Memiliki warna yang berbeda dari cokelat pada umumnya, white chocolate sering kali membuat banyak orang penasaran dengan bahan dasar dan sejarah di balik pembuatannya.
Asal Usul White Chocolate, Si Manis Berwarna Putih

Sejarah white chocolate berawal dari inovasi Henri Nestlé dan Daniel Peter pada 1875 saat mengembangkan cokelat susu, didukung pengalaman Nestlé mengolah produk berbahan susu.
Pengembangan Nestrovit bersama Roche kemudian diubah menjadi camilan batangan, membuka jalan bagi Milkybar atau Galak sebagai salah satu white chocolate bar awal yang dikenal luas.
White chocolate berbahan utama cocoa butter, gula, susu bubuk, dan vanila; prosesnya meliputi ekstraksi, pencampuran, conching, tempering, pencetakan, hingga pengemasan untuk menghasilkan rasa manis dan creamy.
Rasanya yang manis dengan tekstur lembut membuat cokelat putih ini kerap digunakan dalam berbagai kreasi makanan dan minuman. Namun, tahukah kamu bahwa white chocolate memiliki cerita panjang sebelum dikenal luas seperti sekarang?
Untuk lebih jelasnya, kita simak penjelasan Popmama.com tentang asal usul white chocolate yang wajib kamu ketahui.
Table of Content
Berawal dari Eksperimen Henri Nestlé dan Daniel Peter

Pexels.com/Elli Melansir dari Tasting Table, sejarah white chocolate bermula dari inovasi Henri Nestlé, ahli kimia asal Swiss yang dikenal lewat berbagai pengembangan produk berbahan dasar susu.
Pada 1875, Nestlé bersama pengusaha Daniel Peter mulai mengembangkan milk chocolate atau cokelat susu, yang kemudian menjadi salah satu langkah awal menuju terciptanya white chocolate.
Sebelum menciptakan white chocolate, Nestlé telah lebih dulu mengembangkan susu kental manis (condensed milk) dan farine lactée, yaitu olahan tepung susu yang digunakan sebagai makanan bayi.
Berbekal pengalaman tersebut, ia terus mengeksplorasi cara mengolah susu menjadi produk yang lebih beragam.
Inovasi itu kemudian mendorong kerja sama antara Nestlé dan perusahaan medis Roche untuk menciptakan Nestrovit, susu kental manis yang diperkaya vitamin sebagai suplemen nutrisi.
Namun, agar lebih mudah diterima masyarakat, Nestlé mengubah produk tersebut menjadi camilan berbentuk batangan.
Pengembangan inilah yang akhirnya membuka jalan bagi lahirnya Milkybar (atau Galak di beberapa negara), salah satu white chocolate bar pertama yang kemudian dikenal luas hingga saat ini.
Proses Pembuatan White Chocolate

Pexels.com/Anete Lusina Mengutip dari WebstaurantStore, pembuatan white chocolate membutuhkan beberapa tahapan hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa manis khas.
Berbeda dari cokelat pada umumnya, white chocolate mengandalkan cocoa butter sebagai bahan utama yang memberikan cita rasa serta karakter uniknya.
Berikut proses pembuatan white chocolate yang perlu kamu ketahui.
1. Pemilihan Bahan Utama
White chocolate dibuat dari beberapa bahan utama, seperti cocoa butter, gula, susu bubuk (milk solids), dan vanila. Cocoa butter menjadi komponen penting yang memberikan tekstur lembut serta rasa khas pada white chocolate. Semakin berkualitas bahan yang digunakan, semakin baik pula cita rasa yang dihasilkan.2. Ekstraksi Cocoa Butter
Tahap awal pembuatan white chocolate dimulai dengan mengambil cocoa butter dari biji kakao. Biji kakao akan dipanggang, dipecahkan, lalu diproses melalui tahap pengepresan untuk memisahkan cocoa butter dari padatan kakao.3. Pencampuran Bahan
Setelah cocoa butter diperoleh, bahan tersebut dicampurkan dengan gula, susu bubuk, dan vanila. Campuran kemudian dipanaskan serta diaduk hingga seluruh bahan menyatu dengan sempurna.4. Proses Conching
Campuran white chocolate selanjutnya melewati proses conching, yaitu pengadukan secara terus-menerus sambil diberi udara untuk menghasilkan tekstur yang lebih halus dan creamy. Proses ini juga membantu memperkuat cita rasa white chocolate.5. Tempering
Setelah melalui proses conching, white chocolate akan menjalani tahap tempering. Proses ini dilakukan dengan mengatur suhu pemanasan dan pendinginan cokelat sambil terus diaduk untuk menstabilkan kristal cocoa butter. Hasilnya, white chocolate memiliki permukaan yang mengilap dan tekstur yang lebih kokoh saat dipatahkan.6. Pencetakan dan Pendinginan
White chocolate yang sudah melalui proses tempering kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan pada suhu tertentu hingga mengeras. Tahap ini membantu cokelat mempertahankan bentuknya dengan baik.7. Pengemasan
Setelah mengeras, white chocolate akan dilepaskan dari cetakan, diperiksa kualitasnya, lalu dikemas sebelum dipasarkan dan dinikmati oleh konsumen.Rasa White Chocolate yang Khas

Paxels.com/Anete Lusina WebstaurantStore menjelaskan white chocolate dikenal memiliki cita rasa yang manis, lembut, dan creamy dengan sentuhan rasa mentega, vanila, serta susu segar.
Perpaduan rasa tersebut membuat white chocolate terasa ringan dan berbeda dari jenis cokelat lainnya.
Selain itu, rasa white chocolate yang cenderung lembut membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bahan lain.
Mulai dari tambahan rasa buah, kacang-kacangan, hingga karamel, white chocolate dapat menjadi dasar yang cocok untuk menciptakan beragam kreasi makanan dan minuman.
Itu dia asal usul white chocolate yang wajib kamu ketahui. Dari banyaknya jenis cokelat, kamu lebih suka yang mana nih?










-Nh1vJHkKakaPhIhZC3nVMuVPXJplZ6d8.png)
-3v4iThviDGzLrXs0gAo9ehKVUheRSJmT.png)












