- 3 hari pertama hanya konsumsi protein shake beberapa kali sehari
Apa Itu Diet Switch On yang Tren di Korea Selatan? Ini Caranya!

- Diet Switch On adalah program empat minggu dari Korea Selatan yang mengubah metabolisme tubuh untuk membakar lemak sebagai energi, bukan sekadar menurunkan kalori.
- Program ini menggabungkan intermittent fasting dan asupan protein serta serat tinggi agar metabolisme tetap aktif dan kesehatan pencernaan terjaga.
- Struktur mingguan Diet Switch On terdiri dari detoks & gut reset, perkenalan intermittent fasting, dan memaksimalkan pembakaran lemak. Ahli kesehatan juga menyarankan untuk memulai secara perlahan dan fokus pada pola hidup sehat jangka panjang.
Belakangan ini, Diet Switch On asal Korea Selatan menjadi sorotan banyak orang di media sosial. Diet ini diklaim bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat, membuat banyak orang termasuk Mama mungkin penasaran ingin tahu cara kerjanya.
Program ini diperkenalkan oleh seorang peneliti obesitas Korea yang populer dengan metode inovatif untuk mendukung penurunan berat badan. Sejumlah orang yang mencobanya bahkan membagikan pengalaman mereka yang membuat diet ini semakin viral.
Untuk mengetahui lebih jelas seperti apa Diet Switch On dan bagaimana cara kerjanya, berikut Popmama.com rangkum penjelasannya secara lengkap dan mudah dipahami.
Table of Content
Apa Itu Diet Switch On?

Diet Switch On adalah program empat minggu dari Korea Selatan yang dikembangkan oleh Dr. Park Yong‑Woo. Tujuannya adalah mengaktifkan sistem pembakaran lemak tubuh agar lebih efektif menggunakan lemak sebagai energi, tanpa kehilangan massa otot.
Program ini berbeda dari diet biasa karena fokusnya bukan sekadar menurunkan kalori, tapi mengubah metabolisme tubuh. Tubuh diarahkan untuk beralih dari membakar karbohidrat menjadi membakar lemak tersimpan, sehingga penurunan berat badan bisa lebih optimal.
Diet ini viral setelah seorang model dari Seoul membagikan pengalamannya di Instagram, mengaku berhasil turun sekitar 4 kg dalam 6 hari. Klaim hasil cepat dan cara praktis membuat banyak orang penasaran mencoba.
Meski menjanjikan, ahli kesehatan mengingatkan agar diet ini dijalani dengan hati-hati. Hasil tiap orang bisa berbeda, dan penting tetap memperhatikan nutrisi serta kondisi tubuh agar diet aman dan sehat.
Bagaimana Cara Kerjanya?

Diet Switch On mengubah cara tubuh membakar energi, dari karbohidrat menjadi lemak tersimpan, sambil menggabungkan intermittent fasting dan asupan protein serta serat tinggi agar metabolisme tetap aktif dan kesehatan pencernaan terjaga.
Beberapa prinsip utama yang diterapkan cukup sederhana, tapi efektif bila dilakukan dengan konsisten. Puasa berselang atau intermittent fasting dilakukan secara bertahap, dari fase awal hingga fase berikutnya, agar tubuh menyesuaikan diri tanpa stres berlebihan.
Menu makanan juga diatur dengan cermat: tinggi protein, rendah gula, serta kaya serat dari sayuran dan buah tertentu. Pendekatan ini membantu menjaga energi tetap stabil sekaligus mencegah kehilangan massa otot.
Di fase awal, beberapa makanan dan minuman perlu dibatasi atau dihindari, seperti makanan olahan, alkohol, gula, dan kafein. Dengan aturan ini, tubuh lebih mudah beradaptasi dan sistem pembakaran lemak bisa “switch-on” dengan optimal.
Struktur Mingguan Diet Switch On

Minggu 1 — detoks & gut reset
Fokus minggu pertama adalah mereset pencernaan dan mempersiapkan tubuh untuk fase berikutnya:
- Setelahnya, mulai tambah sayuran dan makanan tinggi protein, rendah karbohidrat
- Tujuannya untuk mengurangi kembung, menenangkan pencernaan, dan menyiapkan tubuh agar metabolisme lebih optimal
Minggu 2 — perkenalan intermittent fasting
Di minggu kedua, tubuh mulai diperkenalkan dengan puasa berselang:
- Jumlah protein shake dikurangi
- Intermittent fasting mulai diterapkan, biasanya puasa 24 jam sekali per minggu
- Saat makan, tetap fokus pada protein tinggi agar energi stabil
Minggu 3 dan 4 — maksimalkan pembakaran lemak
Fokus minggu terakhir adalah memaksimalkan pembakaran lemak:
- Puasa 24 jam dilakukan lebih sering, 2–3 kali per minggu
- Porsi makan tetap tinggi protein
- Karbohidrat sehat seperti ubi jalar atau buah bisa ditambahkan dalam porsi kecil, terutama setelah olahraga
Tips Aman Jika Mau Mencoba Diet Switch On

- Mulailah secara perlahan dan jangan langsung melakukan perubahan ekstrem.
- Pastikan minum cukup air setiap hari untuk menjaga hidrasi dan mendukung metabolisme.
- Perhatikan jam tidur dan lakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki atau yoga, untuk membantu tubuh tetap fit.
- Fokus pada pola hidup sehat jangka panjang, bukan hanya mengejar penurunan berat badan cepat.
Nah, itulah penjelasan seputar Diet Switch On, tren diet asal Korea Selatan yang sedang banyak dibicarakan.
FAQ Tentang Korea
| Orang Korea sarapan pakai apa? | Mama mungkin mengira bahwa kebanyakan orang Korea sarapan dengan roti. Namun, banyak yang masih lebih memilih nasi. |
| Apa itu aturan 52 jam di Korea? | Undang-undang ketenagakerjaan Korea Selatan mengizinkan karyawan untuk bekerja lebih dari 8 jam sehari tanpa melanggar hukum, selama total jam kerja mingguan tidak melebihi 52 jam. |
| Kenapa orang Korea makan banyak tapi tidak gemuk? | Alasan orang Korea tetap langsing meski makan banyak: membatasi asupan gula tinggi untuk tubuh, lebih banyak berjalan kaki atau naik sepeda, dan menggunakan transportasi umum untuk beraktivitas. |


















