Diet karnivora sering disebut mampu membantu membakar lemak lebih cepat karena cara kerjanya memengaruhi metabolisme tubuh secara signifikan.
Saat asupan makanan hanya berfokus pada protein dan lemak hewani, tubuh mengalami beberapa perubahan yang bisa mendukung penurunan berat badan.
Berikut penjelasan detailnya.
1. Asupan karbohidrat sangat rendah
Diet karnivora hampir menghilangkan karbohidrat dari menu harian. Ketika karbohidrat (sumber utama glukosa) berkurang drastis, tubuh akan kekurangan energi cepat dari gula dan mulai mencari sumber energi lain, yaitu lemak.
Kondisi ini mendorong tubuh beralih menggunakan cadangan lemak sebagai bahan bakar, sehingga proses pembakaran lemak bisa terjadi lebih cepat dibanding pola makan tinggi karbohidrat.
2. Tubuh bisa masuk ke kondisi mirip ketosis
Karena rendah karbohidrat, diet karnivora dapat memicu kondisi metabolik yang mirip dengan ketosis, seperti pada diet keto. Dalam kondisi ini, tubuh memproduksi keton dari lemak di hati untuk dijadikan sumber energi.
Ketika tubuh sudah terbiasa menggunakan lemak dan keton sebagai bahan bakar utama, pembakaran lemak tubuh cenderung menjadi lebih efisien.
3. Protein tinggi membantu menekan nafsu makan
Makanan hewani umumnya tinggi protein. Asupan protein yang cukup tinggi dapat meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan hormon pemicu lapar (ghrelin). Akibatnya, banyak orang yang menjalani diet karnivora merasa lebih cepat kenyang dan tidak mudah lapar.
Ketika asupan kalori harian berkurang secara alami karena nafsu makan lebih terkontrol, penurunan berat badan pun bisa terjadi lebih cepat.
4. Efek termik protein lebih tinggi
Tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna protein dibandingkan karbohidrat dan lemak. Ini disebut efek termik makanan. Artinya, saat seseorang mengonsumsi lebih banyak protein, tubuh akan membakar lebih banyak kalori hanya untuk proses pencernaan.
Meskipun efeknya tidak sangat besar, dalam jangka waktu tertentu hal ini bisa turut mendukung pembakaran lemak.
5. Fluktuasi gula darah lebih stabil
Karena hampir tidak ada asupan gula dan karbohidrat sederhana, kadar gula darah cenderung lebih stabil. Kondisi ini dapat membantu mengurangi keinginan ngemil berlebihan dan mencegah lonjakan insulin yang biasanya memicu penyimpanan lemak.
Meski diet karnivora bisa membantu pembakaran lemak lebih cepat, hasilnya tetap berbeda-beda pada setiap orang. Faktor seperti kondisi kesehatan, aktivitas fisik, dan kualitas makanan yang dikonsumsi tetap berperan besar. Yang paling penting, diet apa pun sebaiknya dijalani dengan pemahaman dan pertimbangan kesehatan jangka panjang.