Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Evening Wind-Down Habits? Rahasia Tidur Berkualitas
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
  • Evening wind-down habits adalah rutinitas menenangkan sebelum tidur yang membantu menurunkan stres, meningkatkan produksi melatonin, dan memperbaiki kualitas serta ritme tidur secara alami.
  • Kebiasaan ini penting karena tanpa transisi malam, otak tetap aktif akibat aktivitas harian dan paparan cahaya biru, sehingga tubuh sulit beristirahat dengan optimal.
  • Langkah praktisnya meliputi digital detox, pencahayaan redup, journaling, relaksasi fisik, hingga minum teh hangat tanpa kafein untuk menciptakan suasana tenang sebelum tidur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah Mama merasa sangat lelah setelah seharian beraktivitas, tetapi saat kepala menyentuh bantal, otak justru mendadak “berisik” memikirkan cucian yang belum kering atau tugas yang harus diselesaikan besok pagi?

Fenomena wired but tired ini sering kali terjadi karena kita lupa memberikan waktu bagi tubuh untuk bertransisi dari mode sibuk ke mode istirahat. Di sinilah Evening Wind-Down Habits berperan.

Bukan sekadar tren gaya hidup, rutinitas ini sebenarnya merupakan investasi penting bagi kesehatan mental dan fisik. Dengan rutinitas malam yang tepat, tubuh bisa lebih rileks sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

Nah, Popmama.com telah merangkum pembahasan apa itu Evening Wind-Down Habits? Yuk simak rahasia tidur berkualitas berikut ini.

Apa Itu Evening Wind-Down Habits?

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Evening wind-down habits adalah serangkaian aktivitas menenangkan yang dilakukan secara konsisten sebelum tidur.

Tujuannya adalah untuk menurunkan kadar kortisol (hormon stres) sekaligus merangsang produksi melatonin yang berperan sebagai hormon tidur.

Dengan rutinitas yang tepat, Mama dan Papa tidak hanya bisa tidur lebih cepat, tetapi juga mendapatkan kualitas tidur yang lebih dalam atau deep sleep.

Tidur yang berkualitas ini sangat penting untuk membantu tubuh pulih setelah seharian beraktivitas. Selain itu, kebiasaan ini juga membantu tubuh memiliki ritme tidur yang lebih teratur.

Ketika dilakukan secara konsisten, tubuh akan terbiasa mengenali tanda-tanda bahwa waktu istirahat sudah tiba.

Mengapa Mama dan Papa Membutuhkannya?

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Tanpa adanya jeda transisi sebelum tidur, otak kita sering kali tetap berada dalam mode “waspada”.

Aktivitas sepanjang hari, mulai dari pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga berbagai hal yang belum selesai, bisa membuat pikiran terus bekerja meski tubuh sudah merasa lelah.

Paparan cahaya biru dari ponsel, laptop, atau televisi juga dapat mengganggu ritme alami tubuh. Cahaya ini membuat produksi melatonin menurun sehingga tubuh sulit merasakan kantuk secara alami.

Akibatnya, Mama dan Papa mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur meskipun sudah berbaring di tempat tidur. Bahkan, tidak jarang pikiran justru semakin aktif memikirkan berbagai hal ketika suasana mulai tenang.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, kualitas tidur bisa menurun. mungkin bangun di pagi hari dengan tubuh yang masih terasa lelah, kurang berenergi, dan sulit berkonsentrasi saat menjalani aktivitas.

Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk memulihkan tubuh serta menjaga kesehatan mental. Dengan memiliki rutinitas malam yang menenangkan, tubuh akan lebih mudah beralih dari aktivitas harian menuju fase istirahat.

Rutinitas ini juga membantu memberikan sinyal kepada otak bahwa waktunya untuk memperlambat ritme dan mempersiapkan diri untuk tidur. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat membuat pola tidur menjadi lebih teratur dan berkualitas.

Langkah Praktis Memulai Rutinitas Malam

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Tidak perlu rumit, Mama dan Papa bisa memulai rutinitas ini sekitar 30–60 menit sebelum waktu tidur yang diinginkan.

Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa membantu tubuh lebih rileks sebelum beristirahat.

1. Digital detox

Cobalah menjauhkan ponsel atau perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi melatonin yang dibutuhkan tubuh untuk merasa mengantuk.

Selain itu, mengurangi waktu layar juga membantu pikiran menjadi lebih tenang. Tanpa distraksi dari notifikasi atau media sosial, tubuh akan lebih siap untuk beristirahat.

Kebiasaan ini juga memberi kesempatan bagi otak untuk benar-benar beristirahat dari berbagai informasi yang masuk sepanjang hari.

2. Menciptakan suasana redup

Mama bisa mulai mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur yang lebih temaram. Suasana redup memberikan sinyal alami kepada tubuh bahwa hari sudah mulai berakhir.

Lingkungan kamar yang nyaman juga dapat membantu tubuh lebih cepat merasa rileks. Dengan begitu, Mama akan lebih mudah memasuki fase tidur yang nyenyak.

Beberapa orang juga merasa terbantu dengan menyalakan aromaterapi atau lilin beraroma lembut untuk menciptakan suasana yang lebih menenangkan.

3. Journaling (Brain Dump)

Jika pikiran terasa penuh dengan berbagai hal yang harus dilakukan, Papa bisa mencoba menuliskannya di buku catatan. Teknik ini sering disebut brain dump, yaitu memindahkan semua isi pikiran ke dalam tulisan.

Cara sederhana ini bisa membantu mengurangi kecemasan di malam hari. Setelah semuanya tertulis, pikiran biasanya terasa lebih lega dan siap untuk beristirahat.

Selain daftar tugas, Papa juga bisa menuliskan hal-hal yang disyukuri hari itu. Kebiasaan ini dapat membantu menutup hari dengan perasaan yang lebih positif.

4. Relaksasi fisik

Papa juga bisa melakukan relaksasi fisik sebelum tidur, seperti mandi air hangat atau melakukan peregangan ringan. Aktivitas ini membantu melemaskan otot yang tegang setelah seharian beraktivitas.

Selain membuat tubuh lebih rileks, peregangan ringan juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur. Tubuh yang nyaman akan lebih mudah masuk ke fase tidur yang dalam.

Relaksasi seperti ini juga membantu memperlambat detak jantung dan membuat tubuh merasa lebih tenang menjelang waktu istirahat.

5. Konsumsi minuman menenangkan

Segelas teh chamomile hangat tanpa kafein bisa menjadi pilihan minuman yang menenangkan sebelum tidur. Minuman ini dikenal memiliki efek relaksasi yang membantu menenangkan saraf.

Selain itu, ritual minum teh hangat juga dapat menjadi sinyal bagi tubuh bahwa waktunya beristirahat. Kebiasaan kecil ini sering kali membuat suasana malam terasa lebih tenang.

Namun, sebaiknya menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh hitam di malam hari agar tidak mengganggu proses tidur.

Membangun evening wind-down habits bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang konsistensi. Mama tidak perlu langsung melakukan semua kebiasaan tersebut sekaligus.

Mama dan Papa bisa memulai dari satu atau dua kebiasaan sederhana yang terasa paling nyaman. Perlahan-lahan, rutinitas ini akan menjadi bagian alami dari keseharian.

Ingat, hari esok yang produktif sebenarnya tidak dimulai saat Mama dan Papa bangun pagi, tetapi dari cara Mama dan Papa menutup hari dengan tenang di malam sebelumnya.

Itulah pembahasan tentang apa itu Evening Wind-Down Habits. Yuk, Ma, mulai sekarang kita atur pola tidur yang berkualitas.

Editorial Team