Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Ciri-Ciri Getah Bening yang Perlu Diwaspadai!
Freepik/Freepik

Intinya sih...

  • Benjolan yang membesar perlahan tanpa rasa sakit bisa menjadi tanda sel kanker

  • Pembengkakan tidak mengecil setelah 2–4 minggu dapat menandakan masalah lain

  • Demam atau keringat berlebihan bersama pembengkakan kelenjar bisa menjadi tanda gangguan serius pada sistem limfatik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kelenjar getah bening adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Sistem ini bekerja untuk menyaring kuman, virus, dan sel abnormal agar tidak menyebar.

Saat tubuh menghadapi infeksi atau masalah kesehatan tertentu, kelenjar ini bisa membengkak yang terlihat di leher, ketiak, atau lipat paha. Maka dari itu, perlu adanya perhatian pada titik tubuh yang sekiranya tempat kelenjar itu bertumbuh.

Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa tubuh sedang berusaha melawan sesuatu. Namun, tidak semua pembengkakan bersifat ringan atau hilang dengan sendirinya.

Menurut American Cancer Society, pembengkakan dapat terjadi ketika tubuh melawan infeksi atau saat sel abnormal, termasuk sel kanker, masuk ke dalam kelenjar tersebut.

Jika perubahan terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, Mama perlu memperhatikannya. Berikut Popmama.com akan menjelaskan 6 ciri-ciri getah bening yang perlu diwaspadai. Yuk simak dibawah ini.

1. Benjolan yang membesar perlahan

Istockphoto/Eakkarat Thiemubol

Benjolan getah bening yang tumbuh pelan-pelan tanpa rasa sakit dapat menjadi tanda ketika sel kanker menyebar ke kelenjar getah bening. Benjolan bentuk ini biasanya tidak langsung terlihat mencolok.

Namun perlahan akan bertambah besar dari minggu ke minggu, dengan tekstur yang lebih padat dibandingkan pembengkakan akibat infeksi. Menurut American Cancer Society, pembengkakan seperti ini seringkali tidak menimbulkan nyeri, tetapi perlu diwaspadai.

Biasanya benjolan ini tidak mengecil dengan sendirinya dan tidak disertai gejala infeksi seperti demam atau nyeri tenggorokan.

2. Pembengkakan tidak mengecil setelah 2–4 minggu

Istockphoto/Alona Siniehina

Pada infeksi biasa, kelenjar getah bening akan mengecil kembali setelah tubuh pulih. Tetapi jika pembengkakan tidak mengecil dalam 2–4 minggu, berarti kelenjar tidak lagi merespons infeksi ringan.

Menurut Dr. Michelle Azu, MD (spesialis payudara dan limfatik), pembesaran kelenjar yang tidak mengecil setelah beberapa minggu bukan ciri infeksi biasa dan sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

Kondisi ini sebaiknya diperiksa dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mencegah kemungkinan masalah yang lebih serius. Terutama jika disertai perubahan ukuran, tekstur, atau gejala lain pada tubuh.

3. Demam atau keringat berlebihan

Istockphoto/Milorad Cravic

Demam atau keringat berlebihan di malam hari, dapat menunjukkan respons tubuh terhadap kondisi yang lebih serius. Seperti bila terjadi bersamaan dengan pembengkakan kelenjar.

Menurut Dr. Lisa Roth, MD, dari Weill Cornell Medicine, keringat malam berlebihan dan demam berkepanjangan dapat menjadi tanda gangguan serius pada sistem limfatik.

Kondisi ini bukan sekadar reaksi tubuh terhadap cuaca panas atau kelelahan, terutama jika terjadi secara berulang tanpa sebab yang jelas. Keringat malam berlebihan sering kali disertai dengan rasa tidak nyaman, demam ringan yang berlangsung lama, atau tubuh terasa lemas.

4. Penurunan berat badan

Istockphoto/Milko

Penurunan berat badan drastis yang tidak direncanakan bisa menandakan adanya perubahan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit tertentu. Jika penurunan berat badan tersebut disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Bila Mama tidak sedang diet atau mengubah pola makan namun berat badan terus turun, dan bersamaan muncul pembengkakan kelenjar, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Kondisi ini patut diwaspadai, terutama bila Mama tidak sedang menjalani diet, tidak meningkatkan aktivitas fisik, atau tidak mengubah pola makan, namun berat badan terus menurun secara signifikan.

Kombinasi kedua gejala tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.

5. Kelelahan

Istockphoto/DragonImages

Kelelahan yang tidak membaik meski Mama sudah cukup tidur atau beristirahat, dapat terjadi ketika tubuh bekerja ekstra untuk melawan infeksi atau kondisi kesehatan tertentu.

Mama mungkin merasa energi cepat habis, mudah lelah saat melakukan aktivitas ringan, atau sulit berkonsentrasi sepanjang hari, meskipun rutinitas tidak banyak berubah.

Menurut Dr. James Ferrara, MD, seorang ahli hematologi dari Mount Sinai, kelelahan yang berlangsung terus-menerus dapat muncul ketika sistem imun bekerja lebih berat akibat adanya gangguan pada kelenjar getah bening.

Oleh karena itu, jika rasa lelah ini terjadi dalam waktu lama dan disertai gejala lain, seperti pembengkakan kelenjar atau penurunan berat badan, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.

6. Benjolan terasa keras atau sulit digerakkan

Istockphoto/bymuratdeniz

Benjolan yang keras, padat, atau sulit digerakkan bisa menjadi tanda bahwa ada perubahan sel di dalam kelenjar. Berbeda dengan kelenjar yang membengkak akibat infeksi yang biasanya terasa lunak dan mudah digerakkan, tekstur kaku seperti ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dr. Gregory Plotnikoff, MD, menjelaskan bahwa benjolan yang keras atau sulit digerakkan berbeda dari pembengkakan akibat infeksi dan perlu ditangani segera karena bisa menandakan perubahan sel yang serius.

Nah, itu dia 6 ciri-ciri getah bening yang perlu Mama pahami. Memperhatikan perubahan sejak awal dapat membantu Mama mengenali kondisi tubuh dengan lebih baik.

Jika pembengkakan tidak membaik atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis menjadi langkah terbaik untuk memastikan penyebabnya. Jangan menunda-nunda ya, Ma!

Editorial Team