Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Phantom Traffic? Fenomena Kemacetan yang Misterius

Apa Itu Phantom Traffic? Fenomena Kemacetan yang Misterius
Pexels/Pixabay
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Phantom traffic adalah kemacetan tanpa hambatan fisik yang muncul akibat perilaku mengemudi manusia, terutama saat arus lalu lintas padat dan tidak stabil.
  • Fenomena ini terjadi karena efek riak dari satu mobil yang mengerem mendadak, menciptakan reaksi berantai hingga menyebabkan antrean panjang di belakangnya.
  • Hasil penelitian menunjukkan menjaga jarak aman dan berkendara tenang seperti 'kura-kura' dapat mencegah phantom traffic serta menjaga kelancaran arus kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Macet karena ada penyempitan jalur atau kecelakaan lalu lintas sudah biasa. Tapi pernahkah kamu terjebak kemacetan yang setelah dilewati masih tidak tahu penyebab pastinya? 

Itu bukan cuma firasat semata. Fenomena tersebut ternyata punya nama, yaitu phantom traffic atau kemacetan hantu.  

Meski terdengar misterius, fenomena ini punya penyebab logis yang bahkan sudah dipelajari para ilmuwan sejak lama. Kalau kamu penasaran, coba deh simak penjelasan mengenai apa itu phantom traffic yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

Table of Content

Pengertian Phantom Traffic

Pengertian Phantom Traffic

Apa Itu Phantom Traffic
Pexels/Mikechie Esparagoza

Sederhananya, phantom traffic adalah kemacetan yang muncul tanpa adanya hambatan fisik di jalan. Tidak ada kecelakaan, kendaraan mogok, atau proyek perbaikan jalan, tapi antrean kendaraan bisa terbentuk dengan sendirinya.

Publikasi ScienceDirect menjelaskan bahwa phantom traffic terjadi murni akibat perilaku mengemudi manusia, tanpa adanya faktor eksternal atau hambatan fisik yang jelas di jalan raya.

Biasanya kondisi ini terjadi ketika jalan sedang cukup padat, tapi kendaraan masih terus bergerak. Dalam situasi seperti itu, gangguan sekecil apapun bisa memicu ketidakstabilan arus lalu lintas

Situasi ini berujung pada perlambatan kecil dari satu mobil bisa berubah menjadi antrean panjang yang menjalar ke belakang, sehingga seolah-olah ada penghalang tidak terlihat di depan jalan.

Berawal dari Satu Mobil yang Mengerem Mendadak

Apa Itu Phantom Traffic
Pexels/Ketut Subiyanto

Kalau diibaratkan, terbentuknya phantom traffic mirip seperti efek domino. Semuanya bisa dimulai hanya karena satu pengemudi mengerem sedikit lebih keras dari biasanya.

Dilansir dari dari Monash University, phantom traffic dipicu oleh efek riak atau gelombang kejut (shockwave) yang bergerak mundur berlawanan dengan arah laju kendaraan.

Saat satu mobil mengurangi kecepatan secara mendadak, pengemudi di belakangnya otomatis akan mengerem agar tidak terlalu dekat. Pengemudi berikutnya melakukan hal yang sama, bahkan sering kali mengerem lebih kuat. 

Reaksi berantai inilah yang terus menyebar hingga beberapa kilometer ke belakang. Akibatnya, pengendara yang berada jauh dari sumber awal perlambatan bisa saja berhenti total tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di depan.

Jarak Antar Mobil Ternyata Sangat Berpengaruh

Apa Itu Phantom Traffic
Pexels/Life Of Pix

Para ahli penelitian publikasi ResearchGate melakukan simulasi melalui pemodelan perilaku berkendara menggunakan simulasi perangkat lunak MATLAB untuk memahami lebih dalam terkait fenomena ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan berkendara yang terlalu rapat membuat arus lalu lintas menjadi lebih mudah terganggu. Dari simulasi tersebut diketahui bahwa kestabilan lalu lintas sangat bergantung pada kemampuan pengemudi menjaga jarak aman. 

Ketika kendaraan terlalu berdekatan, perlambatan kecil saja sudah cukup untuk memicu gangguan yang lebih besar. Sebaliknya, jarak yang cukup memberi ruang bagi pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan, jadi kemacetan tidak mudah terbentuk.

Makanya, menjaga jarak berkendara bukan hanya soal keselamatan, tapi juga membantu menjaga kelancaran arus kendaraan secara keseluruhan.

Gaya Berkendara Menentukan Arus Lalu Lintas

Apa Itu Phantom Traffic
Pexels/Ron Lach

Menariknya, lembaga keselamatan transportasi, Vias Institute menggunakan kisah kura-kura dan kelinci untuk menggambarkan gaya berkendara yang berbeda di jalan raya.

Mereka memaparkan bahwa pengemudi dengan tipe "kelinci" yang agresif, suka memacu kecepatan tinggi, serta sering berpindah jalur secara mendadak merupakan pemicu utama lahirnya phantom traffic.

Berbeda dengan tipe tersebut, pengemudi "kura-kura" yang berkendara dengan kecepatan konstan, tenang, dan sengaja menyisakan ruang jarak yang lebar di depannya bertindak sebagai peredam gelombang kejut yang sangat efektif untuk meredakan kepadatan jalan.

Artinya, berkendara dengan tenang dan tidak terlalu agresif justru bisa membantu menjaga lalu lintas tetap lancar.

Kebiasaan sederhana ini ternyata punya peran besar dalam mencegah munculnya phantom traffic yang sering membuat banyak orang kesal di jalan.

Itu tadi jawaban lengkap seputar apa itu phantom traffic. Kalau kamu tipe pengemudi kelinci atau kura-kura nih? 

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More