mempercepat penuaan; paparan UV paling jelas terkait photoaging, sementara dampak layar komputer terhadap penuaan dini belum terbukti pada manusia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa wajah masih terlihat segar saat berangkat kerja, tetapi berubah kusam, berminyak, atau terlihat lebih lelah menjelang sore? Pengalaman seperti ini rupanya banyak dibicarakan pekerja kantoran di media sosial terutama di China.

Di TikTok, pada pertengahan 2026 kemarin, muncul tren Office Air Theory, yakni anggapan bahwa lingkungan kantor dapat membuat penampilan kulit dan rambut berubah sepanjang hari. Healthline bahkan mengangkat fenomena ini. 

Setelah fenomena Office Air Theory, muncul lagi hal serupa. Kali ini viral dengan istilah “office ageing”, yakni istilah untuk menggambarkan kondisi ketika rutinitas dan lingkungan kerja kantor membuat seseorang merasa kulit dan wajahnya tampak lebih kusam, lelah, dan terlihat lebih tua. 

Namun, apakah benar fenomena ini nyata secara science? Ternyata ada penjelasan masuk akalnya lho! Mulai dari udara AC, cahaya layar komputer, atau pencahayaan ruangan bisa berpengaruh ke kesehatan kulit terutama kulit wajah.

Berikut Popmama.com rangkum mengenai fenomena viral “office ageing”, kerja di kantor bikin cepat tua dan faktanya.

1. Apa itu office ageing yang viral di China?

Pexels/Ivan S

Office ageing bukan istilah medis ataupun diagnosis resmi. Istilah ini digunakan oleh sejumlah pekerja muda di China untuk menggambarkan kondisi ketika mereka merasa wajah tampak lebih lelah, kusam, atau bahkan lebih tua setelah mulai menjalani rutinitas bekerja di kantor.

Fenomena tersebut belakangan ramai di RedNote atau Xiaohongshu, salah satu media sosial yang banyak dipakai di China. Ada unggahan yang menjadi sorotan berasal dari pengguna bernama @lelehangmu asal Provinsi Jiangsu, yang mengaku warna kulitnya terlihat lebih gelap dan matanya sering terasa tegang hanya sekitar satu bulan setelah mulai bekerja.

Cerita tersebut kemudian mendapat respons dari pekerja lain yang merasa memiliki pengalaman serupa. Ada yang mengaku kulitnya terlihat lebih cerah setelah mengambil cuti, sementara pengguna lainnya mengeluhkan kondisi udara dan paparan asap rokok di lingkungan kerja.

2. Sampai ada yang memakai payung dalam kantor

Pexels/Turkan Bakirli

Kekhawatiran terhadap office ageing kemudian memunculkan berbagai tren unik di kalangan pekerja China.

Mengutip South China Morning Post, beberapa pekerja dilaporkan membuka payung di atas meja kerja, memakai topi atau penutup wajah, serta mengoleskan sunscreen pada wajah dan tangan selama berada di dalam kantor. Cara tersebut dilakukan karena ada kekhawatiran bahwa pencahayaan kantor hingga lingkungan kerja dapat merusak kulit.

Namun, perlu dicatat bahwa tindakan tersebut muncul sebagai respons terhadap tren di media sosial. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa seseorang perlu menggunakan payung di depan komputer untuk mencegah penuaan kulit.

3. AC dan udara kering memang bisa membuat kulit terasa lebih kering

Pexels/Helena Lopez

Meski istilah office ageing bukan kondisi medis, beberapa keluhan yang dirasakan pekerja ternyata memiliki dasar ilmiah.

Salah satunya adalah udara kantor yang kering. Mengutip salah satu penelitian di PubMed tahun 2021, terhadap 43 gedung perkantoran di beberapa negara menemukan bahwa tingkat kelembapan udara yang lebih tinggi berkaitan dengan lebih rendahnya keluhan berupa kulit dan tenggorokan kering pada sebagian pekerja.

Artinya, terlalu lama berada di ruangan dengan kelembapan rendah dapat membuat kulit terasa kering atau kurang nyaman. Kondisi kulit yang kurang terhidrasi juga bisa membuat garis-garis halus tampak lebih jelas untuk sementara waktu.

Namun, kulit kering akibat lingkungan kantor tidak otomatis berarti seseorang mengalami penuaan kulit permanen.

4. Stres kerja justru punya kaitan yang lebih masuk akal dengan penuaan kulit

Pixabay

Dibandingkan lampu kantor atau layar komputer, stres kronis memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat untuk dikaitkan dengan proses yang berhubungan dengan penuaan kulit.

Sebuah tinjauan ilmiah dari PubMed, menunjukkan bahwa stres psikologis berkepanjangan dapat memengaruhi hormon stres, meningkatkan stres oksidatif, mengganggu fungsi skin barrier, serta berpotensi memengaruhi kolagen dan elastin pada kulit. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa masih dibutuhkan penelitian jangka panjang untuk mengetahui seberapa besar dampaknya terhadap penuaan kulit pada manusia.

Selain stres, pola hidup yang kerap mengikuti rutinitas kerja, seperti kurang tidur, juga dapat berkontribusi. Review mengenai faktor gaya hidup dan penuaan kulit menemukan bahwa stres kronis dan kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan gangguan pemulihan skin barrier serta tanda-tanda penuaan kulit.

5. Jadi, benarkah kerja di kantor bikin cepat tua?

Freepik/DC Studio

Secara ilmiah, belum ada kondisi yang dikenal sebagai office ageing dan belum ada bukti bahwa sekadar bekerja di kantor otomatis membuat seseorang cepat tua.

Namun, paparan yang paling jelas diketahui berkontribusi terhadap photoaging adalah cahaya, terutama radiasi ultraviolet dari matahari. Penelitian dermatologi telah lama mengaitkan paparan tersebut dengan perubahan kulit akibat penuaan.

Sementara itu, dampak blue light dari perangkat elektronik masih perlu dilihat secara hati-hati. Penelitian memang menemukan bahwa blue light dapat memengaruhi sel kulit dalam kondisi tertentu, tetapi temuan tersebut tidak berarti paparan layar komputer sehari-hari terbukti menyebabkan penuaan dini pada manusia.

Jadi, fenomena office ageing bisa lebih tepat dipahami sebagai gabungan berbagai faktor dalam kehidupan pekerja kantoran, seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, udara kering, paparan matahari, hingga gaya hidup sehari-hari.

Secara lebih luas, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan ILO (Organisasi Perburuhan Internasional)  menemukan bahwa jam kerja yang sangat panjang memiliki dampak kesehatan yang nyata. Bekerja 55 jam atau lebih per minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke dan penyakit jantung dibandingkan bekerja 35–40 jam per minggu. 

Temuan tersebut memang bukan penelitian tentang penuaan kulit, tetapi menunjukkan bahwa beban kerja kronis dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Jadi, kantornya sendiri belum terbukti sebagai penyebab seseorang cepat tua, tetapi kebiasaan dan kondisi yang menyertai rutinitas kerja dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kondisi kulit.

Curated For You

Editorial Team

Related Article