Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Mencegah Stroke Ringan untuk Melindungi Diri dan Keluarga.jpg
Freepik/pressphoto

Intinya sih...

  • Menjaga berat badan tetap ideal untuk mengurangi risiko gangguan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.

  • Rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam ringan untuk menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap stabil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjaga kesehatan otak sejak dini ternyata bisa membantu mencegah stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA). Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari untuk melindungi pembuluh darah dan menjaga aliran darah tetap lancar.

Pencegahan stroke ringan sangat penting karena kondisi ini bisa menjadi tanda peringatan sebelum stroke yang lebih serius terjadi. Dengan melakukan beberapa langkah tepat, risiko serangan dapat ditekan secara signifikan.

Tapi, langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan? Simak ulasan Popmama.com berikut ini, yang dirangkum dari laman Kemenkes.go.id, supaya Mama bisa mulai melindungi diri dan keluarga dari risiko stroke ringan.

1. Menjaga berat badan tetap ideal

Freepik/jcomp

Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes. Kedua kondisi ini berperan besar dalam terjadinya penyumbatan sementara aliran darah ke otak yang memicu stroke ringan.

Dengan menjaga berat badan ideal, kerja jantung menjadi lebih ringan dan aliran darah ke otak tetap lancar. Berat badan yang terkontrol juga membantu menurunkan risiko stroke berulang di kemudian hari.

2. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang

Freepik/KamranAydinov

Pola makan yang tidak sehat, terutama tinggi lemak, kolesterol, dan garam, dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menghambat aliran darah ke otak dan memicu stroke ringan.

Kemenkes menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta membatasi makanan olahan. Pola makan seimbang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.

3. Rutin melakukan aktivitas fisik

Freepik/jcomp

Kurang bergerak dapat memperburuk sirkulasi darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta pembuluh darah. Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap stabil.

Olahraga tidak harus berat, cukup dilakukan secara rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam ringan. Kebiasaan ini membantu tubuh tetap bugar dan mengurangi risiko terjadinya stroke ringan.

4. Berhenti merokok dan menghindari alkohol

Freepik/nensuria

Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat proses penyumbatan. Zat berbahaya dalam rokok juga meningkatkan risiko pembekuan darah yang dapat mengganggu aliran darah ke otak.

Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi. Menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi alkohol merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan otak dan jantung.

5. Menghindari penggunaan NAPZA

Freepik

Penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf dan pembuluh darah. Zat-zat ini berisiko memicu penyempitan atau kerusakan pembuluh darah otak.

Dengan menghindari NAPZA, tubuh dapat bekerja secara optimal dalam menjaga aliran darah tetap stabil. Langkah ini juga membantu menurunkan risiko stroke ringan serta komplikasi kesehatan lainnya.

6. Mengontrol penyakit penyerta

Freepik

Penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gangguan jantung merupakan faktor risiko utama stroke ringan. Jika tidak dikendalikan dengan baik, kondisi ini dapat memperbesar kemungkinan terjadinya penyumbatan aliran darah ke otak.

Pengobatan teratur dan mengikuti anjuran dokter sangat penting untuk mencegah stroke ringan. Kontrol penyakit penyerta membantu menjaga kondisi pembuluh darah tetap sehat dan berfungsi normal.

7. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Freepik

Pemeriksaan kesehatan rutin memungkinkan deteksi dini terhadap faktor risiko stroke ringan. Tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol yang terpantau dengan baik memudahkan langkah pencegahan sejak awal.

Dengan pemeriksaan berkala, risiko stroke ringan dapat ditekan sebelum berkembang menjadi stroke yang lebih berat. Pencegahan sejak dini adalah kunci utama menjaga kesehatan otak dan kualitas hidup jangka panjang.

Nah, itulah beberapa langkah penting yang bisa Mama lakukan untuk mencegah stroke ringan.

Editorial Team