7 Kesalahan Papa yang Bikin Sulit Bonding dengan Anak

Artikel menyoroti pentingnya peran Papa dalam membangun bonding dengan anak, yang sering terhambat karena kurangnya keterlibatan dalam pengasuhan dan komunikasi sehari-hari.
Dijelaskan bahwa keikutsertaan Papa dalam kegiatan sekolah, bermain bersama, serta perhatian pada tumbuh kembang anak dapat memperkuat kedekatan emosional dan rasa percaya diri anak.
Kesulitan mengekspresikan kasih sayang dan konflik dengan pasangan disebut sebagai faktor yang menghambat hubungan hangat antara Papa dan anak di lingkungan keluarga.
Peran seorang Papa tentu sangat penting bagi pertumbuhan anak, sehingga bonding yang kuat sangatlah diperlukan. Namun, kerap kali kedekatan antara anak-anak dengan Papa terlihat berbeda saat mereka dengan Mama.
Hal ini mungkin terjadi karena dipengaruhi oleh frekuensi anak-anak yang lebih sering berada dekat Mama. Kesempatan Papa untuk bertemu dan lebih dekat dengan anak biasanya lebih sedikit karena lebih banyak berada di luar rumah untuk bekerja.
Tidak sedikit yang mengalami hal ini, tetapi bukan juga suatu hal yang dapat dianggap wajar. Jika Papa dengan si Kecil sulit bonding, artinya ada kesalahan yang harus diperbaiki segera.
Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa kesalahan Papa yang bikin sulit bonding dengan anak. Yuk disimak!
Table of Content
1. Kurang terlibat dalam pengasuhan anak

Kesalahan paling umum yang sering membuat Papa sulit bonding dengan anak adalah kurang terlibat dalam pengasuhan sehari-hari.
Padahal, kedekatan emosional dengan anak bisa terbentuk dalam kegiatan sederhana, misalnya dengan memberi makan, menemani bermain, membantu belajar, atau mendengarkan cerita anak.
Mengutip dari Focus on the Family Canada, anak-anak yang dekat dengan Papa terbukti terhindar dari depresi, lebih percaya diri, hingga mudah memecahkan masalah. Ini adalah bukti pentingnya peran Papa dalam tumbuh kembang si Kecil.
2. Tidak ikut serta dalam kegiatan sekolah anak

Kegiatan sekolah sangat penting bagi anak, karena sekolah menjadi tempat mereka belajar, berinteraksi, mengembangkan kemampuan, hingga membangun rasa percaya diri.
Untuk masuk ke dunia anak, Papa sebaiknya terlibat dalam kegiatan sekolahnya juga, mulai dari menghadiri pertemuan orangtua, mengambil rapor, menyaksikan anak pentas atau lomba, hingga kegiatan sekolah anak lainnya.
Terlibat langsung dalam kegiatan sekolah membuat akan anak merasa didukung. Sering berkegiatan bersama juga akan membangun komunikasi lebih hangat, sehingga anak lebih mudah membuka diri dan dekat dengan Papa.
3. Jarang ajak anak mengobrol

Kurangnya komunikasi secara langsung merupakan salah satu faktor utama mengapa Papa sulit bonding dengan anak.
Jika Papa jarang meluangkan waktu untuk mengobrol, anak mungkin merasa kesulitan untuk bercerita dan menuangkan perasaan mereka. Hal ini yang akhirnya membuat hubungan antara Papa dan anak tidak memiliki kedekatan emosional yang mendalam.
Percakapan yang sederhana dan hangat, misalnya mengobrol tentang kegiatan sekolah, hobi, pertemanan, hingga hal-hal yang sedang anak sukai akan membuat komunikasi yang lebih terbuka, anak juga lebih nyaman dekat dengan Papa.
4. Tidak inisiatif mengajak main lebih dulu

Bermain bukan hanya aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi cara efektif bagi orangtua dan anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, hingga membangun kedekatan emosional.
Jika Papa hanya menunggu anak memulai interaksi, lama-kelamaan si Kecil dapat berpikir bahwa Papa tidak tertarik untuk terlibat dalam dunia mereka. Hal ini bisa saja membuat anak menjadi tidak tertarik untuk berkegiatan bersama Papa.
Inisiatif untuk mengajak anak main terlebih dahulu bisa menciptakan kenangan yang indah, anak juga merasa diperhatikan oleh Papa. Tidak perlu ke tempat mewah, Papa bisa mengajak anak main di rumah, menggambar, olahraga bersama, atau melakukan permainan dan aktivitas yang disukai anak.
5. Kurang peduli dengan tumbuh kembang anak

Perhatian terhadap perkembangan anak merupakan salah satu bentuk keterlibatan emosional yang membuat anak merasa dicintai dan dihargai oleh orangtuanya. Untuk itu, Papa juga harus peduli dan mengikuti tumbuh kembang anak di setiap tahapan.
Papa bisa memulai dengan mengetahui pencapaian anak di sekolah, kemampuan baru yang sedang dipelajari, dan mencari tahu tantangan apa yang akan dihadapi anak seusianya.
Mengetahui hal-hal ini dapat membangun kedekatan emosional, anak juga akan lebih terbuka dan obrolan pun akan mengalir begitu saja.
6. Sulit mengekspresikan rasa sayang kepada anak

Bukan berarti tidak menyayangi anaknya, kebanyakan Papa sulit mengutarakan perasaan tersebut. Hal ini ternyata dapat membuat anak mungkin merasa kurang diperhatikan atau kurang diterima secara emosional, sehingga interaksi sehari-hari menjadi lebih kaku dan tidak hangat.
Kondisi ini juga pernah dialami oleh salah seorang penulis dan blogger bernama Elizabeth Reed. Dikutip dari laman National Fatherhood Initiative, ia mengungkapkan peran seorang Papa untuk memberikan kasih sayang secara langsung tetap penting, sekalipun telah memenuhi kebutuhan hidup anak.
Pengalaman memiliki Papa yang sulit mengutarakan rasa kasih sayang membuat Reed sempat merasa tidak layak dicintai ketika dewasa. Untuk itu, rasa sayang perlu diekspresikan agar anak lebih percaya diri dan merasa diterima saat berada di lingkungan baru..
7. Adanya konflik dengan pasangan

Ketika hubungan orang tua tidak sedang dalam kondisi baik, suasana emosional di dalam rumah biasanya ikut terpengaruh. Anak yang berada di tengah situasi tersebut dapat merasakan ketegangan, meskipun tidak selalu dipahami secara utuh oleh mereka.
Dalam kondisi konflik, komunikasi sering kali menjadi terbatas atau bahkan dipenuhi perasaan marah, kecewa, atau diam berkepanjangan. Jika tidak diatasi, konflik bukan hanya terjadi pada pasangan saja, tetapi juga dengan anak.
Sebagai kepala keluarga, peran penting Papa adalah mendamaikan seisi rumah dan memastikan anak tidak ikut terdampak dari konflik yang pernah terjadi dengan pasangan. Setelahnya, Papa dapat kembali membangun ikatan emosional yang lebih kuat dengan anak.
Itu dia beberapa kesalahan Papa yang bikin sulit bonding dengan anak. Menjadi orangtua memang tidak mudah, sehingga sangat wajar jika melakukan kesalahan.
Namun, segera evaluasi dan belajar untuk menjadi orangtua yang terbaik setiap harinya, ya!


















