Pernahkah merasa sudah pakai garam cukup, tapi masakan tetap terasa hambar atau malah terlalu asin? ternyata, hal ini bisa terjadi karena garam dimasukkan di waktu yang kurang tepat.
Kapan Waktu Terbaik Memasukkan Garam ke Masakan? Ini Tipsnya!

- Waktu terbaik menambahkan garam tergantung jenis bahan dan hasil yang diinginkan, karena tiap masakan punya karakteristik berbeda dalam menyerap rasa asin.
- Daging sebaiknya diberi garam sejak awal agar rasa meresap dan tekstur tetap juicy, sedangkan pasta atau kentang perlu garam di air rebusan sejak awal.
- Untuk sayuran dan masakan berkuah, waktu pemberian garam disesuaikan dengan tekstur serta intensitas rasa; teknik penggaraman bertahap bantu rasa lebih seimbang.
Dalam dunia kuliner, garam bukan cuma berfungsi membuat makanan terasa asin, tetapi juga membantu mengeluarkan rasa alami dari bahan makanan.
Bahkan, menurut dari America’s Test Kitchen, waktu menambahkan garam bisa menentukan apakah bumbu hanya menempel di permukaan atau benar-benar meresap ke bagian dalam makanan.
Lantas, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk menambahkan garam? Kali ini, Popmama.com akan menjawab rasa penasaranmu lewat penjelasan tentang kapan waktu terbaik memasukkan garam ke masakan berikut ini.
Table of Content
Tidak Ada Satu Waktu yang Cocok untuk Semua Masakan

Jika pertanyaannya kapan waktu terbaik memasukkan garam ke masakan, jawabannya ternyata tidak selalu sama. Semua tergantung bahan makanan yang sedang dimasak dan hasil akhir seperti apa yang ingin didapat.
Mengutip dari America’s Test Kitchen, ada bahan yang memang lebih baik diberi garam sejak awal supaya rasanya meresap sampai ke dalam. Tapi ada juga yang justru lebih bagus diberi garam belakangan agar teksturnya tetap terjaga atau rasanya tidak terlalu kuat.
Karena itu, waktu memasukkan garam sebaiknya disesuaikan dengan jenis masakannya, bukan disamaratakan.
Daging Sebaiknya Diberi Garam Sebelum Dimasak

Kalau memasak daging sapi, ayam, atau ikan, memberi garam sejak awal justru lebih disarankan. Dikutip dari The Washington Post, daging idealnya diberi garam setidaknya sekitar 40 menit sebelum dimasak, bahkan bisa lebih lama untuk hasil yang lebih maksimal.
Garam memang akan menarik cairan keluar dari permukaan daging di awal. Tapi setelah beberapa waktu, cairan itu akan terserap kembali bersama rasa asin ke dalam serat daging.
Proses ini membantu rasa jadi lebih merata sampai ke bagian dalam. Bonusnya, tekstur daging juga cenderung lebih empuk dan tetap juicy saat matang.
Garam Masuk dari Awal saat Memasak Pasta, Kentang, dan Bahan Rebusan

Berbeda dengan daging, bahan makanan seperti pasta, kentang, atau kacang-kacangan lebih baik diberi garam langsung ke air rebusannya sejak awal.
Menurut Times of India, saat direbus, bahan-bahan berpati akan menyerap air di sekitarnya. Nah, kalau airnya sudah diberi garam sejak awal, rasa gurih akan ikut masuk ke dalam makanan.
Sebaliknya, kalau garam baru ditambahkan setelah matang, biasanya rasa asin cuma terasa di bagian luar dan kurang menyatu.
Makanya, jangan heran kalau pasta restoran terasa lebih nendang rasanya karena salah satu triknya memang dari air rebusan yang sudah dibumbui.
Sayuran Disesuaikan dengan Tekstur yang Diinginkan

Untuk sayuran, waktu memasukkan garam sebenarnya tergantung hasil akhir yang diinginkan.
America’s Test Kitchen menjelaskan bahwa garam bisa menarik cairan alami keluar dari sayuran. Jadi, kalau ingin bawang bombai, jamur, atau sayuran tertentu cepat layu dan kecokelatan, garam bisa dimasukkan sejak awal tumisan.
Tapi kalau sedang memasak sayur hijau seperti buncis, brokoli, atau caisim dan ingin teksturnya tetap renyah, sebaiknya garam dimasukkan menjelang akhir proses memasak. Cara ini membantu sayuran tidak cepat lembek atau terlalu berair.
Jangan Berikan Terlalu Banyak Garam untuk Sup, Semur, atau Masakan Berkuah

Untuk masakan yang dimasak lama seperti sup, semur, saus, atau kaldu, ada baiknya tidak buru-buru memasukkan banyak garam di awal.
Melansir dari Jungle Jim’s International Market, ketika kuah masakan terus menyusut selama dimasak, rasa masakan juga akan semakin pekat. Kalau dari awal garamnya sudah banyak, hasil akhirnya bisa jadi terlalu asin tanpa disadari.
Untuk itu, cara yang lebih aman adalah dengan memberi sedikit garam di awal, lalu cek rasanya lagi menjelang matang. Dengan begitu, rasa bisa lebih pas dan tidak kebablasan asin.
Gunakan Teknik Garam Bertahap untuk Masakan Berbumbu

Kalau masakanmu terdiri dari banyak bahan atau bumbu, menambahkan garam sedikit demi sedikit sering kali memberikan hasil yang lebih enak dibanding langsung menuang semuanya di akhir.
Jungle Jim’s menyebut teknik ini sebagai layering atau penggaraman bertahap. Misalnya, beri sedikit garam saat menumis bumbu, tambahkan lagi ketika bahan utama masuk, lalu koreksi rasa di tahap akhir.
Cara ini membantu rasa masakan jadi lebih menyatu dan membuat rasa asinnya semakin terasa di lidah. Kadang bedanya memang tipis, tapi cukup terasa di hasil akhir masakan.
Nah itulah penjelasan lengkap mengenai kapan waktu terbaik memasukkan garam ke masakan. Setelah tahu tipsnya, jangan lupa dicoba saat memasak ya!


















