Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Tidak perlu rumit, Mama dan Papa bisa memulai rutinitas ini sekitar 30–60 menit sebelum waktu tidur yang diinginkan.
Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa membantu tubuh lebih rileks sebelum beristirahat.
1. Digital detox
Cobalah menjauhkan ponsel atau perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi melatonin yang dibutuhkan tubuh untuk merasa mengantuk.
Selain itu, mengurangi waktu layar juga membantu pikiran menjadi lebih tenang. Tanpa distraksi dari notifikasi atau media sosial, tubuh akan lebih siap untuk beristirahat.
Kebiasaan ini juga memberi kesempatan bagi otak untuk benar-benar beristirahat dari berbagai informasi yang masuk sepanjang hari.
2. Menciptakan suasana redup
Mama bisa mulai mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur yang lebih temaram. Suasana redup memberikan sinyal alami kepada tubuh bahwa hari sudah mulai berakhir.
Lingkungan kamar yang nyaman juga dapat membantu tubuh lebih cepat merasa rileks. Dengan begitu, Mama akan lebih mudah memasuki fase tidur yang nyenyak.
Beberapa orang juga merasa terbantu dengan menyalakan aromaterapi atau lilin beraroma lembut untuk menciptakan suasana yang lebih menenangkan.
3. Journaling (Brain Dump)
Jika pikiran terasa penuh dengan berbagai hal yang harus dilakukan, Papa bisa mencoba menuliskannya di buku catatan. Teknik ini sering disebut brain dump, yaitu memindahkan semua isi pikiran ke dalam tulisan.
Cara sederhana ini bisa membantu mengurangi kecemasan di malam hari. Setelah semuanya tertulis, pikiran biasanya terasa lebih lega dan siap untuk beristirahat.
Selain daftar tugas, Papa juga bisa menuliskan hal-hal yang disyukuri hari itu. Kebiasaan ini dapat membantu menutup hari dengan perasaan yang lebih positif.
4. Relaksasi fisik
Papa juga bisa melakukan relaksasi fisik sebelum tidur, seperti mandi air hangat atau melakukan peregangan ringan. Aktivitas ini membantu melemaskan otot yang tegang setelah seharian beraktivitas.
Selain membuat tubuh lebih rileks, peregangan ringan juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur. Tubuh yang nyaman akan lebih mudah masuk ke fase tidur yang dalam.
Relaksasi seperti ini juga membantu memperlambat detak jantung dan membuat tubuh merasa lebih tenang menjelang waktu istirahat.
5. Konsumsi minuman menenangkan
Segelas teh chamomile hangat tanpa kafein bisa menjadi pilihan minuman yang menenangkan sebelum tidur. Minuman ini dikenal memiliki efek relaksasi yang membantu menenangkan saraf.
Selain itu, ritual minum teh hangat juga dapat menjadi sinyal bagi tubuh bahwa waktunya beristirahat. Kebiasaan kecil ini sering kali membuat suasana malam terasa lebih tenang.
Namun, sebaiknya menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh hitam di malam hari agar tidak mengganggu proses tidur.
Membangun evening wind-down habits bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang konsistensi. Mama tidak perlu langsung melakukan semua kebiasaan tersebut sekaligus.
Mama dan Papa bisa memulai dari satu atau dua kebiasaan sederhana yang terasa paling nyaman. Perlahan-lahan, rutinitas ini akan menjadi bagian alami dari keseharian.
Ingat, hari esok yang produktif sebenarnya tidak dimulai saat Mama dan Papa bangun pagi, tetapi dari cara Mama dan Papa menutup hari dengan tenang di malam sebelumnya.
Itulah pembahasan tentang apa itu Evening Wind-Down Habits. Yuk, Ma, mulai sekarang kita atur pola tidur yang berkualitas.