Cegah Demensia Melalui 5 Pilihan Makanan Ini di Usia Dini

Ternyata buah jenis berry bisa mencegah demensia, lho!

12 Agustus 2019

Cegah Demensia Melalui 5 Pilihan Makanan Ini Usia Dini
Freepik

Dilansir dari Chatelainen, dalam sebuah penelitian bahwa makan makanan tertentu akan meminimalisir risiko demensia.

Sementara demensia itu sendiri adalah kelainan neurologis kronis, yakni kematian sel otak yang menyebabkan hilangnya memori dan penurunan cara berpikir pada seseorang.

Biasanya orang sering menyebut penyakit ini sebagai pikun. 

Gejala demensia bisa semakin parah seiring berjalannya waktu. Mengubah gaya hidup sedini mungkin dapat membantu menurunkan risiko terkena demensia.

Membahas mengenai demensia, kamu bisa mencegahnya dengan konsumsi 5 pilihan makanan ini.

Berikut ulasannya dari Popmama.com.

1. Buah berry

1. Buah berry
Freepik/Wavebreakmedia

Diktutip dari Chatelaine, bahwa semua jenis buah beri seperti blueberry memiliki efek positif pada kesehatan otak.

Blueberry paling banyak mengandung flavonoid yang mengaktifkan jalur otak terkait dengan penuaan sel yang lebih sedikit.

Selain itu buah stroberi maupun buah berry lainnya juga berisi bahan anti oksidan yang terbukti memperlambat munculnya gangguan kognitif dan mengandung antosianin yang melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

Jenis buah berry pun kaya akan vitamin C dan E yang bersifat anti inflamasi dan anti oksidan untuk kesehatan.

Sebaiknya mulailah mengonsumsi blueberry, ceri dan stroberi sebanyak 1-2 porsi dalam satu hari untuk memenuhi kebutuhan 5 porsi makanan berserat.

2. Coklat

2. Coklat
Freepik/Jcomp

Pola makan menjadi salah satu hal yang sangat berpengaruh untuk mencegah terjadinya demensia. Hal ini disebabkan pola makan yang tepat dapat memberikan asupan gizi yang bisa mencegah kerusakan sel dan saraf otak.

Selain jenis buah berry, kamu dapat mengonsumsi coklat. Ya, makanan yang hampir disukai semua orang ini mengandung flavonoid untuk membantu mencegah penurunan kognitif.

Coklat juga dipercaya berpengaruh dalam melindungi saraf, memperbaiki sel maupun struktur.

Menurut Harvard Health, mengonsumsi coklat hitam memiliki manfaat anti oksidan dan anti inflamasi yang sangat baik untuk kesehatan otak dan melawan demensia.

Editors' Picks

3. Ikan

3. Ikan
Freepik/poringdown

Menurut Chatelaine, yodium dan zat besi dalam semua jenis ikan dianggap membantu menjaga fungsi kognitif. Salah satunya ikan salmon yang mengandung asam lemak omega-3 untuk meningkatkan fungsi otak.

Setidaknya kamu memakan ikan setiap harinya untuk meningkatkan memori otak. Di mana mereka yang memakan omega 3 lebih sedikit mengalami risiko demensia dan membantu meningkatkan kekuatan otak.

Kamu dapat memilih jenis ikan yang tepat seperti ikan salmon, ikan teri dan sarden yang mengandung omega-3 serta vitamin potasium, selenium, magnesium serta vitamin B.

4. Kacang-kacangan

4. Kacang-kacangan
Freepik

Dilansir dari CBS News, ternyata kacang adalah camilan yang baik untuk kesehatan otak. Kacang mengandung lemak sehat, serat dan anti oksidan dalam membantu menurunkan risiko demensia.

Bahkan mengonsumsi kacang-kacangan dapat meningkatkan daya ingat pada orang yang sudah menderita Alzheimer. Kacang seberat 30mg per hari diyakini dapat membantu mengatasi demensia.

Kamu pun bisa mengonsumsi kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang mede, kacang walnut, hazelnut, kacang tanah yang mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, vitamin E, folat, vitamin B6 serta magnesium.

5. Sayuran hijau

5. Sayuran hijau
Freepik

Menurut Chatelaine, sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan brokoli memiliki lebih banyak anti oksidan dan vitamin K yang meningkatkan otak.

Cobalah mengonsumsi sayuran hijau, setidaknya dua porsi seminggu yang dapat memberikan manfaat otak terbesar.

Salah satunya buncis atau brokoli, sayuran ini mengandung kolin yang mampu meningkatkan memori dalam mencegah demensia.

Lebih baik mencegahnya sedari dini daripada tidak sama sekali. Selain itu, tidur nyenyak sangat diperlukan untuk membuang racun otak dan pembentukan ingatan yang lebih kuat.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;