- Terlalu aktif atau melakukan aktivitas berat segera setelah operasi
- Memiliki diabetes
- Mengalami obesitas
- Menderita penyakit paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang menyebabkan batuk kronis
- Menggunakan obat imunosupresan atau kortikosteroid dalam jangka panjang
- Mengalami infeksi pada lokasi operasi
Apa Itu Hernia Insisional? Waspada Benjolan pada Bekas Operasi

- Hernia insisional terjadi ketika jaringan di dalam perut mendorong keluar melalui bekas sayatan operasi, seringkali tidak terasa sakit awalnya.
- Penyebab hernia insisional termasuk aktivitas berat setelah operasi, diabetes, obesitas, infeksi lokasi operasi, dan kondisi paru-paru kronis.
- Hernia insisional berukuran kecil sering tidak menimbulkan gejala jelas, tetapi jika dibiarkan tanpa penanganan dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi serius.
Pernah merasa ada benjolan di bekas luka operasi? Banyak yang menganggapnya hal biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda hernia insisional yang sering muncul setelah operasi di area perut.
Hernia insisional terjadi ketika otot perut belum pulih sempurna, sehingga jaringan di dalam perut mendorong keluar melalui bekas sayatan operasi. Awalnya mungkin tidak terasa sakit, tetapi seiring waktu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Agar kamu lebih memahami kondisi ini dan dapat mengenali gejalanya sejak dini, berikut Popmama.com rangkum informasi lengkap seputar hernia insisional.
Apa Itu Hernia Insisional?

Melansir dari laman Johns Hopkins Medicine, sekitar sepertiga pasien akan mengalami hernia insisi setelah operasi perut. Hernia insisi terjadi di atau dekat sayatan bedah tempat usus, organ, atau jaringan lain menonjol keluar.
Kondisi ini terjadi karena jaringan otot perut belum menutup atau menyatu dengan sempurna setelah tindakan bedah. Akibatnya, tekanan dari dalam perut mendorong jaringan keluar dan membentuk benjolan yang dapat terlihat atau terasa di area bekas operasi.
Biasanya, hernia insisional muncul dalam rentang waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah operasi, seperti operasi caesar, usus buntu, atau jenis operasi perut lainnya.
Apa Penyebab Hernia Insisional?

Menurut Cleveland Clinic, beberapa aktivitas dan kondisi berikut dapat memperlambat penyembuhan luka operasi sekaligus meningkatkan risiko hernia insisional, yaitu:
Kondisi-kondisi tersebut dapat membuat jaringan sulit pulih secara optimal, sehingga area bekas sayatan menjadi lebih rentan mengalami hernia insisional.
Gejala hernia insisional yang perlu Mama perhatikan

Cleveland Clinic juga menyebut, hernia insisional berukuran kecil sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas dan biasanya berukuran sekitar 2 inci atau 5 sentimeter. Karena ukurannya kecil, kondisi ini kerap tidak disadari dan tidak langsung menimbulkan keluhan berarti.
Pada hernia insisional yang lebih besar, yaitu berukuran lebih dari 4 inci atau sekitar 10 sentimeter, keluhan umumnya mulai muncul. Mama dapat merasakan nyeri di area bekas luka operasi yang bisa terasa tajam atau berupa nyeri tumpul, disertai munculnya tonjolan atau benjolan.
Rasa nyeri dan tonjolan biasanya akan lebih terasa saat kamu mengangkat benda berat, batuk, atau bersin. Tonjolan juga cenderung terlihat lebih jelas saat berdiri atau ketika otot perut diberi tekanan, misalnya saat mengejan saat buang air besar.
Apakah Hernia Insisional Berbahaya?

Pada tahap awal, hernia insisional umumnya tidak langsung menimbulkan bahaya serius. Beberapa orang bahkan tidak merasakan keluhan yang berarti selain munculnya benjolan di area bekas luka operasi.
Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, hernia insisional dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi. Salah satunya adalah terjepitnya organ di dalam perut atau inkarserasi, yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan gangguan fungsi organ.
Kondisi yang lebih serius adalah strangulasi, yaitu terganggunya aliran darah ke organ yang terjepit. Keadaan ini memerlukan penanganan medis segera, sehingga deteksi dan pengobatan sejak dini sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih berbahaya.
Nah, itulah informasi seputar hernia insisional yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

















