Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahaya Candaan Menarik Kursi Menurut Dokter Adam, Berisiko Lumpuh
Pexels.com/cottonbro studio
  • Candaan menarik kursi dapat membuat seseorang jatuh tanpa tumpuan dan membentur keras area sakrum, tulang di bagian bawah tulang belakang, hingga berisiko cedera atau patah.

  • Patah tulang sakrum dapat turut mengenai saraf yang mengatur buang air kecil, gerakan kaki, dan paha, termasuk kondisi tekanan saraf cauda equina.

  • Pada benturan sangat keras, kerusakan saraf dapat memicu kelumpuhan dan kesulitan buang air kecil; infeksi lanjutan hingga sepsis mungkin terjadi, meski kasusnya jarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menarik kursi saat teman mau duduk bisa membuat teman jatuh keras. Dokter Adam Moeljono bilang tulang bawah punggung bisa cedera atau patah. Saraf di dekatnya juga bisa sakit. Kaki bisa susah bergerak dan bisa susah pipis. Kalau jatuhnya sangat keras, ini bisa jadi bahaya sekali, walau jarang terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aksi menarik kursi saat teman hendak duduk mungkin terlihat seperti candaan sederhana. 

Namun, tanpa disadari, prank tersebut bisa membuat tubuh kehilangan tumpuan secara tiba-tiba dan mengalami benturan keras, termasuk pada area tulang belakang.

Risikonya tentu tidak bisa dianggap sepele, terlebih jika benturan terjadi pada bagian tubuh yang memiliki banyak jaringan saraf.

Agar mengetahui risiko apa saja yang mengintai, Popmama.com sudah merangkum bahaya candaan menarik kursi melansir dari akun Instagram @dr.adamoeljono.

Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Tulang sakrum bisa mengalami cedera

Pinterest/0ex1d13s07sitvn

Ketika kursi ditarik secara tiba-tiba, tubuh seseorang tetap akan melakukan gerakan duduk karena tidak mengetahui kursinya sudah dipindahkan.

Akibatnya, tubuh bisa terbentur dengan posisi yang tidak siap.

dr. Adam Moeljono menjelaskan, bagian yang dapat terkena benturan salah satunya adalah sakrum, yaitu tulang yang berada di bagian bawah tulang belakang.

Benturan yang cukup keras pada area tersebut berisiko menyebabkan cedera hingga patah tulang.

2. Saraf di sekitar sakrum dapat ikut terdampak

Pexels.com/Yan Krukau

Masalahnya tidak berhenti pada cedera tulang. Area sakrum juga berdekatan dengan berbagai saraf yang berperan dalam mengatur fungsi tubuh.

Ada saraf yang berkaitan dengan kontrol buang air kecil, pergerakan kaki, hingga bagian paha.

dr. Adam Moeljono Menyebut bahwa patah tulang yang sampai mengenai saraf dapat mengganggu fungsi-fungsi tersebut.

Dalam kondisi tertentu, cedera pada bagian bawah tulang belakang juga dapat berkaitan dengan cauda equina syndrome, ketika kumpulan saraf di area tersebut mengalami tekanan.

3. Cedera parah bisa menyebabkan komplikasi serius

Pexels.com/Yan Krukau

Benturan yang sangat keras pada bagian bawah tulang belakang dapat memengaruhi saraf dan fungsi tubuh.

dr. Adam Moeljono menjelaskan, jika saraf mengalami kerusakan, seseorang bisa mengalami kelumpuhan hingga kesulitan buang air kecil.

Ketika tidak bisa buang air kecil, kondisi tersebut dapat memicu infeksi. Jika infeksi berkembang menjadi sepsis, komplikasinya bisa mengancam nyawa dan bahkan menyebabkan kematian.

Meski begitu, dr. Adam Moeljono menegaskan bahwa hal tersebut tidak selalu terjadi dan tergolong jarang. Risiko ini dapat muncul terutama ketika seseorang jatuh dengan keras hingga mengalami cedera pada tulang dan saraf.

Itu dia penjelasan bahaya candaan menarik kursi menurut dokter Adam Moeljono. Tetap edukasi orang terdekat kamu agar tidak melakukan candaan ini ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article