Selain surimi, crab stick juga dibuat dari berbagai bahan tambahan lainnya untuk menghasilkan tekstur, rasa, serta tampilan yang menyerupai daging kepiting.
Surimi sendiri menjadi bahan utama yang biasanya menyusun sekitar 35–50 persen dari keseluruhan produk. Salah satu bahan yang digunakan adalah air untuk membantu mendapatkan tekstur yang pas sekaligus menjaga biaya produksi.
Selain itu, terdapat pati dari kentang, gandum, jagung, atau tapioka yang berfungsi membuat tekstur surimi lebih padat dan membantu produk tetap stabil saat dibekukan.
Crab stick juga dapat mengandung protein tambahan, seperti putih telur atau kedelai, yang membantu meningkatkan kandungan protein sekaligus memberikan tekstur, warna, dan tampilan yang lebih menarik.
Sementara itu, gula dan sorbitol ditambahkan agar produk tetap memiliki kualitas baik setelah proses pembekuan dan pencairan, sekaligus memberikan sedikit rasa manis.
Beberapa produsen turut menggunakan minyak nabati, seperti minyak bunga matahari atau minyak kedelai, untuk menjaga tekstur, warna putih, serta memperpanjang masa simpan.
Garam juga berperan penting dalam membentuk tekstur kenyal khas crab stick dan memperkuat cita rasanya.
Setelah seluruh bahan tercampur, adonan crab stick kemudian dimasak, dibentuk sesuai tampilan yang diinginkan. Kemudian dikemas secara kedap udara, dan melalui proses pasteurisasi untuk mengurangi risiko bakteri berbahaya.