Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Daftar Lengkap Obat dan Makanan Ilegal yang Dijual Online Berdasarkan BPOM

Daftar Lengkap Obat dan Makanan Ilegal yang Dijual Online Berdasarkan BPOM
Unsplash/Roberto Sorin
Intinya Sih
  • BPOM menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal sepanjang 2025, dengan total sekitar 34,8 juta produk dari dalam dan luar negeri.
  • Kategori terbanyak berasal dari kosmetik ilegal mencapai 73.722 tautan, disusul obat bahan alam, obat, pangan olahan, serta suplemen kesehatan tanpa izin edar atau mengandung bahan kimia obat.
  • Produk ilegal yang beredar mencakup merek asal Indonesia hingga luar negeri seperti China, Amerika Serikat, dan Thailand; masyarakat diimbau segera melapor bila menemukan produk mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, ditemukan ribuan akun dan 197.725 tautan penjualan obat serta makanan ilegal/tidak sesuai dengan ketentuan. .

Tautan terbanyak ada pada penjualan kosmetik ilegal yang mencapai 73.722 tautan. Kemudian, obat bahan alam (OBA) termasuk obat kuasi (39.386 tautan), obat (35.984 tautan), dan pangan olahan (32.684 tautan).

Sementara itu, penjualan suplemen makanan mencapai 15.949 tautan. Total jumlah produk mencapai 34,8 juta, baik produk dalam negeri maupun dari negara lainnya seperti China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Thailand, dan Malaysia.

Berikut Popmama.com telah merangkum daftar lengkap obat dan makanan ilegal dijual online berdasarkan BPOM.

Daftar Lengkap Obat dan Makanan Ilegal Dijual Online Berdasarkan BPOM

1. Obat Tanpa Izin Edar (TIE)

ilustrasi obat-obatan
Pexels/Towfiqu barbhuiya
  1. Pi Kang Wang – Asal China. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  2. Swiss Paris Lotion – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kabupaten Bekasi. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  3. Wubianli – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Makassar. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  4. Cream BL – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  5. USA Viagra MMC – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  6. Viagra – Asal Amerika Serikat. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  7. Nangen Zengzhangsu – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  8. Bronson Vitamin K2 + D3 5000 IU – Asal Amerika Serikat. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Utara. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  9. Obat Setelan Gatal – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kabupaten Bekasi. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  10. Vitagem – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).

2. Obat Bahan Alam Tanpa Izin Edar dan/atau Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO)

ilustrasi obat
Freepik/rawpixel-com
  1. Ramuan China Buah Merah Papua – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kabupaten Cilacap. Pelanggaran: mengandung BKO (parasetamol, kafein).
  2. Zudaifu – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: mengandung BKO (klobetasol).
  3. Kapsul Jamu Pelangsing – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  4. JAWARA Kapsul – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Malang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  5. Samyun Wan Kapsul – Asal China. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: mengandung BKO (siproheptadin).
  6. NR New Rempah – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Utara. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  7. Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  8. Fung Seh Gu Tong Wan – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: mengandung BKO (piroksikam).
  9. Tawon Serbuk – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kabupaten Lamongan. Pelanggaran: mengandung BKO (diklofenak).
  10. Jamu Gemuk Herbal Incess – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Balikpapan. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).

3. Obat Kuasi Tanpa Izin Edar

ilustrasi obat
Pexels/Pixabay
  1. Lumbar Spine Cooling Gel – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  2. Dictamni Huatuo Hemorrhoids Cream – Asal China. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  3. Peppermint Field Black Inhaler – Asal Thailand. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  4. Minyak Angin Cap Ikan Emas – Asal Malaysia. Penjualan terbanyak di Kota Tarakan. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  5. Poy Sian Pim Saen – Asal Thailand. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Utara. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  6. Lumbar Cold Compress Gel – Asal China. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  7. Shou Shen Tie – Asal China. Penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  8. Roihi Tsuboko – Asal Jepang. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  9. Hong Thai Inhaler – Asal Thailand. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  10. Muay Medicated Analgesic Cream – Asal Thailand. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).

4. Suplemen Kesehatan Tanpa Izin Edar dan/atau Mengandung BKO

Ilustrasi kotak obat
Freepik/freepik
  1. Dr LSW Whitening Glutathione – Asal Korea Selatan. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  2. Mulittea Omega + DHA Kids Gummies – Asal China. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Utara. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  3. Glutacid – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Bogor. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  4. Glumony – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kabupaten Bandung. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  5. Bunkell Antarctic Krill Oil – Asal Amerika Serikat. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  6. Legendairy Milk Milkapalooza – Asal Amerika Serikat. Penjualan terbanyak di Kota Tangerang Selatan. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  7. Pinky Pelangsing – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: mengandung BKO (sibutramin).
  8. Vimax Capsule – Asal Kanada. Penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: mengandung BKO (tadalafil).
  9. Kapsul Pemutih Badan Platinum Whitening – Asal Indonesia. Penjualan terbanyak di Kota Semarang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  10. Biyode L-Glutathione Vitamins Gummies – Asal Amerika Serikat. Penjualan terbanyak di Kota Semarang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).

5. Kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) dan/atau Mengandung Bahan Berbahaya

ilustrasi kosmetik
Unsplash/pmv chamara
  1. Cream Racikan Farmasi – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Timur. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  2. CAPPUVINI Matte Lip Glaze Dark Series – Asal China. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  3. Body Whitening Super – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Kudus. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  4. Masker Gelatin – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Medan. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  5. Magic Casa Chocolate Lip Glaze – Asal China. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  6. Toner Pelicin Ekstrak Lemon – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Bogor. Pelanggaran: mengandung hidrokuinon.
  7. HB IP – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Bandung. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  8. Zayora Salep Glowing – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Depok. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  9. Myho Glitter Eyeshadow – Asal China. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Barat. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  10. Meidian Green Mask Stick – Asal China. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Tangerang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).

6. Pangan Olahan Tanpa Izin Edar (TIE) dan/atau Mengandung BKO

Pexels.com/Nothing Ahead
Pexels.com/Nothing Ahead
  1. Soloco Candy – Asal Australia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pelanggaran: mengandung BKO (tadalafil).
  2. Khophi 21 Days Female – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Timur. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  3. CED Himalayan Pink Rock Salt – Asal Malaysia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Medan. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  4. Super Tonik Madu Kuat Alami Tahan Lama – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kabupaten Bekasi. Pelanggaran: mengandung BKO (sildenafil).
  5. Akiyo Candy – Asal Thailand. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Selatan. Pelanggaran: mengandung BKO (tadalafil).
  6. Milo Malaysia – Asal Malaysia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Medan. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  7. Susu Walet – Asal Indonesia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Samarinda. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  8. 82 Serbuk Teh A1 – Asal Malaysia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Tanjung Pinang. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  9. Kopi Hitam L-Karnitin – Asal China. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Bogor. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).
  10. Kerry Cheese Powder – Asal Malaysia. Wilayah penjualan terbanyak di Kota Administrasi Jakarta Timur. Pelanggaran: tanpa izin edar (TIE).

Nah, itu dia daftar lengkap obat dan makanan ilegal dijual online berdasarkan BPOM. Jika menemukan produk yang mencurigakan atau diduga ilegal, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar peredarannya dapat segera ditindak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More