Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh? Cari Jawabannya di Sini!

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh? Cari Jawabannya Disini!
istockphoto/bymuratdeniz
Intinya sih...
  • Herpes genital tidak dapat disembuhkan secara total karena virus menetap dalam keadaan laten di saraf.
  • Virus herpes sering kambuh akibat stres fisik atau emosional, sistem imun menurun, kurang tidur, dan faktor lainnya.
  • Obat antivirus saat ini tidak dapat menghilangkan virus, namun penelitian terus berkembang untuk mencari terapi yang bisa mengendalikan virus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penelitian dari WHO menunjukkan bahwa herpes bukanlah penyakit yang “sekadar timbul di kulit”. Begitu virus masuk, ia akan melewati lapisan kulit, bergerak ke ujung saraf, lalu “bermigrasi” ke ganglion saraf di panggul.

Di sinilah herpes menjadi infeksi yang sangat berbeda dari yang lain: tubuh tidak bisa menjangkau virus secara tuntas karena HSV berdiam di lingkungan yang tidak dapat diserang penuh oleh sistem imun maupun obat-obatan.

Banyak orang bertanya: apakah herpes genital bisa sembuh total? Apakah ada cara menghilangkan virusnya dari tubuh? Atau apakah hanya bisa dikontrol selamanya?

Agar kamu tidak meneak-nebak, Popmama.com akan membahas tentang apakah herpes genital bisa sembuh? Yuk simak pembahasannya dibawah ini.

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh?

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh? Cari Jawabannya Disini!
Istock/Korrawin

Secara medis, herpes genital tidak dapat disembuhkan secara total karena virus menetap dalam keadaan laten di saraf. Namun pemahaman tentang “bisa sembuh atau tidak” perlu dibahas lebih dalam.

Belum ada terapi yang bisa menghilangkan HSV 100%. Namun penelitian ke arah “functional cure” (virus tidak aktif seumur hidup) terus berkembang.

a. Bagaimana virus herpes bekerja di dalam tubuh?

Setelah seseorang terinfeksi, virus HSV akan:

  1. Menginfeksi kulit atau mukosa.
  2. Masuk ke ujung saraf sensorik.
  3. Bergerak menuju ganglion saraf (misalnya, sacral ganglion untuk infeksi genital).
  4. “Tidur” atau berada dalam fase laten.

Pada fase laten inilah tubuh tidak dapat mengenali virus sebagai ancaman. Itulah alasan mengapa HSV tidak bisa sepenuhnya dihapus oleh sistem imun.

b. Apa yang membuat herpes sering kambuh?

Ketika aktif, virus kembali ke permukaan kulit melalui jalur saraf yang sama dan menyebabkan gejala, mulai dari sensasi kesemutan, panas, nyeri, hingga lepuhan.

Menurut penelitian, virus yang tidur bisa aktif kembali akibat:

  • stres fisik atau emosional
  • sistem imun menurun
  • kurang tidur
  • infeksi lain
  • iritasi kulit atau gesekan pada area genital
  • menstruasi
  • paparan sinar UV (lebih umum pada HSV-1)

c. Apa kata penelitian global?

Mama mungkin bertanya-tanya bagaimana menurut penelitian global? Frekuensi kambuh cenderung menurun setiap tahun, bahkan beberapa orang tidak mengalami kambuh lagi setelah beberapa tahun.

WHO mencatat bahwa sekitar dua pertiga orang dewasa di dunia membawa HSV (baik HSV-1 atau HSV-2) dan sebagian besar tidak mengalami gejala.

CDC menekankan bahwa herpes tidak merusak organ, tidak menyebabkan kanker, dan tidak membuat tubuh semakin lemah, sehingga banyak pasien bisa hidup normal tanpa keluhan.

Dengan kata lain, virusnya tetap ada, tetapi aktivitasnya bisa sangat minimal hingga nyaris tidak mengganggu. Namun perlu diingat, bahwa virus ini bisa kambuh kapan saja.

Apakah Ada Pengobatan yang Dapat Menghilangkan Virusnya?

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh? Cari Jawabannya Disini!
Freepik/freepik

a. Obat antivirus saat ini tidak dapat menghilangkan virus

Obat antivirus tidak dapat menyentuh virus yang sedang bersembunyi di saraf. Inilah alasan virus tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Obat standar seperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir bekerja dengan cara:

  • menghentikan virus memperbanyak diri saat sedang aktif
  • mempercepat penyembuhan luka
  • mengurangi durasi dan intensitas kambuh
  • menurunkan risiko penularan ke pasangan
  • menekan aktivitas virus jika digunakan setiap hari

b. Apakah ada obat yang sedang diteliti untuk “menyembuhkan total”?

Jawabannya ada, dan ini salah satu bidang penelitian yang paling intens saat ini. Beberapa pendekatan yang sedang dikembangkan:

  • Vaksin terapeutik (bukan untuk mencegah, tapi untuk “mengendalikan”)

Penelitian vaksin seperti GEN-003, HSV529, dan beberapa kandidat baru menunjukkan bahwa vaksin bisa mengurangi aktivitas virus dan frekuensi kambuh. Tapi belum ada yang memberikan hasil “penghapusan total”.

  • Terapi gen CRISPR

Beberapa studi eksperimental mencoba menghapus DNA virus dari neuron dengan teknologi gene editing. Hasilnya menjanjikan, tetapi masih sebatas penelitian tahap awal.

  • Immunotherapy

Menggunakan pendekatan untuk “mengajarkan” imun tubuh agar lebih cepat menyerang virus aktif. Efektif untuk mengurangi gejala, tapi belum bisa menghilangkan virus laten.

Cara Pencegahan Herpes Genital

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh? Cari Jawabannya Disini!
istockphoto/Ridofranz

Meskipun tidak dapat disembuhkan total, herpes adalah infeksi yang bisa sangat dikendalikan dan dicegah dengan langkah-langkah yang tepat. Berikut langkah yang bisa diterapkan, antara lain:

  • Menggunakan kondom atau pelindung lateks : tidak melindungi 100%, tetapi menurunkan risiko kontak kulit-ke-kulit secara signifikan.
  • Menghindari hubungan seksual saat ada gejala : saat kambuh atau menjelang kambuh (kesemutan, panas, gatal), risiko penularan sangat tinggi.
  • Terapi antivirus harian untuk pasangan tetap : bagi pasangan monogami, terapi suppressive terbukti menurunkan risiko penularan ke pasangan sekitar 50% atau lebih.
  • Komunikasi dan edukasi seksual yang sehat : herpes sering dianggap tabu, padahal edukasi membantu pasangan mengambil keputusan yang aman.
  • Menjaga sistem imun : imunitas kuat = risiko kambuh jauh lebih rendah.
  • Menghindari kontak kulit-ke-kulit pada area yang terinfeksi : karena herpes menular dari kulit, bukan dari cairan tubuh saja.

Herpes genital memang tidak bisa disembuhkan secara total menurut ilmu kedokteran saat ini. Virusnya menetap di saraf dan dapat aktif sewaktu-waktu, meski frekuensinya dapat menurun drastis seiring waktu.

Namun kabar baiknya adalah gejalanya sangat bisa dikendalikan, kualitas hidup bisa tetap normal, dan risiko penularan bisa ditekan dengan pengobatan yang tepat, edukasi yang benar, dan gaya hidup sehat.

Di masa depan, penelitian terapi gen, vaksin terapeutik, dan imunomodulator memberi harapan besar bahwa suatu hari nanti herpes genital mungkin tidak lagi menjadi infeksi laten yang menetap selamanya.

Untuk saat ini, pengetahuan adalah kunci semakin kamu memahami cara kerja virus ini, semakin mudah mengontrolnya. Sekarang Mama sudah mendapatkan jawaban apakah herpes genital bisa sembuh. Jadi jangan khawatir ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Berapa Biaya Operasi Hernia? Ini Kisaran Harganya

10 Jan 2026, 16:03 WIBLife