Tips agar Tidak Menjadi Perokok Pasif

Asap rokok lebih berbahaya dari rokok itu sendiri lho, Ma

15 Desember 2019

Tips agar Tidak Menjadi Perokok Pasif
Freepik/nensuria

Sudah merupakan rahasia umum bahwa merokok adalah kebiasaan yang merugikan kesehatan. Tapi, tahukah Mama? Ternyata rokok tidak hanya berbahaya bagi mereka yang mengisapnya, tapi juga orang-orang sekitar!

Pasalnya, asap rokok akan bertahan di udara hingga dua stengah jam setelah dihasilkan. Alhasil, orang yang tidak merokok pun dapat menghirupnya secara tidak sengaja, menjadikannya perokok pasif.

Yang mengejutkan, risiko kesehatan perokok pasif lebih tinggi daripada perokok aktif lho! Racun di dalam asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga jantung koroner.

Ada banyak kondisi yang memungkinkan Mama menjadi perokok pasif.

Seperti saat menghabiskan waktu di tempat umum, saat berada di mobil, bahkan saat berada di rumah. Intinya, selama berada di sekitar perokok, Mama adalah perokok pasif.

Tentu Mama tidak ingin kesehatan terganggu akibat asap rokok bukan? Oleh karena itu, simak tips agar tidak menjadi perokok pasif dari Popmama.com berikut ini yuk!

1. Mensterilkan rumah dari asap rokok

1. Mensterilkan rumah dari asap rokok
unsplash.com

Dibandingkan di tempat lain, sebagian besar waktu Mama dan keluarga dihabiskan di rumah. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga rumah tetap steril dari asap rokok. 

Pasalnya, asap rokok juga dapat meninggalkan residu yang berbahaya jika menempel pada perabotan.

Jika ada anggota keluarga Mama yang merokok, mintalah agar mereka selalu merokok di luar. Mama juga perlu tegas terhadap tamu yang datang ke rumah.

Jelaskan bahwa rumah Mama bebas dari asap rokok dan minta agar mereka tidak merokok di dalam.

2. Mensterilkan mobil dari asap rokok

2. Mensterilkan mobil dari asap rokok
carfinance-4u.co.uk

Selain rumah, ruang pribadi yang perlu dijaga dari asap rokok adalah mobil. Seperti yang sudah disebutkan, asap rokok akan meninggalkan residu jika menempel pada perabotan, termasuk pada jok mobil. Residu ini sangat sulit dihilangkan lho, Ma.

Oleh karena itu, minta anggota keluarga, teman, atau siapapun untuk tidak merokok selama berada di dalam mobil. Meskipun mereka membuka jendela untuk membiarkan asap rokok keluar, tetap saja akan ada sebagian asap yang masuk ke dalam. Lebih baik, Mama bersikap tegas!

Editors' Picks

3. Hindari ruang merokok di tempat kerja

3. Hindari ruang merokok tempat kerja
jobs.ie

Bagi Mama yang bekerja, Mama juga berisiko menjadi perokok pasif ketika berada di kantor lho. Apalagi jika sebagian besar rekan kerja Mama adalah perokok aktif. Nah, untuk meminimalisir bahaya asap rokok, sebisa mungkin hindari tempat merokok.

Mama bisa memberi masukan untuk menggunakan ruangan bebas asap rokok jika perlu mengadakan pertemuan.

Jika kantor Mama tidak memiliki ruang merokok yang terpisah. Mama bisa memberikan saran kepada pihak manajemen untuk menyediakannya. Bagaimanapun, adalah hak Mama untuk mendapatkan udara yang bersih. Keberadaan ruang untuk merokok juga sangat penting bagi kebaikan bersama.

4. Hindari asap rokok di tempat umum

4. Hindari asap rokok tempat umum
labor-consultant.com

Dibandingkan rumah, kendaraan, dan kantor, mungkin akan lebih sulit menghindari asap rokok di tempat umum. Tapi, jangan menyerah ya, Ma! Tidak ada salahnya sedikit lebih tegas demi kesehatan.

Jangan takut untuk menegur apabila ada orang yang merokok tidak pada tempatnya. Apalagi sekarang, pemerintah sudah memiliki peraturan tentang merokok di tempat umum. Mama bisa menjelaskannya agar orang lain mengerti untuk tidak mengambil hak udara bersih Mama.

Selain itu, pilih tempat non-smoking ketika Mama mengunjungi restoran ataupun hotel ya!

5. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan

5. Konsumsi makanan kaya antioksidan
Freepik/vasiliybudarin

Asap rokok memang racun yang sulit dihindari. Meski sudah berusaha menghindar, asap ini masih bisa masuk ke dalam tubuh secara tidak sengaja. Oleh karena itu, Mama juga perlu melawan racun dari asap rokok dari dalam.

Nah, salah satu cara yang bisa Mama lakukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan. Mama bisa mengonsumsi apel ataupun jeruk nipis.

Nutrisi di dalam apel dapat meningkatkan kinerja paru-paru, sedangkan kandungan pada jeruk nipis dapat mendorong pembuangan nikotin dari dalam tubuh.

6. Minum lebih banyak air putih

6. Minum lebih banyak air putih
Pexels/Daria Shevtsova

Air memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup kita. Bahkan, seseorang dapat bertahan hidup lebih lama ketika tidak mendapat asupan makanan daripada tidak meminum air lho, Ma.

Nah, selain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, air putih juga berfungsi membantu proses detoksifikasi. Dengan jumlah air yang cukup, tubuh dapat membersihkan racun dari asap rokok yang tidak sengaja terhirup. Oleh karena itu, minum air putih yang banyak setiap hari ya, Ma!

7. Mendukung anggota keluarga untuk berhenti merokok

7. Mendukung anggota keluarga berhenti merokok
Freepik/Yanalya

Langkah pencegahan yang paling baik adalah dengan menghilangkan sumber asap rokok. Terkadang, Mama terpaksa menjadi perokok pasif karena anggota keluarga merupakan perokok aktif. Oleh karena itu, dukung orang tersebut untuk berhenti merokok.

Berhenti merokok memang sulit. Apalagi jika kebiasaan ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Namun, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan kesabaran, dukungan, dan komitmen, Mama pasti bisa membantunya untuk berhenti merokok.

Cobalah untuk mengingatkan kelebihan-kelebihan yang akan dirasakan ketika berhenti merokok.

Jika sang perokok adalah Papa, Mama bisa mengikuti tips-tips pada artikel ini 5 Tips Tepat Membantu Suami yang Ingin Berhenti Merokok.

Itulah tips-tips yang bisa Mama lakukan agar tidak menjadi perokok pasif. Yuk, lakukan mulai dari sekarang. Ingat Ma, perokok pasif memiliki risiko kesehatan yang lebih besar daripada perokok aktif!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.