Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Saja Perawatan Artritis yang Bisa Dilakukan? Ini Caranya!
istockphoto/stefarmerpik

Intinya sih...

  • Perawatan artritis dimulai dengan obat untuk mengontrol nyeri dan peradangan, namun obat bukan penyembuh melainkan pengendali gejala.

  • Pengobatan khusus sesuai jenis artritis membutuhkan kesabaran karena perubahan tidak langsung terasa, konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan.

  • Terapi fisik, aktivitas fisik ringan, perubahan kebiasaan sehari-hari, pola makan sehat, alat bantu, dan tindakan medis lanjutan juga diperlukan dalam perawatan artritis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama dan Papa mungkin pernah melihat orang terdekat mengeluh sendinya nyeri hampir setiap hari, tapi tetap memaksakan diri beraktivitas. Kadang nyerinya datang pagi hari saat bangun tidur, kadang muncul setelah duduk terlalu lama.

Ada hari ketika rasa sakit itu terasa ringan, tapi di hari lain justru bikin sulit bergerak. Kondisi seperti ini sering dianggap wajar karena usia atau kelelahan, padahal bisa jadi itu tanda artritis yang perlu perhatian khusus.

Saat mendengar kata artritis, banyak orang langsung membayangkan penyakit sendi yang harus diterima begitu saja. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa artritis dapat dikendalikan dengan perawatan yang tepat dan berkelanjutan. Kira-kira apa saja ya perawatan artritis yang bisa dilakukan?

Berikut ini, Popmama.com akan menjelaskan tentang apa saja perawatan artritis yang bisa dilakukan. Yuk simak dibawah ini.

1. Menggunakan obat untuk mengontrol nyeri dan peradangan

Freepik/freepik

Perawatan artritis umumnya diawali dengan pemberian obat untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan. Nyeri yang terus dibiarkan bisa membuat penderita enggan bergerak dan akhirnya memperburuk kekakuan sendi.

Dengan bantuan obat, pasien tetap bisa menjalani aktivitas ringan tanpa rasa sakit berlebihan. Ini penting agar sendi tidak “diam” terlalu lama. Namun Mama dan Papa perlu memahami bahwa obat bukan penyembuh artritis, melainkan pengendali gejala.

Obat bekerja membantu menenangkan peradangan, bukan menghilangkan penyebab penyakit sepenuhnya. Karena itu, obat harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan bisa menimbulkan efek samping. Rutin kontrol membantu memastikan obat tetap aman dan efektif.

2. Pengobatan khusus sesuai jenis artritis

Freepik/krakenimages.com

Setiap jenis artritis membutuhkan penanganan yang berbeda. Pada kondisi tertentu, dokter akan meresepkan obat yang bekerja langsung pada sistem kekebalan tubuh.

Tujuannya menekan peradangan yang bersumber dari gangguan autoimun. Obat jenis ini tidak bekerja cepat dan membutuhkan waktu. Mama dan Papa mungkin merasa khawatir karena perubahannya tidak langsung terasa.

Hal ini wajar karena obat bekerja secara bertahap. Justru konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan. Jika pengobatan dihentikan mendadak, peradangan bisa kambuh dan merusak sendi lebih cepat. Karena itu, kesabaran sangat diperlukan dalam proses ini.

3. Terapi fisik untuk menjaga kelenturan sendi

istockphoto/Moyo Studio

Terapi fisik sering kali menjadi bagian penting dalam perawatan artritis. Terapi dirancang untuk menjaga sendi tetap bergerak dengan aman. Gerakan yang tepat membantu mencegah kekakuan dan meningkatkan kekuatan otot di sekitar sendi.

Dengan otot yang lebih kuat, sendi menjadi lebih stabil saat digunakan. Mama dan Papa sebaiknya mendampingi pasien saat menjalani terapi. Dukungan sederhana, seperti menemani latihan atau memberi semangat, sangat berarti.

Terapi yang dilakukan secara rutin bisa mengurangi nyeri dalam jangka panjang. Pasien pun lebih percaya diri untuk bergerak. Semakin sendi digunakan dengan benar, semakin baik fungsinya terjaga.

4. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin

Freepik/tirachard

Banyak penderita artritis takut bergerak karena khawatir nyeri bertambah. Padahal terlalu lama diam justru membuat sendi makin kaku. Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan aliran darah dan menjaga fleksibilitas sendi.

Jalan santai, peregangan ringan, atau aktivitas rumah sederhana bisa menjadi pilihan. Mama dan Papa tidak perlu memaksakan olahraga berat, yang terpenting adalah konsistensi, bukan intensitas.

Aktivitas kecil yang dilakukan setiap hari jauh lebih bermanfaat daripada olahraga berat sesekali, dengan tubuh yang tetap aktif, nyeri biasanya lebih mudah dikendalikan.

5. Mengubah kebiasaan sehari-hari

Freepik/Freepik

Perawatan artritis sangat dipengaruhi oleh kebiasaan harian. Duduk terlalu lama, sering jongkok, atau mengangkat barang berat dapat memperparah nyeri sendi.

Karena itu, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dari perawatan. Hal-hal kecil seperti posisi duduk dan cara bergerak perlu diperhatikan. Mama dan Papa bisa membantu dengan menciptakan rutinitas yang lebih ramah sendi.

Mengatur waktu istirahat dan aktivitas secara seimbang sangat membantu. Menjaga berat badan ideal juga mengurangi tekanan pada sendi. Perubahan kecil ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi dampaknya besar dalam jangka panjang.

6. Pola makan sehat untuk mendukung kesehatan sendi

Freepik/KamranAydinov

Apa yang dikonsumsi sehari-hari ikut memengaruhi kondisi peradangan dalam tubuh. Pola makan sehat membantu mengontrol peradangan dan menjaga kesehatan sendi. Konsumsi sayur, buah, dan sumber lemak sehat dianjurkan untuk penderita artritis.

Tubuh pun menjadi lebih bertenaga menjalani aktivitas dan sebaiknya mulai membatasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh. Jenis makanan ini dapat memicu peradangan dan memperberat nyeri.

Pola makan seimbang membantu perawatan medis bekerja lebih optimal. Meski tidak menyembuhkan, pola makan sehat membantu menjaga kondisi sendi tetap stabil.

7. Menggunakan alat bantu untuk melindungi sendi

Freepik/Freepik

Pada kondisi tertentu, alat bantu sangat membantu mengurangi beban pada sendi. Penyangga sendi atau alat bantu jalan membantu pasien bergerak lebih aman. Banyak orang enggan menggunakannya karena merasa tidak nyaman.

Padahal alat bantu justru membantu menjaga sendi tetap berfungsi dan sebagai bentuk perlindungan. Dengan alat yang tepat, pasien bisa tetap aktif tanpa memaksakan sendi.

Resiko jatuh dan cedera pun berkurang. Dalam jangka panjang, alat bantu membantu mencegah kerusakan sendi yang lebih parah.

8. Tindakan medis lanjutan bila perawatan lain tidak cukup

Freepik/jcomp

Jika berbagai perawatan sudah dijalani tetapi nyeri tetap mengganggu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan lanjutan. Keputusan ini tidak diambil secara terburu-buru. Biasanya dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sendi dan dampaknya pada kualitas hidup pasien.

Mama dan Papa akan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dokter akan menjelaskan manfaat dan resikonya secara terbuka. Tujuan utamanya tetap meningkatkan kenyamanan dan kemampuan bergerak pasien. 

Mama dan Papa, merawat artritis memang membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Prosesnya tidak selalu mulus dan sering naik turun. Namun dengan perawatan yang tepat dan dukungan keluarga, nyeri bisa dikendalikan dan aktivitas tetap berjalan.

Perubahan kecil yang dilakukan setiap hari punya dampak besar bagi kesehatan sendi. Artritis bukan akhir dari aktivitas, melainkan pengingat bahwa tubuh perlu dirawat dengan lebih bijak. Selama ada usaha dan pendampingan, harapan untuk hidup lebih nyaman selalu ada.

Nah, sekarang Mama dan Papa sudah mengetahui nih apa saja perawatan artritis yang bisa dilakukan. Yuk, mulai jaga dan konsisten dalam menjalankan perawatan artritis agar sendi dan tulang dapat berfungsi kembali dengan baik dan sehat.

Editorial Team