Menurut Mayo Clinic, gejala tinggi gula darah yang biasanya muncul secara bertahap meliputi:
Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat.
Kehilangan cairan akibat sering buang air kecil memicu rasa haus berlebihan. Bahkan setelah berbuka puasa, rasa haus bisa tetap terasa tidak wajar.
Gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan di lensa mata, sehingga penglihatan menjadi buram atau tidak fokus.
Saat gula tidak dapat digunakan dengan baik sebagai sumber energi, tubuh menjadi cepat lelah meski aktivitas tidak berat.
Nah, itulah penjelasan seputar gula darah puasa normal yang penting Mama ketahui. Yuk, mulai perhatikan kadar gula Mama, pilih menu sahur dan berbuka yang sehat, dan jaga tubuh tetap bugar selama puasa.
Kapan waktu terbaik untuk memeriksa gula darah puasa? | Selama bulan Ramadan, waktu ideal meliputi sebelum sahur, 2 jam setelah sahur, sebelum berbuka, dan 2 jam setelah berbuka untuk memantau fluktuasi drastis. |
Seberapa sering gula darah perlu diperiksa? | Gula darah perlu diperiksa 2-3 kali setahun bagi orang sehat >40 tahun atau berisiko. Untuk penderita diabetes, pemeriksaan dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter (bisa harian hingga mingguan). |
Kapan harus ke dokter terkait hasil gula darah? | Segera konsultasi ke dokter jika hasil pemeriksaan di atas 100 mg/dL atau di bawah 70 mg/dL, terutama jika disertai keluhan kesehatan. |