Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Diet Ozempic yang Lagi Viral? Berikut Penjelasannya!
wikimedia commons/Dennis Sylvester Hurd
  • Diet Ozempic viral karena banyak orang memakai obat diabetes tipe 2 ini secara off-label untuk menurunkan berat badan, meski awalnya dirancang mengontrol gula darah.
  • Ozempic bekerja meniru hormon incretin yang memicu insulin, memperlambat pencernaan, dan menekan nafsu makan sehingga kadar gula turun dan rasa kenyang lebih lama.
  • Penggunaan Ozempic hanya disarankan bagi penderita diabetes tipe 2 atau obesitas tertentu, dengan risiko efek samping seperti diare, muntah, serta gangguan ginjal atau hati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Diet Ozempic sedang ramai dibicarakan di media sosial sebagai tren penurunan berat badan. Padahal, diet dengan cara ini bukanlah metode yang biasa dan lumrah dilakukan oleh banyak orang. Karena istilah ini populer untuk penggunaan obat Ozempic.

Obat ini sebenarnya dirancang untuk penderita diabetes tipe 2. Namun, pada akhirnya banyak orang menggunakannya secara off-label untuk mengurangi berat badan dengan alasan bisa menurunkan berat badan tanpa harus berolahraga dan melakukan diet ketat.

Lalu, apa itu diet Ozempic yang lagi viral? Berikut Popmama.com sajikan mengenai metode yang tengah ramai ini. Simak sampai habis, ya!

1. Ozempic digunakan untuk apa?

freepik/freepik

Sebelum membahas tentang manfaat, efek samping, dan lainnya. Mama harus tahu apa sebenarnya Ozempic itu. Nah, ozempic sendiri merupakan sebuah obat yang termasuk dalam golongan agonis GLP‑1 atau mimetik inkretin. 

Obat ini dipakai untuk mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2, baik sebagai monoterapi maupun bersamaan dengan metformin, sulfonilurea, atau insulin. 

Mengutip dari diabetes.org.uk, Ozempic tidak hanya membantu mengatur gula darah, tetapi juga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Lalu, mengapa pengobatan untuk diabetes bisa jadi solusi untuk diet? Diet Ozempic muncul karena efek sampingnya yang mengurangi berat badan, tetapi perlu diingat bahwa ini bukanlah pil ajaib untuk semua orang dan tidak dapat dikonsumsi oleh siapa saja.

2. Efek Ozempic pada tubuh

wikimedia commons/Chemist4U

Ozempic bekerja dengan meniru hormon incretin yang dikeluarkan oleh perut saat makan. Obat ini memicu pelepasan insulin ketika diperlukan, mengurangi pembentukan glukosa di hati, dan memperlambat proses pencernaan makanan.

Akibatnya, kadar gula darah dan HbA1c turun secara signifikan. Selain itu, efeknya pun cukup besar, khususnya bagi yang sulit mengontrol konsumsi gula.

Selain itu, adanya perlambatan dalam sistem pencernaan dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan menjadi alasan utama penurunan berat badan.

Cara kerjanya di dalam tubuh, yakni meningkatkan insulin secara alami saat makan, mengurangi produksi gula di hati, memperlambat pengosongan lambung agar lapar tertunda, dan menekan nafsu makan.

Karena efek inilah, orang-orang akhirnya mencoba Ozempic sebagai salah satu metode dalam berdiet.

3. Siapa saja yang boleh menggunakan Ozempic?

freepik/xb100

  • Orang dewasa di atas 18 tahun dengan diabetes tipe 2.

  • Orang dengan indeks massa tubuh 35 kg atau lebih serta memiliki kondisi psikologis atau medis lain yang berhubungan dengan obesitas.

  • Orang yang memiliki diabetes tipe 2 tapi indeks massa tubuhnya di bawah 35 kg.

  • Orang dengan indeks massa tubuh di bawah 35 boleh menggunakan jika penurunan berat badan membantu masalah kesehatan lain atau risiko hipoglikemia.

Bagi Mama yang memiliki masalah tubuh seperti di atas, bisa menggunakan Ozempic sebagai salah satu pengobatan dan sesuai dengan anjuran dari dokter.

4. Siapa saja yang tidak boleh menggunakan Ozempic?

freepik/valeria_aksakova

  • Penderita penyakit ginjal.

  • Penderita penyakit hati kronis.

  • Jika ingin melakukan operasi, penggunaan Ozempic harus dihentikan dahulu.

  • Perempuan yang merencanakan hamil, sedang hamil, serta menyusui.

Jika Mama sedang menggunakan atau mengonsumsi obat baru, sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter agar penggunaannya dapat diawasi.

5. Efek samping penggunaan Ozempic

freepik/jcomp

  • Diare

  • Muntah

  • Risiko memburuknya retinopati

  • Risiko gula darah rendah

  • Risiko gula darah tinggi.

Seperti obat-obatan yang memiliki efek samping pada umumnya, Ozempic pun demikian. Jika Mama ingin mencoba menurunkan berat badan, Mama bisa mulai dengan berolahraga, memperbaiki pola makan, dan memulai gaya hidup sehat.

Meski populer untuk mengurangi berat badan karena dapat mengurangi nafsu makan, Ozempic bukan pengganti gaya hidup sehat.

Itulah penjelasan mengenai diet Ozempic yang sedang viral. Semoga bermanfaat, Ma.


Editorial Team