Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu DHT? Kenali Fungsi dan Dampaknya bagi Tubuh
Pexels/cottonbro studio
  • DHT adalah hormon turunan testosteron yang berperan penting dalam pembentukan karakteristik fisik laki-laki, terbentuk melalui enzim 5-alpha-reductase di kulit, prostat, dan folikel rambut.
  • Hormon ini memiliki kekuatan dua hingga lima kali lebih besar dari testosteron, memengaruhi perkembangan organ reproduksi, pertumbuhan rambut tubuh, serta perubahan suara saat pubertas.
  • Kadar DHT yang tidak seimbang dapat menyebabkan kerontokan rambut, jerawat hormonal, gangguan prostat pada pria lanjut usia, hingga masalah hormon seperti hirsutisme pada perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tubuh manusia memiliki banyak hormon yang bekerja di balik berbagai perubahan fisik, mulai dari pertumbuhan rambut, kondisi kulit, hingga fungsi reproduksi. Salah satu hormon yang cukup sering dibicarakan adalah DHT atau Dihydrotestosterone.

Hormon ini ternyata punya peran yang jauh lebih luas di dalam tubuh, terutama pada laki-laki. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana hormon ini bekerja dan kenapa pengaruhnya cukup besar bagi tubuh.

Untuk membahasnya lebih lanjut, Popmama.com telah merangkum penjelasan lengkap mengenai apa itu DHT. Simak sampai akhir, ya!

DHT Adalah Hormon Turunan Testosteron

Pexels/MART PRODUCTION

Berdasarkan penjelasan dari Cleveland Clinic, DHT atau Dihydrotestosterone adalah hormon androgen yang berasal dari testosteron. Hormon ini termasuk hormon seks yang punya peran penting dalam membentuk karakteristik fisik laki-laki.

Meski lebih identik dengan tubuh laki-laki, perempuan juga tetap memiliki hormon DHT dalam jumlah kecil. Tubuh memanfaatkan hormon ini untuk membantu beberapa fungsi biologis tertentu.

Secara sederhana, DHT bisa dianggap sebagai versi lebih kuat dari testosteron. Karena kekuatannya lebih tinggi, hormon ini mampu memberikan pengaruh yang lebih besar pada organ-organ tertentu di tubuh.

Terbentuk dari Proses Perubahan Testosteron

Pexels/Ketut Subiyanto

Healthline menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya tidak langsung memproduksi DHT. Hormon ini terbentuk dari proses perubahan testosteron dengan bantuan enzim bernama 5-alpha-reductase.

Sekitar 10 persen testosteron harian pada orang dewasa akan diubah menjadi DHT. Proses ini banyak terjadi di area tubuh seperti kulit, prostat, dan folikel rambut.

Karena itulah, efek DHT paling sering terlihat pada area-area tersebut, mulai dari pertumbuhan rambut, produksi minyak kulit, hingga kesehatan prostat.

Lebih Kuat daripada Testosteron

Pexels/cottonbro studio

Penelitian yang dimuat dalam National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa DHT memiliki daya ikat yang jauh lebih kuat terhadap reseptor androgen dibandingkan testosteron biasa.

Bahkan, hormon ini diperkirakan memiliki kekuatan dua hingga lima kali lebih besar daripada testosteron. Hal inilah yang membuat pengaruh DHT terhadap tubuh terasa lebih dominan.

Karena sifatnya yang sangat kuat, DHT mampu memberikan sinyal biologis yang lebih intens pada sel tubuh, terutama yang berkaitan dengan karakteristik maskulin.

Berperan Penting dalam Perkembangan Fisik Laki-laki

Pexels/Monstera Production

DHT memiliki peran yang sangat penting sejak masa janin hingga pubertas. Hormon ini membantu pembentukan organ reproduksi eksternal pada bayi laki-laki.

Ketika memasuki masa pubertas, DHT juga membantu memicu berbagai perubahan fisik seperti tumbuhnya rambut wajah, rambut tubuh, hingga suara yang menjadi lebih berat.

Tanpa kadar DHT yang cukup, perkembangan karakteristik fisik sekunder pada laki-laki bisa terganggu atau tidak berkembang secara maksimal.

Jadi Salah Satu Penyebab Rambut Rontok

Pexels/www.kaboompics.com

Salah satu alasan kenapa DHT sering dibicarakan adalah kaitannya dengan kerontokan rambut atau androgenetic alopecia. Menurut data dari Medichecks, kadar DHT yang tinggi di kulit kepala dapat menyebabkan folikel rambut mengalami miniaturisasi.

Artinya, folikel rambut perlahan mengecil sehingga rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis, pendek, dan rapuh. Jika berlangsung terus-menerus, rambut akhirnya berhenti tumbuh. Kondisi ini biasanya terlihat dari garis rambut yang mulai mundur atau penipisan di bagian ubun-ubun kepala.

Berpengaruh pada Kesehatan Prostat

Pexels/Prayoon Sajeev

Selain rambut, prostat juga menjadi salah satu organ yang paling dipengaruhi oleh DHT. Seiring bertambahnya usia, penumpukan DHT di prostat dapat memicu pertumbuhan sel yang berlebihan.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami gangguan buang air kecil atau rasa tidak nyaman pada sistem kemih.

Karena itu, kadar DHT pada laki-laki usia lanjut biasanya perlu dipantau agar kesehatan prostat tetap terjaga.

Bisa Memicu Kulit Berminyak dan Berjerawat

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

DHT juga memengaruhi kerja kelenjar minyak (sebasea) yang ada di bawah kulit. Saat kadar hormon ini meningkat, produksi minyak pada wajah bisa menjadi berlebihan.

Minyak berlebih inilah yang akhirnya membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu munculnya jerawat, terutama saat pubertas atau pada orang dewasa dengan kulit berminyak. Karena itu, hormon DHT sering dikaitkan dengan masalah jerawat hormonal yang cukup sulit dikendalikan.

Membantu Menjaga Fungsi Seksual

Pexels/Bertil Jonsson

Meski testosteron lebih sering dikenal sebagai hormon utama yang memengaruhi gairah seksual, DHT juga tetap punya peran penting dalam mendukung fungsi seksual laki-laki.

Keseimbangan kadar DHT membantu menjaga libido dan mendukung kemampuan ereksi tetap optimal. Namun, fungsi DHT di sini lebih bersifat mendukung kerja testosteron agar sistem reproduksi dapat bekerja secara seimbang.

Kelebihan DHT Bisa Menimbulkan Berbagai Masalah

Pexels/Pavel Danilyuk

Kadar DHT yang terlalu tinggi tidak hanya berdampak pada rambut, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain menyebabkan rambut rontok dan jerawat, kadar DHT berlebih berkaitan dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular pada sebagian orang.

Pada perempuan, kadar DHT yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di area wajah atau tubuh (hirsutisme). Siklus menstruasi pun bisa ikut terganggu akibat ketidakseimbangan hormon ini.

Kekurangan DHT Juga Bisa Berdampak Buruk

Pexels/Mahmoud Yahyayaoui

Di sisi lain, kadar DHT yang terlalu rendah juga bukan berarti lebih baik. Pada masa pertumbuhan, kekurangan hormon ini dapat menyebabkan pubertas terlambat atau perkembangan organ reproduksi yang kurang optimal.

Sementara pada orang dewasa, kadar DHT yang terlalu rendah sering dikaitkan dengan penurunan massa otot, perubahan distribusi lemak tubuh, hingga berkurangnya vitalitas fisik. Karena itu, keseimbangan hormon DHT tetap penting dijaga agar fungsi tubuh bisa berjalan dengan baik.

Itu dia penjelasan mengenai apa itu DHT . Ternyata hormon ini memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, ya. 

Editorial Team