1. Siapkan mental
Mengatur ekspektasi dan mental sangat penting agar tubuh tidak merasa tertekan atau stres saat menghadapi perubahan pola hidup.
“Sebenarnya yang pertama kali memang yang harus kita siapkan adalah mentalnya dulu. Kadang-kadang kita gak siap mental puasa. Nah, itu juga kalau misalnya mentalnya gak siap, kadang-kadang timbul sebuah kepanikan, ibaratnya malah stres,” kata dr Irwan Heriyanto.
2. Atur pola tidur
Usahakan untuk tidur lebih awal setelah salat Tarawih (misalnya jam 10 malam) agar durasi istirahat tetap tercukupi meskipun harus bangun dini hari untuk sahur.
“Makanya betul-betul disitu lebih bijak lagi untuk mengatur pola tidur. Jangan bulan puasa tidurnya malem, sementara jam 2, jam 3 udah bangun lagi. Jadi kurang tidurnya itu, kalau bisa jam 10 udah lah tidur,” pungkasnya.
3. Jaga asupan cairan
Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi saat sahur dan berbuka. Dehidrasi tidak hanya memicu pusing, tapi juga membuat kulit kering dan memicu jerawat karena produksi minyak berlebih.
Biasakan minum sekitar ±2 liter air perhari dan perbanyak buah-buahan. Batasi minuman berkafein dan hindari minuman manis yang bersoda.
4. Kelola pola makan
Konsumsi makanan secara perlahan dalam porsi kecil dan bertahap, dimulai dengan kurma dan air, lalu dilanjutkan ke makanan utama. Hindari makan berlebihan saat sahur maupun berbuka untuk mencegah lonjakan asam lambung.
Pilih makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat, serta hindari makanan berminyak, pedas, berlemak tinggi, cokelat, kafein, dan minuman berkarbonasi.
5. Cegah stres
Perbanyak rasa syukur selama Ramadan agar hati lebih tenang dan pikiran tetap positif. Mensyukuri hal-hal sederhana dapat membantu Mama mengurangi rasa tertekan di tengah aktivitas yang padat.
Selain itu, luangkan waktu untuk relaksasi dengan meditasi, yoga ringan, atau latihan pernapasan dalam. Cara sederhana ini efektif membantu menjaga ketenangan pikiran dan mencegah stres selama puasa.
Nah, itulah beberapa hal penting yang perlu Mama perhatikan agar kesehatan tetap terjaga selama Ramadan.
Yuk, mulai terapkan kebiasaan sehat dari sekarang agar Mama dan keluarga bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman, penuh energi, dan tetap ceria hingga Hari Raya tiba!
Apa yang harus dilakukan saat sakit maag? | Segera duduk tegak atau berdiri, minum air putih hangat/jahe, hindari makanan pemicu (pedas, asam, berlemak), dan kelola stres. |
Nyeri GERD seperti apa? | Nyeri dada terbakar yang dimulai dari belakang tulang dada dan bergerak ke atas ke leher dan tenggorokan. |
Apakah maag bisa mengancam nyawa? | Maag yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti tukak lambung, pendarahan saluran pencernaan, dan gangguan cairan serta elektrolit yang berisiko mengancam nyawa. |