Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Ciri-Ciri Kanker Kulit Wajah dari Lesi hingga Luka Tak Sembuh
Freepik/Freepik

  • Lesi kanker kulit wajah berbeda dari noda biasa, bisa berwarna tidak merata dan bentuk tidak simetris

  • Luka di wajah yang tidak sembuh merupakan ciri kanker kulit, seringkali tampak seperti luka biasa tetapi tidak menunjukkan tanda penyembuhan

  • Benjolan kecil yang mengkilap atau menyerupai mutiara sering dikaitkan dengan karsinoma sel basal, bisa tumbuh perlahan dan terasa keras saat disentuh

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker kulit wajah merupakan kondisi serius yang sering berkembang secara perlahan dan kerap tidak disadari pada tahap awal. Wajah menjadi area yang paling rentan karena hampir setiap hari terpapar sinar matahari langsung tanpa perlindungan optimal.

Menurut American Cancer Society (ACS), paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlangsung lama merupakan penyebab utama terjadinya kanker kulit, terutama pada area terbuka seperti wajah, leher, dan telinga.

Jenis kanker kulit yang paling sering muncul di wajah meliputi karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Tentu, jenis ini berbeda-beda dalam siklus munculnya.

Hal ini juga dinyatakan oleh National Cancer Institute (NCI) yang menjelaskan bahwa masing-masing jenis kanker kulit memiliki karakteristik berbeda, tetapi umumnya diawali dengan perubahan pada permukaan kulit yang tampak sepele.

Masalahnya, banyak orang mengira perubahan tersebut hanyalah flek biasa, jerawat, atau luka ringan akibat iritasi. Padahal, jika dibiarkan, kanker kulit dapat terus berkembang dan merusak jaringan di sekitarnya, bahkan berisiko menyebar ke organ lain.

Oleh karena itu, Popmama.com akan menjelaskan 7 ciri-ciri kanker kulit wajah sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah. Simak pembahasannya dibawah ini.

1. Lesi atau bercak kulit yang tampak berbeda dari biasanya

Freepik/Freepik

Lesi kanker kulit wajah umumnya tampak berbeda dari noda atau flek biasa. Menurut American Cancer Society, lesi kanker kulit dapat berbentuk bercak kemerahan, kecokelatan, kehitaman, atau keabu-abuan dengan warna yang tidak merata dan bentuk yang tidak simetris.

Lesi ini sering muncul di area wajah yang sering terpapar sinar matahari, seperti hidung, pipi, dahi, dan sekitar mata. Pada awal kemunculannya, lesi biasanya tidak terasa nyeri sehingga banyak orang tidak menyadari adanya kelainan.

Seiring waktu, lesi dapat mengalami perubahan ukuran, warna, atau tekstur. Permukaannya bisa menjadi lebih kasar, menebal, atau justru tampak mengkilap.

National Cancer Institute (NCI) menyebutkan bahwa perubahan progresif pada lesi kulit merupakan salah satu tanda penting kanker kulit.

Jika lesi bertahan selama berminggu-minggu atau menunjukkan perubahan mencurigakan, kondisi ini tidak boleh diabaikan dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

2. Luka di wajah yang tidak kunjung sembuh

Freepik/Freepik

Luka yang tidak sembuh merupakan salah satu ciri kanker kulit wajah yang paling sering ditemukan. National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa luka akibat kanker kulit sering kali tampak seperti luka biasa, tetapi tidak menunjukkan tanda penyembuhan meski sudah dirawat.

Luka dapat mengering, membentuk kerak, kemudian berdarah kembali. Proses ini bisa berulang dalam waktu lama tanpa adanya perbaikan yang nyata. Kondisi ini berbeda dengan luka normal yang biasanya membaik dalam beberapa hari.

Pada beberapa kasus, luka kanker kulit tidak terasa nyeri sehingga penderita tidak merasa terganggu. Namun, jaringan di sekitar luka perlahan dapat rusak dan melebar.

Menurut American Cancer Society, luka yang tidak sembuh lebih dari dua hingga tiga minggu, terutama di area wajah, perlu dicurigai sebagai tanda kanker kulit dan memerlukan evaluasi medis.

3. Benjolan kecil yang mengkilap, keras, atau menyerupai mutiara

istockphoto/kwanchaichaiudom

Benjolan kecil yang tampak mengkilap atau berwarna seperti mutiara sering dikaitkan dengan karsinoma sel basal. American Cancer Society menyebutkan bahwa benjolan ini biasanya berwarna putih, bening, atau menyerupai warna kulit.

Benjolan dapat tumbuh perlahan dan terasa keras saat disentuh. Pada permukaannya, terkadang terlihat pembuluh darah kecil yang mencolok. Lokasi yang sering terkena antara lain hidung, kelopak mata, dan sekitar bibir.

Karena ukurannya kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit, benjolan ini sering dianggap sebagai jerawat atau kutil. Padahal, jika dibiarkan, benjolan dapat terus membesar dan merusak jaringan wajah di sekitarnya.

National Cancer Institute (NCI) menegaskan bahwa benjolan yang tidak menghilang dan terus berkembang perlu dievaluasi untuk memastikan tidak ada keganasan pada kulit.

4. Perubahan pada tahi lalat di wajah

istockphoto/energyy

Perubahan pada tahi lalat merupakan tanda penting, terutama pada melanoma. Tahi lalat yang berubah bentuk, ukuran, atau warna perlu mendapat perhatian khusus. Tahi lalat dapat menjadi tidak simetris, memiliki warna yang tidak merata, atau tepinya tampak tidak beraturan.

Dalam beberapa kasus, tahi lalat juga bisa mengalami pendarahan atau terasa gatal. Perubahan ini terjadi karena pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam jaringan kulit. Melanoma dikenal sebagai jenis kanker kulit yang lebih agresif dibandingkan jenis lainnya.

American Cancer Society menekankan bahwa setiap perubahan mencurigakan pada tahi lalat, terutama di wajah, sebaiknya segera diperiksakan karena melanoma dapat menyebar lebih cepat jika terlambat ditangani.

5. Kulit wajah bersisik, menebal, atau terasa kasar

Freepik/Freepik

Kulit wajah yang menjadi bersisik, menebal, atau terasa kasar dalam jangka waktu lama dapat menjadi tanda kanker kulit. Kondisi ini sering dikaitkan dengan karsinoma sel skuamosa.

Menurut American Cancer Society, area kulit yang terdampak biasanya tampak kemerahan dan terasa sensitif. Keluhan ini sering disalah artikan sebagai iritasi, alergi, atau masalah kulit ringan lainnya.

Berbeda dengan iritasi biasa, perubahan kulit akibat kanker tidak membaik dengan perawatan umum. Justru, area kulit dapat semakin menebal dan terasa tidak nyaman.

6. Pendarahan ringan yang sering terjadi tanpa sebab jelas

Freepik/Freepik

Pendarahan ringan di wajah yang terjadi berulang kali dapat menjadi tanda kanker kulit. National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa jaringan kanker bersifat rapuh sehingga mudah berdarah meski hanya terkena gesekan ringan.

Pendarahan dapat muncul saat mencuci wajah, bercukur, atau bahkan tanpa aktivitas tertentu. Meski darah yang keluar sedikit, kondisi ini sering terjadi berulang di area yang sama. Banyak orang mengabaikan pendarahan ringan karena dianggap sepele.

Padahal, pendarahan berulang tanpa luka jelas merupakan tanda peringatan penting. Maka dari itu, disarankan agar pendarahan yang tidak jelas penyebabnya segera diperiksakan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker kulit.

7. Nyeri, perih, atau gatal yang tidak kunjung hilang

Freepik/Freepik

Pada tahap tertentu, kanker kulit wajah dapat menimbulkan rasa nyeri, perih, atau gatal yang menetap. Keluhan ini dapat muncul ketika kanker mulai memengaruhi jaringan saraf di sekitarnya. Rasa tidak nyaman bisa berlangsung lama dan tidak membaik dengan perawatan kulit biasa.

Pada beberapa orang, keluhan ini justru semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan nyeri atau gatal sering dianggap sebagai iritasi ringan atau reaksi alergi. Namun, jika berlangsung lama tanpa sebab jelas, kondisi ini perlu dicurigai.

National Cancer Institute (NCI) menegaskan bahwa keluhan kulit yang menetap dan disertai perubahan visual pada kulit memerlukan evaluasi medis untuk memastikan diagnosis yang tepat.

7 ciri-ciri kanker kulit wajah diatas sering kali berkembang perlahan dan menyerupai masalah kulit ringan. Namun, National Cancer Institute (NCI) menegaskan bahwa perubahan kulit yang tidak biasa, terutama lesi dan luka yang tidak sembuh, perlu mendapat perhatian serius.

Deteksi dini kanker kulit wajah dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas. Jika terdapat perubahan kulit yang mencurigakan, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah penting yang tidak boleh ditunda.

Yuk, Ma, Pa, mulai sekarang harus terapkan kebersihan yang maksimal dan perawatan kulit yang efektif agar tidak terkena kanker kulit akibat kebiasaan yang buruk. Semoga bermanfaat!

Editorial Team