Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengobati Penyakit Autoimun Kulit
Magnific/magnific
  • Penyakit autoimun kulit belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi pengobatan yang tepat dapat mengendalikan peradangan, meredakan keluhan, dan memperlambat perkembangan penyakit.
  • Kortikosteroid, imunosupresan, serta obat biologis digunakan untuk menekan respons imun berlebih; bentuk, jenis, dan dosis pengobatan disesuaikan dengan kondisi pasien serta pengawasan dokter.
  • Fototerapi UV dapat membantu psoriasis dan vitiligo melalui perawatan rutin, sementara pola hidup sehat seperti makan bergizi, olahraga, tidur cukup, dan kelola stres membantu mengurangi kambuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penyakit autoimun kulit belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan melalui kortikosteroid, fototerapi, imunosupresan, obat biologis, dan pola hidup sehat.
  • Who?
    Pasien dengan penyakit autoimun kulit, termasuk kondisi seperti lupus, psoriasis, dan vitiligo, dapat menjalani pengobatan sesuai kondisi serta pengawasan dokter.
  • Where?
    Fototerapi dilakukan di klinik atau rumah sakit. Penggunaan obat biologis juga memerlukan resep dan pengawasan dokter.
  • When?
    Pengobatan diberikan sesuai kondisi dan respons kulit pasien. Fototerapi umumnya dilakukan rutin beberapa kali dalam seminggu, sementara durasi pengobatan lain bergantung pada kebutuhan medis.
  • Why?
    Pengobatan dilakukan untuk mengurangi peradangan, menekan respons kekebalan tubuh yang terlalu aktif, meredakan keluhan kulit, dan membantu memperlambat perkembangan penyakit.
  • How?
    Kortikosteroid dapat diberikan sebagai krim, salep, obat minum, suntikan, atau infus; terapi lain mencakup paparan UV, imunosupresan, biologis, serta makanan bergizi, olahraga, tidur cukup, pengelolaan stres, dan menghindari rokok serta alkohol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyakit ini membuat tubuh salah menyerang kulit. Penyakitnya belum bisa hilang semua, tapi kulit bisa dibantu supaya tidak terlalu merah atau sakit. Dokter bisa memberi krim, obat, suntikan, atau terapi cahaya. Ada juga obat khusus. Makan sehat, tidur cukup, dan olahraga juga bisa membantu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyakit autoimun kulit memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya, karena sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang kulit masih menjadi bagian dari kondisi tersebut. 

Meski begitu, bukan berarti gejalanya tidak bisa dikendalikan. Dengan pengobatan yang tepat, peradangan dan keluhan pada kulit dapat diredakan sekaligus membantu memperlambat perkembangan penyakit.

Lantas, apa saja cara mengobatinya? Berikut Popmama.com merangkum 5 cara mengobati penyakit autoimun kulit yang perlu kamu ketahui.

1. Konsumsi obat kortikosteroid

Magnific/magnific

Melansir dari Mayo Clinic, kortikosteroid menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk membantu mengobati penyakit autoimun kulit. 

Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan sekaligus menekan respons sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

Pemberiannya bisa disesuaikan dengan kondisi yang dialami, mulai dari krim atau salep, obat minum, suntikan, hingga infus melalui pembuluh darah. 

Kortikosteroid juga digunakan untuk membantu mengendalikan peradangan pada berbagai penyakit autoimun, seperti lupus.

2. Menjalani terapi cahaya

Pexels/Pavel Danilyuk

Terapi cahaya atau fototerapi merupakan salah satu pilihan terapi untuk beberapa penyakit autoimun kulit, seperti psoriasis dan vitiligo. 

Perawatan ini menggunakan paparan sinar ultraviolet (UV) yang dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan dosis yang sudah disesuaikan.

Paparan UV dalam fototerapi dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus merangsang pertumbuhan sel kulit baru. 

Agar hasilnya optimal, terapi biasanya perlu dilakukan secara rutin beberapa kali dalam seminggu, tergantung kondisi dan respons kulit terhadap pengobatan.

3. Konsumsi obat imunosupresan

Magnific/jcomp

Obat imunosupresan juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi penyakit autoimun kulit. 

Dilansir dari Verywell Health, obat ini bekerja dengan menekan atau mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif sehingga peradangan pada kulit dapat lebih terkendali.

Jenis obat yang digunakan bisa berbeda-beda sesuai kondisi pasien. Beberapa di antaranya adalah cyclosporine, cyclophosphamide, azathioprine, methotrexate, hingga obat biologis seperti abatacept dan adalimumab

Obat-obatan ini bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi lain.

4. Pengobatan biologik

Magnific/magnific

Obat biologis atau biologics agent merupakan salah satu pilihan pengobatan untuk penyakit autoimun kulit, terutama pada kondisi yang sulit dikendalikan dengan terapi lain.

Dikutip dari Cleveland Clinic, obat ini dibuat dari bahan yang berasal dari organisme hidup, seperti protein atau materi genetik tertentu, melalui proses bioteknologi.

Berbeda dari obat sintetis biasa, biologics agent dirancang untuk menargetkan bagian tertentu dari sistem kekebalan tubuh sehingga respons imun yang terlalu aktif dapat lebih terkontrol. 

Untuk penyakit autoimun kulit, obat biologis umumnya diberikan berdasarkan resep dan pengawasan dokter, terutama untuk memastikan jenis dan dosisnya sesuai dengan kondisi kulit.

5. Terapkan pola hidup sehat

Magnific/magnific

Selain melewati serangkaian pengobatan medis dengan beberapa pilihan di atas, cara mengobati penyakit autoimun lainnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Hampir seluruh jenis penyakit autoimun merupakan penyakit yang bertahan dalam waktu lama serta dapat kambuh (flare) sehingga gaya hidup berperan penting dalam mengurangi gejala kambuhnya.

Caranya bisa dimulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, cukup tidur, mengelola stres, serta menghindari rokok dan alkohol.

Itulah 5 cara mengobati penyakit autoimun kulit yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberi kamu wawasan seputar pengobatan untuk penyakit autoimun kulit, ya!

Editorial Team

Related Article