Cara Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Slow Living

Kehidupan serba cepat seringkali membuat lelah, yuk praktekan slow living

21 September 2019

Cara Meningkatkan Kualitas Hidup Slow Living
Pexels/Pixabay

Apakah Mama pernah merasa suntuk dengan kehidupan Mama sekarang? Kehidupan kota yang serba cepat dan padat memang menguras energi, baik secara mental maupun fisik. Tidak hanya itu, gaya hidup ini seringkali membuat Mama melewatkan hal-hal kecil yang seharusnya bisa disyukuri.

Akibatnya, hari-hari terasa lewat begitu saja. Rasanya baru kemarin hari Senin, tapi kok sudah hari Jumat lagi?

Sebagai solusi dari kehidupan kota yang serba cepat, akhir-akhir ini gaya hidup slow living mendapatkan perhatian masyarakat. Sesuai namanya, gaya hidup ini menuntut kita untuk melambat sejenak agar bisa menikmati momen yang sedang dialami.

Gaya hidup ini menjanjikan hidup yang lebih tenang dan berkualitas.

Jika Mama tertarik dengan slow living, yuk, simak cara mempraktekannya berikut ini:

1. Dedikasikan beberapa waktu tanpa gadget

1. Dedikasikan beberapa waktu tanpa gadget
Pexels/Rawpixel.com

Berapa kali Mama melewatkan momen kumpul bersama keluarga karena terlalu asik dengan gadget? Saat ini, gadget mampu memberikan banyak kemudahan. Mama bisa mendapatkan informasi terbaru, resep masakan, hingga berbagai macam hiburan. Gadget bahkan bisa menolong saat kita mati gaya dan bingung harus melakukan apa.

Tapi Ma, sebaiknya tentukan batas penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Gadget memang membuat Mama dekat dengan dunia luar, tapi di sisi lain membuat Mama jauh dengan yang ada di sekitar. Slow living sendiri menyarankan untuk lepas dari gadget selama waktu tertentu dan menikmati momen yang ada.

2. Amati dan nikmati hal-hal kecil di sekeliling kita

2. Amati nikmati hal-hal kecil sekeliling kita
Pexels/Tirachard Kumtanom

Saking banyaknya kegiatan yang harus dilakukan, seringkali Mama hanya fokus untuk menyelesaikan tanpa benar-benar menikmati prosesnya. Sesaat setelah bangun tidur, Mama mungkin harus segera menyiapkan sarapan, lalu merapikan dapur, mencuci pakaian, menyapu, mengepel, dan sebagainya. Rasanya pekerjaan ini tidak akan habis.

Pekerjaan memang tidak akan habis. Oleh karenanya, mengapa Mama terburu-buru? Ada baiknya Mama mengubah rutinitas ini menjadi sebuah ritual dengan menikmati proses yang ada. Amati hal-hal kecil yang biasanya terlewatkan, seperti suara gemericik air saat mencuci piring atau suara mengetuk pisau dapur saat Mama memotong wortel.

Editors' Picks

3. Mengganti fast food dengan masakan rumah

3. Mengganti fast food masakan rumah
Pexels/Rawpixel.com

Fast food menjadi solusi untuk mengimbangi kebutuhan biologis tubuh dengan kehidupan yang serba cepat. Memang makanan ini praktis dan mengizinkan kita melakukan hal lain yang dirasa lebih penting. Tapi slow living justru menyarankan sebaliknya.

Slow living menganjurkan supaya Mama memasak masakan sendiri. Kegiatan ini secara tidak langsung akan memaksa Mama untuk melambat sejenak dan menenangkan diri. Tidak hanya itu, memasak makanan sendiri tentunya jauh lebih sehat dan enak. Kegiatan ini juga bisa dijadikan waktu untuk bonding dengan keluarga.

4. Lakukan satu hal pada satu waktu

4. Lakukan satu hal satu waktu
Pexels/Pixabay

Setelah memasak masakan sendiri, kegiatan yang tidak kalah penting dalam slow living adalah mendedikasikan waktu untuk menikmati masakan yang telah Mama masak. Mungkin Mama sering menyepelekan waktu makan atau melakukannya sambil melakukan pekerjaan lain. Hal ini tidak baik untuk kesehatan lho, Ma.

Makan adalah salah satu bentuk investasi untuk kesehatan. Melakukannya dengan benar dan tidak terburu-buru akan membawa dampak positif di kemudian hari. Letakan gadget Mama dan lupakan pekerjaan sejenak supaya bisa menikmati masakan yang ada bersama dengan keluarga atau teman.

Tidak hanya saat makan, melakukan satu hal pada satu waktu membuat kita lebih menikmati proses dan lebih fokus lho.

5. Pergi berjalan-jalan

5. Pergi berjalan-jalan
Pexels/Yogendra Singh

Jalan-jalan yang dimaksud disini bukanlah berlibur, tapi pergi keluar ruangan dan berjalan-jalan kecil. Mungkin seperti jalan mengelilingi kompleks perumahan.

Seberapa sering Mama melewatkan matahari karena terlalu sibuk mengerjakan pekerjaan di dalam ruangan. Mama mungkin sudah melupakan bau hujan karena sudah terlalu lama tidak menghirupnya. Slow living menganjurkan kita untuk pergi keluar ruangan setiap harinya.

Dengan berjalan-jalan, Mama membuka diri terhadap dunia luar dan dapat lebih mensyukuri apa yang ada. Jalan-jalan membuat Mama melupakan rutinitas sejenak dan hanya fokus pada apa yang ada di sekitar. Syaratnya, jangan berjalan-jalan sambil bermain gadget ya, Ma.

Bagaimana? Apakah Mama tertarik untuk menjadi salah satu yang menjalankan slow living? Setiap orang memiliki intepretasi dan cara menjalankan gaya hidup slow living-nya sendiri-sendiri. Cara-cara di atas hanyalah sebagian cara menjalankannya. Bagaimanapun itu, selalu ingat untuk melambat sejenak dan menitiberatkan hidup Mama pada kualitas, ya!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!