6 Ciri Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

- Gula darah tinggi sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa, padahal bisa memicu komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
- Enam ciri utama meliputi kelelahan ekstrem, rasa lapar terus-menerus, penglihatan kabur, sakit perut, kebingungan mendadak, dan napas beraroma buah.
- Gejala seperti mual, kebingungan berat, atau napas berbau manis menandakan kondisi darurat seperti DKA yang membutuhkan penanganan medis segera.
Pernah tidak, terasa lelah terus padahal tidur sudah cukup, atau baru saja makan tapi perut rasanya lapar lagi? Banyak orang mengira ini cuma soal kurang istirahat atau nafsu makan yang lagi tinggi. Padahal, bisa jadi itu adalah cara tubuh memberi sinyal kalau kadar gula darah sedang terlalu tinggi.
Gula darah tinggi atau hiperglikemia memang punya reputasi sebagai "penyakit diam-diam". Gejalanya sering muncul pelan-pelan dan gampang disalahartikan sebagai kelelahan biasa.
Padahal, kalau dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa memicu komplikasi serius. Nah, biar kamu makin waspada, berikut Popmama.com mengulas 6 ciri gula darah tinggi, dikutip dari Prevention. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Kelelahan

Ciri pertama yang paling sering muncul adalah rasa lelah yang tidak biasa. Saat gula darah tinggi, tubuh bisa terasa lemas, gampang capek, bahkan sulit berkonsentrasi.
Ini terjadi karena glukosa yang menumpuk di darah tidak berhasil masuk ke sel-sel tubuh untuk diubah jadi energi. Alhasil, tubuh terasa kehabisan tenaga meski sebenarnya "gudang gula"-nya penuh.
Kalau dibiarkan, kelelahan seperti ini biasanya akan diikuti gejala lain seperti rasa haus dan buang air kecil yang jadi lebih sering.
2. Rasa lapar yang tidak kunjung reda

Anehnya, meski kadar gula dalam darah sedang tinggi, tubuh justru bisa merasa lebih lapar dari biasanya. Saat glukosa terjebak di aliran darah, sel-sel tubuh seperti otak, jantung, dan otot justru kekurangan asupan gula yang mereka butuhkan.
Karena itu, tubuh masuk semacam mode kelaparan dan mengirim sinyal lapar terus-menerus, walau kamu baru saja makan.
Kalau kamu sering merasa "kok lapar lagi, ya", padahal porsi makan sudah cukup, jangan buru-buru menyalahkan nafsu makan. Bisa jadi ini adalah salah satu ciri gula darah tinggi yang perlu diwaspadai.
3. Penglihatan mendadak kabur

Selain rasa lapar, kadar gula darah yang tinggi juga dapat memengaruhi penglihatan. Kondisi ini berkaitan dengan dehidrasi yang memengaruhi retina, bagian mata yang memiliki banyak pembuluh darah. Saat cairan tubuh berkurang, mata pun jadi lebih mudah terasa kabur.
Untungnya, penglihatan kabur akibat gula darah tinggi biasanya bersifat sementara. Namun, jika kadar gula darah terus-menerus tinggi dalam waktu lama, mata berisiko mengalami kerusakan yang lebih permanen. Jadi, jangan anggap remeh kalau tiba-tiba pandangan menjadi buram tanpa sebab yang jelas.
4. Perut terasa tidak nyaman

Kalau tiga ciri di atas masih tergolong ringan, lain halnya dengan sakit perut. Mual, muntah, dan kram perut termasuk tanda peringatan dari kondisi yang lebih serius, yaitu ketoasidosis diabetik atau DKA.
Saat tubuh tidak bisa mengandalkan glukosa untuk energi, ia mulai membakar lemak dan protein, yang lantas menghasilkan zat sisa bernama keton. Nah, penumpukan keton inilah yang bisa mengganggu sistem pencernaan dan bikin perut terasa tidak nyaman.
Jika sakit perut ini muncul bersamaan dengan gejala lain seperti mual atau pikiran yang terasa kabur, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
5. Kebingungan yang muncul tiba-tiba

Rasa lelah dan kabut pikiran yang tadinya ringan, kalau dibiarkan, bisa berkembang menjadi kebingungan yang lebih berat. Perubahan status mental seperti disorientasi atau kebingungan bisa menjadi tanda komplikasi serius seperti DKA maupun hyperosmolar hyperglycemic state (HHS). Kondisi ini butuh penanganan medis segera karena tergolong kondisi darurat.
Kalau kamu atau orang terdekat tiba-tiba terlihat bingung, sulit fokus, atau bicaranya jadi kacau tanpa sebab jelas, jangan tunda mencari bantuan medis.
6. Napas beraroma buah

Ciri terakhir ini mungkin terdengar aneh, tapi justru merupakan salah satu sinyal yang paling penting untuk diwaspadai. Napas yang beraroma buah atau agak manis merupakan tanda khas dari DKA.
Saat tubuh membakar protein dan lemak sebagai sumber energi pengganti, ia melepaskan keton yang salah satu jenisnya, yaitu aseton, bisa membuat napas berbau seperti buah atau logam.
Kalau kamu mencium aroma tak biasa dari napas sendiri, apalagi disertai gejala lain di atas, ini bukan hal yang boleh ditunda-tunda. Segera cari pertolongan medis karena DKA yang tidak ditangani bisa berakibat fatal.
Nah, itulah pembahasan mengenai 6 ciri gula darah tinggi yang harus diperhatikan sebelum menjadi parah. Semoga informatif dan bermanfaat!






















