Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Bikin Resah, Apakah Trust Issue Bisa Sembuh?
Pexels/Doci
  • Trust issue bisa disembuhkan karena bukan sifat bawaan, melainkan respons emosional akibat pengalaman masa lalu yang menyakitkan.
  • Penyembuhan dimulai dari mengenali akar ketakutan dan belajar mempercayai diri sendiri agar rasa curiga berlebihan perlahan berkurang.
  • Komunikasi jujur serta dukungan profesional seperti terapi membantu membangun kembali kepercayaan dan menciptakan hubungan yang lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kadang orang susah percaya karena dulu pernah disakiti. Mereka jadi takut dibohongi lagi. Tapi katanya itu bisa sembuh pelan-pelan. Orang harus belajar percaya sama diri sendiri dulu, lalu bicara jujur sama orang lain. Kalau masih susah, bisa minta tolong psikolog supaya hati jadi tenang dan bisa percaya lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan pandangan optimistis bahwa masalah kepercayaan bukanlah kondisi permanen, melainkan respons emosional yang dapat dipulihkan. Dengan memahami akar luka masa lalu, belajar mempercayai diri sendiri, berkomunikasi jujur dalam hubungan, dan bila perlu dibantu terapi profesional, seseorang memiliki peluang nyata untuk kembali merasakan ketenangan dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah dibohongi, dikhianati, atau dikecewakan oleh orang lain? Pengalaman seperti itu sering kali membuat seseorang jadi lebih berhati-hati saat menjalin interaksi dengan orang lain. 

Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya sulit percaya karena takut mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Kondisi ini belakangan lebih dikenal dengan istilah trust issue

Sekilas, sikap tersebut memang terlihat seperti bentuk perlindungan diri. Namun, kalau rasa curiga itu terlalu berlebihan, dampaknya justru bisa membuat hubungan dengan pasangan, teman, bahkan keluarga menjadi tidak sehat. 

Lantas, apakah kondisi ini bisa sembuh? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com telah menyiapkan penjelasan lengkap yang akan menjawab apakah trust issue bisa sembuh. Simak berikut ini. 

Apakah Trust Issue Bisa Sembuh?

Pexels/RDNE Stock project

Trust issue sangat mungkin bisa disembuhkan. Menurut Cleveland Clinic, masalah kepercayaan bukanlah sifat bawaan yang akan menetap seumur hidup.

Kondisi ini merupakan respons emosional yang terbentuk setelah seseorang mengalami luka atau kekecewaan di masa lalu.

Artinya, rasa curiga yang muncul terus-menerus bukan berarti ada yang salah dengan diri kamu. Pola tersebut terbentuk karena otak berusaha melindungi diri agar tidak terluka lagi. 

Meski membutuhkan waktu, perubahan tersebut bisa sangat mungkin terjadi secara bertahap.

Kenali Asal Rasa Takut

Pexels/Nguyễn Mẫn

Kadang-kadang, rasa sulit percaya kepada orang lain sebenarnya tidak muncul begitu saja. Ada pengalaman tertentu yang menjadi akar dari masalah tersebut. 

Mengutip dari Seattle Neurocounseling, trust issue sering disebabkan oleh pengalaman dikhianati, ditolak secara emosional, atau pola pengasuhan yang tidak konsisten sejak kecil.

Itu sebabnya, salah satu langkah penting dalam proses penyembuhan adalah memahami apa yang sebenarnya pernah terjadi untuk membedakan antara ancaman yang benar-benar ada saat ini dengan ketakutan yang berasal dari pengalaman masa lalu.

Belajar Percaya Lagi pada Diri Sendiri

Pexels/JESSICA TICOZZELLI

Menariknya, membangun kepercayaan kepada orang lain harus dimulai dari diri sendiri. 

Publikasi Amy Anderson Therapy menjelaskan bahwa penyembuhan trust issue sangat berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk kembali mempercayai penilaian dan instingnya sendiri.

Selama ini, banyak orang yang pernah terluka justru menyalahkan diri sendiri karena merasa gagal melihat tanda-tanda pengkhianatan. Akibatnya, mereka menjadi ragu terhadap keputusan dan perasaan mereka sendiri. 

Ketika seseorang sudah lebih yakin dengan dirinya, rasa takut terhadap kemungkinan disakiti cenderung akan berkurang. Kalau sekalipun kekecewaan terjadi lagi, kamu punya kemampuan untuk bangkit dan melewatinya.

Komunikasi yang Jujur Bisa Membantu Memperbaiki Hubungan

Pexels/Alena Darmel

Kalau trust issue terjadi di tengah hubungan yang sedang berjalan, komunikasi menjadi hal yang sangat penting. 

IE Couples Counseling menjelaskan, rasa cemas dan keraguan sebaiknya disampaikan secara terbuka tanpa harus menyalahkan atau menyerang pasangan.

Hubungan yang sehat tidak menuntut seseorang untuk langsung percaya seratus persen. Sebaliknya, kepercayaan dibangun sedikit demi sedikit melalui komunikasi yang jujur dan perilaku yang konsisten. 

Di satu sisi, orang yang memiliki trust issue belajar untuk lebih terbuka mengenai apa yang dirasakannya. Di sisi lain, pasangan juga berperan dalam menciptakan rasa aman melalui sikap yang dapat dipercaya. 

Dengan begitu, tembok kecurigaan yang selama ini terbentuk bisa perlahan mulai runtuh.

Pemulihan dengan Terapi Profesional

Pexels/Timur Weber

Bagi sebagian orang, menyembuhkan luka kepercayaan bukanlah hal yang mudah dilakukan sendirian. Apalagi kalau pengalaman yang dialami meninggalkan trauma yang cukup dalam. 

Karena itu, Seattle Neurocounseling menyarankan untuk melibatkan bantuan profesional seperti psikolog atau terapis.

Melalui terapi yang terstruktur, misalnya Terapi Perilaku Kognitif (CBT), seseorang dapat belajar memahami pola pikir yang selama ini memicu rasa curiga berlebihan. 

Selain itu, terapi juga membantu memproses pengalaman menyakitkan dengan cara yang lebih sehat, mengelola emosi dengan lebih baik, serta membangun kembali kemampuan untuk mempercayai orang lain secara bertahap. 

Itulah penjelasan mengenai apakah trust issue bisa sembuh. Meski prosesnya tidak instan, rasa percaya yang sempat hilang bukan berarti tidak bisa kembali. 

Dengan waktu, kesabaran, dan dukungan yang tepat, kamu tetap bisa membangun hubungan yang sehat dan lebih tenang di masa depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article