Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa itu Stroke Non Hemoragik? Begini Gejala dan Penyebabnya

Apa itu Stroke Non Hemoragik? Begini Gejala dan Penyebabnya
Freepik/brgfx
Intinya sih...
  • Stroke non-hemoragik terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otak, menyebabkan kerusakan jaringan otak yang berisiko serius.
  • Gejala awal stroke non-hemoragik meliputi kelemahan tubuh, gangguan bicara, perubahan penglihatan, gangguan keseimbangan, dan sakit kepala mendadak.
  • Penyebab stroke non-hemoragik meliputi trombosis, emboli, aterosklerosis, serta faktor risiko tambahan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke kerap dipahami sebagai kondisi darurat dengan perdarahan otak, padahal tidak semua stroke terjadi dengan cara itu. Ada juga stroke non hemoragik yang muncul tanpa perdarahan, sehingga gejalanya sering tidak langsung terasa berat.

Perbedaannya inilah yang membuat banyak orang keliru mengenali tanda awalnya. Tanpa disadari, aliran darah ke otak bisa terganggu secara perlahan.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), jenis ini paling umum, mencapai sekitar 87% dari seluruh kasus stroke.

Berikut Popmama.com telah merangkum apa itu stroke non hemoragik, beserta dengan gejala dan penyebabnya. Simak yuk dibawah ini.

Apa Itu Stroke Non Hemoragik?

Apa itu Stroke Non Hemoragik? Begini Gejala dan Penyebabnya
Freepik/Lifestylememory

Stroke non hemoragik terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat, sehingga sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh trombosis (gumpalan darah di arteri otak), emboli (gumpalan darah dari jantung atau pembuluh lain), atau aterosklerosis (penumpukan plak lemak di pembuluh darah).

Menurut Mayo Clinic, kondisi ini menyebabkan kerusakan jaringan otak yang dapat memengaruhi fungsi tubuh tergantung area otak yang terdampak.

Stroke jenis ini berkembang lebih lambat dibanding stroke hemoragik, tetapi tetap berisiko serius. Tanda awalnya sering ringan dan mudah diabaikan, misalnya kelemahan di lengan atau kaki, atau ucapan yang sedikit berubah.

World Health Organization menegaskan bahwa pemahaman gejala sejak dini menjadi kunci untuk penanganan cepat dan pencegahan komplikasi

5 Gejala Stroke Non Hemoragik

Apa itu Stroke Non Hemoragik? Begini Gejala dan Penyebabnya
Freepik/stockking

Stroke nonhemoragik terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu tanpa pendarahan. Sebelum komplikasi serius muncul, penting untuk mengenali gejala awal yang sering muncul pada tubuh.

Berikut 5 gejala stroke non hemoragik:

  1. Kelemahan atau mati rasa di satu sisi tubuh

Kelemahan biasanya muncul di lengan, kaki, atau wajah di satu sisi tubuh akibat jalur saraf motorik di otak terganggu. Penderita mungkin kesulitan mengangkat tangan, berjalan, atau memegang benda.

Gejala ini muncul mendadak dan bisa bervariasi intensitasnya. Mama atau Papa mungkin melihat seseorang tiba-tiba kesulitan melakukan aktivitas biasa seperti mengangkat cangkir atau menuruni tangga.

Perubahan ini mungkin hanya berlangsung sebentar, tapi tetap menandakan gangguan saraf serius.

  1. Gangguan bicara atau kesulitan memahami

Bagian otak yang mengatur bahasa terganggu, sehingga penderita bicara pelo, sulit merangkai kata, atau sulit memahami ucapan orang lain. Gejala muncul tiba-tiba dan berbeda dari kebiasaan sehari-hari.

Papa mungkin melihat seseorang tampak bingung saat menjelaskan hal sederhana atau menjawab pertanyaan. Perbedaan ini bisa kecil, tapi jika muncul mendadak, menjadi tanda penting.

  1. Gangguan penglihatan

Pandangan kabur, ganda, atau hilang sebagian pada satu mata muncul karena aliran darah ke area penglihatan terganggu. Kadang penderita tidak menyadari ada perubahan pada pandangan.

Contohnya seperti Mama melihat seseorang sulit membaca teks, menonton TV, atau berjalan di tempat baru. Mata tampak tidak sinkron dengan gerakan tubuh, menandakan otak sedang terganggu.

  1. Pusing dan gangguan keseimbangan

Gangguan keseimbangan muncul ketika otak kesulitan mengatur koordinasi tubuh. Penderita bisa merasa pusing, langkahnya sempoyongan, atau mudah tersandung.

Mama menyadari perubahan ini saat berjalan, memegang benda, atau berdiri. Gangguan keseimbangan mendadak berbeda dari vertigo biasa dan sering disertai gejala neurologis lain.

  1. Sakit kepala mendadak

Sakit kepala muncul tiba-tiba dan terasa berbeda dari biasanya. Intensitasnya bisa ringan hingga sedang, sering disertai mual atau sensasi tekanan di kepala. Perubahan perilaku akibat sakit kepala ini bisa terlihat oleh orang di sekitar.

Jika muncul bersamaan dengan gejala lain, ini menjadi tanda adanya gangguan aliran darah ke otak.

4 Penyebab Stroke Non Hemoragik

Apa itu Stroke Non Hemoragik? Begini Gejala dan Penyebabnya
Freepik/wirestock

Banyak orang mengabaikan tanda dan faktor yang memicu stroke non hemoragik. Ini 4 penyebab yang paling sering terjadi, yaitu:

  1. Trombosis (gumpalan darah di arteri otak)

Trombosis terjadi saat gumpalan darah terbentuk di pembuluh otak dan menyumbat aliran darah. Bagian otak di belakang penyumbatan kehilangan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel otak rusak.

Trombosis bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau gaya hidup kurang aktif. Contohnya seperti melihat seseorang tiba-tiba sulit mengangkat lengan atau kesulitan berjalan.

  1. Emboli (gumpalan darah dari jantung atau pembuluh lain)

Emboli terjadi ketika gumpalan darah terbawa dari jantung atau pembuluh lain ke otak dan menyumbat aliran darah. Dampaknya bisa mendadak karena bagian otak yang tersumbat langsung kekurangan oksigen.

Emboli sering dikaitkan dengan gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium. Orang yang sebelumnya sehat bisa tiba-tiba mengalami wajah miring, kesemutan, atau bicara pelo.

  1. Aterosklerosis (penumpukan plak lemak)

Aterosklerosis adalah penumpukan plak di dinding arteri, sehingga darah sulit mengalir. Ketika aliran darah terganggu, risiko terbentuknya gumpalan meningkat, yang dapat memicu stroke.

Faktor ini sering berkembang bertahun-tahun. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, jarang olahraga, atau merokok bisa mempercepat prosesnya. Mama bisa membantu keluarga mengontrol faktor risiko ini sejak dini.

  1. Faktor risiko tambahan

Tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, merokok, dan riwayat penyakit jantung meningkatkan kemungkinan stroke non-hemoragik.

Kondisi ini memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyumbatan. Faktor ini bisa dikontrol dengan pemeriksaan rutin, diet seimbang, olahraga, dan berhenti merokok.

Stroke non hemoragik kerap diawali perubahan kecil pada fungsi tubuh yang tidak terasa mengkhawatirkan. Karena muncul perlahan, banyak orang tidak menyadari risikonya sejak awal.

Setelah mengetahui apa itu stroke non hemoragik, beserta dengan gejala dan penyebabnya, di harapkan Mama dan Papa dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan seimbang.

Kelemahan tubuh, gangguan bicara, perubahan penglihatan, atau pusing mendadak merupakan sinyal penting dari gangguan aliran darah ke otak.

Saat gejala ini muncul bersamaan atau dalam waktu dekat, tubuh sedang memberi tanda serius yang membutuhkan perhatian medis. Maka dari itu, jangan menunda untuk kontrol diri kepada dokter ahlinya, ya, Ma, Pa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Kuliner Non Halal Terdekat di Surabaya, Favorit Pecinta Daging Babi

12 Feb 2026, 10:03 WIBLife