Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal Usul Crab Stick, Benarkah dari Daging Kepiting?
Pinterest/YumOfChinacom
  • Crab stick umumnya bukan daging kepiting asli, melainkan surimi dari ikan seperti pollock yang diproses hingga menyerupai serat kepiting; sebagian produsen menambahkan sedikit ekstrak kepiting.
  • Surimi menyusun sekitar 35–50 persen produk, lalu dicampur air, pati, protein tambahan, gula atau sorbitol, minyak nabati, dan garam sebelum dimasak, dibentuk, dikemas, serta dipasteurisasi.
  • Produk yang sudah matang ini tersedia sebagai stik, potongan, serpihan, atau suwiran dan praktis digunakan untuk sushi, salad, saus, tumisan, pasta, casserole, maupun hidangan seafood.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Crab stick yang mirip daging kepiting ternyata biasanya bukan dari kepiting asli. Makanan ini dibuat dari ikan yang dihaluskan, namanya surimi. Lalu ditambah bahan lain dan dibentuk seperti serat kepiting. Crab stick sudah matang, jadi bisa langsung dimakan atau dimasukkan ke sushi, salad, pasta, dan tumisan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Crab stick menjadi salah satu bahan makanan yang cukup populer dan mudah ditemukan dalam berbagai sajian, seperti sushi, salad, hingga hidangan khas Asia lainnya.

Dengan bentuk menyerupai potongan daging kepiting, makanan ini sering kali membuat banyak orang penasaran mengenai bahan dasar sebenarnya.

Lantas, bagaimana awal mula crab stick dibuat dan mengapa makanan ini bisa memiliki tampilan seperti kepiting?

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan mengenai asal usul crab stick dilansir dari Healthline. Yuk, disimak!

Apa Itu Crab Stick?

Pexels.com/Hải Hòa Lê Trần

Crab stick yang sering kita temukan dalam berbagai hidangan ternyata bukan terbuat dari daging kepiting asli.

Makanan ini dibuat menggunakan surimi, yaitu daging ikan yang sudah melalui proses pemisahan tulang, pencucian, hingga penghalusan sampai menghasilkan tekstur seperti pasta.

Setelah itu, surimi akan dicampur dengan bahan tambahan lain, lalu diolah dengan cara dipanaskan dan dibentuk menyerupai serat daging kepiting. Meski termasuk dalam kategori olahan seafood, crab stick umumnya tidak mengandung kepiting asli.

Beberapa produsen hanya menambahkan sedikit ekstrak kepiting untuk memberikan aroma dan rasa yang lebih mirip dengan kepiting. 

Jenis ikan yang sering digunakan sebagai bahan dasar surimi adalah pollock karena memiliki rasa yang ringan serta warna yang cenderung netral.

Di beberapa negara, produk ini dapat ditemukan dengan berbagai label, seperti “imitation crab” atau campuran protein ikan dengan kepiting.

Sementara itu di Jepang, makanan berbahan dasar surimi dikenal dengan nama kamaboko.

Saat disajikan di restoran, crab stick juga terkadang ditulis sebagai “krab” untuk menunjukkan bahwa makanan tersebut merupakan kepiting imitasi.

Beragam Bahan di Balik Pembuatan Crab Stick

Pinterest/kaskaval

Selain surimi, crab stick juga dibuat dari berbagai bahan tambahan lainnya untuk menghasilkan tekstur, rasa, serta tampilan yang menyerupai daging kepiting.

Surimi sendiri menjadi bahan utama yang biasanya menyusun sekitar 35–50 persen dari keseluruhan produk. Salah satu bahan yang digunakan adalah air untuk membantu mendapatkan tekstur yang pas sekaligus menjaga biaya produksi.

Selain itu, terdapat pati dari kentang, gandum, jagung, atau tapioka yang berfungsi membuat tekstur surimi lebih padat dan membantu produk tetap stabil saat dibekukan.

Crab stick juga dapat mengandung protein tambahan, seperti putih telur atau kedelai, yang membantu meningkatkan kandungan protein sekaligus memberikan tekstur, warna, dan tampilan yang lebih menarik.

Sementara itu, gula dan sorbitol ditambahkan agar produk tetap memiliki kualitas baik setelah proses pembekuan dan pencairan, sekaligus memberikan sedikit rasa manis.

Beberapa produsen turut menggunakan minyak nabati, seperti minyak bunga matahari atau minyak kedelai, untuk menjaga tekstur, warna putih, serta memperpanjang masa simpan.

Garam juga berperan penting dalam membentuk tekstur kenyal khas crab stick dan memperkuat cita rasanya.

Setelah seluruh bahan tercampur, adonan crab stick kemudian dimasak, dibentuk sesuai tampilan yang diinginkan. Kemudian dikemas secara kedap udara, dan melalui proses pasteurisasi untuk mengurangi risiko bakteri berbahaya.

Praktis Diolah dalam Berbagai Hidangan

Instagram.com/norecipes

Salah satu alasan crab stick banyak digunakan adalah cara pengolahannya yang mudah dan praktis. Produk ini sudah matang sehingga dapat langsung dikonsumsi maupun diolah kembali menjadi berbagai hidangan.

Di pasaran, crab stick tersedia dalam beberapa bentuk, seperti stik, potongan kecil, serpihan, hingga suwiran. Crab stick kerap menjadi pelengkap untuk makanan dingin, seperti sushi, salad, olesan, atau saus cocolan.

Tak hanya itu, bahan ini juga bisa dikreasikan dalam menu hangat, mulai dari tumisan, pasta, casserole, hingga hidangan berbahan seafood lainnya.

Itu dia penjelasan mengenai asal usul crab stick yang perlu kamu ketahui. Jadi, jangan keliru lagi, ya. Meski memiliki nama dan tampilan seperti kepiting, crab stick bukan terbuat dari daging kepiting asli.

Curated For You

Editorial Team

Related Article