Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ciri-Ciri Laki-Laki Kurang Hormon, Bisa Memengaruhi Promil

Ciri-Ciri Laki-Laki Kurang Hormon, Bisa Memengaruhi Promil
freepik/jcomp
Intinya Sih

  • Kadar testosteron rendah pada pria dapat memengaruhi kesuburan dan kualitas sperma, sehingga penting diperhatikan saat menjalani program hamil bersama pasangan.
  • Tanda fisik yang bisa muncul antara lain pertumbuhan rambut wajah minim, suara kurang berat, serta dada atau massa otot yang tampak berkurang.
  • Perubahan fisik tersebut sebaiknya diwaspadai dan dikonsultasikan ke dokter agar kadar hormon dapat diperiksa demi mendukung keberhasilan promil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjalani program hamil (promil) memang membutuhkan kerja sama yang kompak antara Mama dan Papa. Selama ini, banyak yang mengira masalah kesuburan hanya datang dari pihak perempuan karena tandanya lebih mudah terlihat, seperti siklus haid yang tidak teratur. Padahal, kondisi kesehatan Papa juga punya peran besar terhadap peluang kehamilan, lho, Ma.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kadar hormon testosteron yang rendah atau dalam dunia medis dikenal sebagai hipogonadisme. Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini terjadi saat tubuh pria tidak memproduksi testosteron dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat memengaruhi kesuburan dan kualitas sperma.

Hormon testosteron berperan penting dalam membentuk ciri fisik laki-laki, mulai dari suara yang lebih berat, pertumbuhan kumis dan jenggot, hingga massa otot dan postur tubuh. Saat kadarnya menurun, tubuh Papa bisa menunjukkan beberapa tanda yang sering kali tidak disadari. Karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk mengenali ciri-cirinya sejak awal, terutama saat sedang menjalani promil. Berikut ini telah Popmama.com rangkum beberapa ciri fisik laki-laki kurang hormon yang perlu Mama dan Papa perhatikan:

Table of Content

1. Jarang tumbuh rambut di area wajah

1. Jarang tumbuh rambut di area wajah

Ciri-Ciri Laki-Laki Kurang Hormon 1.jpeg
freepik

Tanda yang paling mudah dikenali untuk melihat hormon pria bekerja dengan baik adalah tumbuhnya rambut di area wajah, seperti kumis dan jenggot. Meski Papa rutin mencukurnya, biasanya rambut tersebut akan tetap tumbuh kembali karena dipengaruhi oleh hormon androgen, terutama testosteron dan DHT.

Dilansir dari Healthline, pertumbuhan rambut wajah tidak hanya dipengaruhi kadar hormon, tetapi juga sangat berkaitan dengan faktor genetik dan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon DHT. Artinya, Papa yang memiliki kumis dan jenggot tebal belum tentu kadar testosteronnya lebih tinggi dibanding pria lain.

Sebaliknya, jika wajah Papa terlihat benar-benar mulus dan hampir tidak pernah tumbuh rambut sama sekali, ini memang bisa menjadi salah satu tanda hormon testosteron sedang rendah. Namun, dilansir dari Biology Insights, kondisi ini tidak bisa dijadikan patokan utama, karena genetik justru sering menjadi faktor yang lebih dominan dalam menentukan lebat atau tipisnya rambut wajah.

Kalau kondisi ini juga disertai tanda lain seperti mudah lelah, gairah seksual menurun, massa otot berkurang, atau mood yang mudah berubah, ada baiknya Papa melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kadar hormonnya.

2. Suara yang tidak berat

Ciri-Ciri Laki-Laki Kurang Hormon 2.jpeg
freepik

Hormon pria, terutama testosteron, memang punya peran besar dalam membentuk suara laki-laki menjadi lebih dalam dan berat saat memasuki masa pubertas. Dilansir dari Penn State University, peningkatan testosteron membuat laring atau kotak suara membesar, sekaligus menebalkan serta memanjangkan pita suara. Perubahan inilah yang membuat suara laki-laki terdengar lebih rendah dan lebih berat saat dewasa.

Kalau suara Papa terdengar kurang berat atau tidak menunjukkan karakter suara pria dewasa pada umumnya, ini memang bisa menjadi salah satu tanda kadar hormon testosteron kurang optimal, terutama bila kondisi tersebut terjadi sejak masa pubertas. Dilansir dari SingleCare, kadar testosteron yang rendah saat pubertas dapat memengaruhi proses pendalaman suara dan perkembangan karakteristik pria lainnya.

Namun, penting diingat ya, Ma, suara tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menilai kadar hormon. Dilansir dari Biology Insights, suara laki-laki dewasa lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan permanen yang terjadi sejak pubertas, sehingga suara yang tidak terlalu berat juga bisa dipengaruhi faktor genetik, bentuk pita suara, hingga struktur laring.

3. Dada yang kurang bidang

Ciri-Ciri Laki-Laki Kurang Hormon 3.jpeg
freepik

Kadar hormon yang seimbang, terutama testosteron, memang sangat berpengaruh pada pembentukan otot dan bentuk tubuh papa. Hormon ini berperan penting dalam membantu meningkatkan massa otot, kekuatan tubuh, serta menjaga postur agar tetap tegap. Karena itu, laki-laki dengan kadar testosteron yang optimal biasanya memiliki dada yang lebih bidang dan bentuk tubuh yang tampak lebih proporsional.

Dilansir dari Healthline, salah satu tanda testosteron rendah adalah berkurangnya massa otot dan meningkatnya lemak tubuh. Kondisi ini bisa membuat fisik Papa terlihat kurang bidang, otot terasa lebih lembek, dan kekuatan tubuh menurun dibanding biasanya.

Namun, penting diingat ya, Ma, bentuk tubuh tidak selalu bisa dijadikan satu-satunya patokan. Postur tubuh, pola olahraga, asupan protein, kualitas tidur, hingga faktor genetik juga punya pengaruh besar terhadap pembentukan otot. Jadi, meski tubuh Papa terlihat tidak terlalu bidang, belum tentu langsung menandakan hormon rendah.

Kalau kondisi ini disertai tanda lain seperti mudah lelah, penurunan gairah seksual, atau massa otot yang semakin berkurang meski rutin olahraga, ada baiknya melakukan pemeriksaan kadar hormon untuk memastikan kondisi tubuh secara menyeluruh.

4. Kaitan bentuk fisik dengan jumlah sperma

Ciri-Ciri Laki-Laki Kurang Hormon 4.jpeg
freepik

Ternyata, tampilan fisik luar Papa bisa mencerminkan apa yang ada di dalam laboratorium. Prof. Silvia menjelaskan kalau orang laboratorium biasanya sudah bisa menebak jumlah sperma hanya dengan melihat ciri-ciri fisik luar tadi. Jadi, memperhatikan perubahan fisik Papa itu penting banget sebelum memulai promil yang lebih serius.

Itulah tadi beberapa tanda fisik yang bisa Mama dan Papa pantau bareng di rumah. Ingat ya Ma, tahu lebih awal itu lebih baik supaya promilnya makin lancar dan impian punya momongan bisa segera terwujud. Jangan ragu buat ajak Papa cek kesehatan ke dokter kalau ada tanda-tanda tadi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More