Saat Mengemudi Sendiri, Inilah 5 Faktor Penyebab Kecelakaan Mobil

Jangan dilanjutkan jika kondisi fisik kamu kurang fit

8 Maret 2021

Saat Mengemudi Sendiri, Inilah 5 Faktor Penyebab Kecelakaan Mobil
Freepik/ArthurHidden

Apakah kamu suka mengemudi mobil seorang diri?

Mengemudi mobil memang perlu dipelajari terlebih dahulu dan diterapkan dengan hati-hati.

Selain itu, kamu juga harus tahu tentag berbagai perlengkapan keselamatan dan ilmu-ilmu lainnya ketika menyetir mobil.

Pasalnya, hal apapun bisa saja terjadi selama di jalan raya. Ini termasuk kecelakaan lalu lintas.

Nah, Popmama.com akan informasikan 5 faktor pengemudi sendiri yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berikut ulasannya:

1. Mengantuk sangatlah berbahaya dan berakibat fatal

1. Mengantuk sangatlah berbahaya berakibat fatal
Freepik/aleksandarlittlewolf

Mengantuk adalah hal yang paling utama menjadi faktor mengapa orang sering alami kecelakaan saat berkendara.

Ketika mengantuk, tampaknya hal yang sulit dihindari oleh pengemudi. Apalagi sewaktu menyetir jarak jauh seorang diri.

Padahal, mengemudi dengan kondisi mengantuk sangatlah berbahaya dan berakibat fatal.

Sebab mengantuk selama mengendadai mobil akan mempengaruhi kemampuan konsentrasi, kewaspadaan dan respons refleksnya yang buruk.

Editors' Picks

2. Kondisi fisik yang buruk akan mempengaruhi daya konsentrasi

2. Kondisi fisik buruk akan mempengaruhi daya konsentrasi
Freepik/Racool_studio

Saat kamu sudah terserang kondisi fisik yang kurang fit, jangan sekali-kali untuk terus mengemudikan mobil.

Apabila kamu alami kondisi fisik buruk, ini akan berdampak sangat fatal dan bisa mengalami kecelakaan.

Memiliki kondisi fisik yang kurang sehat membuat daya konsentrasi dan kewaspadaan jadi menurun.

Bahkan jika penyakitnya tergolong berat seperti penyakit jantung yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Jadi, sangat disarankan untuk berkendara dalam kondisi fisik yang berstamina.

3. Suasana hati yang buruk membuat pengemudi lebih sensitif

3. Suasana hati buruk membuat pengemudi lebih sensitif
Freepik/master1305

Faktanya, suasana hati adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas seseorang. 

Sedangkan saat seseorang mengalami suasana hati atau mood yang buruk, sebaiknya tidak mengendarai kendaraan.

Sebab saat alami perubahan yang drastis pada suasana hati, mungkin saja akan mengganggu konsentrasi dan menjadi lebih sensitif ketika berkendara roda empat.

Kondisi ini pun banyak terjadi sewaktu pengemudi mengalami suatu masalah yang masih terpikirkan selama berkendara.

4. Kecepatan tinggi membahayakan diri sendiri dan pengendara lain

4. Kecepatan tinggi membahayakan diri sendiri pengendara lain
Freepik/azerbaijan_stockers

Kini teknologi dalam bidang otomotif terus berkembang. Kecepatan mobil pun dari waktu ke waktu semakin tinggi.

Sehubungan dengan hal itu, kerap kali membuat pengemudi melajukan batas kecepatan kendaraannya.

Padahal pada dasarnya, setiap pengemudi harus mengetahui batas-batas kecepatan saat berkendara di jalan raya maupun saat di jalan bebas hambatan (jalan tol).

Sebab melaju dengan kecepatan tinggi sangat berbahaya dan sudah dianggap melanggar lalu lintas. Bahkan bisa membahayakan nyawa diri sendiri maupun pengendara lain, ini berpotensi mengalami terjadi kecelakaan lalu lintas.

5. Di bawah pengaruh obat menyebabkan rasa kantuk

5. bawah pengaruh obat menyebabkan rasa kantuk
Freepik/Racool_studio

Seperti yang telah diketahui, bahwa sebagian besar kecelakaan terjadi ketika seseorang di bawah pengaruh obat-obat terlarang maupun obat-obatan medis.

Sebab sering kali setelah mengonsumsi obat batuk, antibiotik atau obat alergi mengalami efek samping.

Di mana sebagian obat medis bisa menyebabkan rasa kantuk, mengurangi sistem koordinasi tubuh hingga membuat reflek menjadi lambat layaknya alkohol.

Hal itu membuat pengemudi tidak sadar memacu kendaraannya dan menjadi agresif. Tentu ini sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan.

Setelah mengetahui kelima faktor penyebab terjadi kecelakaan saat berkendara seorang diri, sebaiknya selalu berhati-hati.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.