Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Daftar Makanan yang Mengandung Gas, Bikin Begah dan Kembung
Pexels/Vitaly Gariev
  • Artikel membahas delapan jenis makanan sehat seperti apel, kacang-kacangan, dan olahan susu yang ternyata dapat memicu produksi gas berlebih di saluran pencernaan.
  • Pemicu utama kembung berasal dari kandungan seperti fruktosa, sorbitol, laktosa, serta rafinosa yang sulit dicerna tubuh sehingga difermentasi oleh bakteri usus.
  • Meski bergizi tinggi, makanan berserat dan olahan tertentu sebaiknya dikonsumsi bertahap agar sistem pencernaan bisa beradaptasi tanpa menimbulkan rasa begah atau kembung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Terkadang, kita tidak menyadari bahwa menu lezat dan sehat yang baru saja disantap ternyata merupakan pemicu utama perut menjadi penuh gas.

Tanpa disadari, beberapa jenis asupan sehat yang sering tersaji di meja makan kita rupanya bisa memicu produksi gas berlebih di saluran pencernaan. 

Penasaran apa saja makanan yang bisa menyebabkan kembung dan begah? Berikut Popmama.com merangkum 8 makanan yang mengandung gas. Yuk, simak sampai habis!

1. Apel

Pexels/Mateus Belarmino

Membicarakan buah sehat, apel pasti selalu masuk dalam urutan teratas sebagai menu diet harian. Buah yang renyah dan manis ini memang kaya akan vitamin dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Mengutip dari Healthline, apel ternyata mengandung fruktosa (gula alami buah) dan sorbitol.

Bagi sebagian orang, sistem pencernaan mengalami kesulitan untuk memecah fruktosa dan sorbitol ini dengan sempurna. 

Akibatnya, gula yang tidak tercerna tersebut akan mampir ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri. Proses fermentasi inilah yang pada akhirnya memproduksi gas penyebab kembung di perutmu.

2. Kacang-kacangan

Pexels/Engin Akyurt

Setelah membahas buah manis, mari kita beralih ke sumber protein nabati favorit banyak orang. Berbagai jenis kacang-kacangan memang sangat baik untuk menjaga kesehatan organ tubuh. 

Akan tetapi, tahukah kamu bahwa kacang-kacangan sering kali menduduki peringkat teratas sebagai pemicu perut kembung?

Dikutip dari WebMD, kacang-kacangan mengandung sejenis gula kompleks yang disebut rafinosa (raffinose). Tubuh manusia sering kali kesulitan mencerna rafinosa karena kita tidak memiliki enzim tertentu yang cukup. 

Gula ini baru akan dipecah ketika mencapai usus besar melalui proses bantuan bakteri, sehingga menghasilkan gas dalam jumlah yang lumayan banyak.

3. Olahan susu

Pexels/Laker

Bergeser dari camilan nabati, produk hewani yang satu ini juga kerap menjadi dalang di balik perut yang terasa begah. 

Susu murni beserta produk olahannya seperti keju, mentega, dan es krim merupakan sumber kalsium lezat yang sangat baik untuk tulang. Namun, tidak semua perut bisa menerimanya dengan nyaman.

Dikutip dari Healthline, produk olahan susu mengandung gula alami yang bernama laktosa. Apabila kamu sering merasa kembung, kram, atau bahkan mual setelah minum susu, bisa jadi tubuhmu tidak memproduksi cukup enzim laktase untuk memecahnya. 

Kondisi yang dikenal dengan intoleransi laktosa ini membuat susu langsung diproses oleh bakteri usus, sehingga memicu tumpukan gas di dalam perut.

4. Biji-bijian

Pexels/RDNE Stock project

Bagi kamu yang sedang menjalankan gaya hidup sehat, biji-bijian utuh (whole grains) seperti gandum utuh pasti sering jadi pilihan utama untuk menu sarapan. 

Sayangnya, makanan bergizi tinggi ini juga masuk dalam deretan makanan yang memicu tumpukan gas.

Dikutip dari WebMD, biji-bijian utuh sangat kaya akan serat larut dan pati. Ketika asupan serat dan pati dalam jumlah tinggi ini masuk ke dalam usus besar, flora dan bakteri alami di sana akan berbondong-bondong memecahnya dan melepaskan gas. 

Meski sangat menyehatkan, ada baiknya kamu mengonsumsinya secara bertahap agar usus bisa beradaptasi perlahan.

5. Pir

Pexels/Ylanite Koppens

Kembali menengok kelompok buah-buahan, ada satu lagi kerabat apel yang tak kalah lezatnya, namun perlu diwaspadai jika perutmu sedang sensitif.

Pir dikenal dengan teksturnya yang padat dan kandungan airnya yang sangat menyegarkan tenggorokan saat cuaca panas.

Dikutip dari Healthline, pir juga menyembunyikan kandungan fruktosa dan sorbitol di dalam daging buahnya yang manis. 

Kombinasi kedua jenis karbohidrat kompleks ini serta kandungan seratnya yang tinggi sering kali membuat lambung dan usus bekerja ekstra keras, yang berujung pada penumpukan gas berlebih.

6. Makanan olahan

Pexels/Guillermo Berlin

Kalau kamu sedang bersantai, rasanya kurang lengkap tanpa mengunyah camilan kemasan atau makanan ringan, bukan? Sayangnya, hobi ngemil makanan instan ini bisa menjadi bumerang untuk kenyamanan sistem pencernaanmu.

Mengutip dari WebMD, makanan olahan seperti sosis, keripik ringan, hingga sereal sarapan sering kali mengandung bahan tambahan tersembunyi. 

Mulai dari tambahan laktosa bubuk, fruktosa buatan, hingga tepung terigu, semuanya dicampur untuk menambah cita rasa. 

Karbohidrat olahan dan gula tambahan inilah yang sulit diolah oleh enzim pencernaan kita, sehingga memicu perut kembung seharian.

7. Oatmeal

Pexels/MART PRODUCTION

Masih seputar menu andalan di pagi hari, semangkuk oatmeal hangat memang terasa pas untuk mengawali hari. Oatmeal dikenal luas ampuh menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah berkat kandungan serat larutnya yang luar biasa tinggi.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa serat penurun kolesterol ini pulalah yang membuatnya rentan memicu gas. Mengutip dari WebMD, layaknya biji-bijian utuh lainnya, makanan berserat tinggi seperti oat yang bergerak melewati usus besar pasti akan mengalami proses fermentasi. 

Agar perut tidak kaget, cobalah untuk menikmati oatmeal dalam porsi mangkuk kecil terlebih dahulu.

8. Sayuran cruciferous

Pexels/L. Lum

Terakhir, kita tutup perjalanan ini dengan kelompok sayuran hijau yang sangat populer, yakni keluarga cruciferous seperti brokoli, kubis, dan kembang kol. Sayuran segar ini memang diakui sebagai juara dalam urusan multivitamin dan pencegahan penyakit kronis.

Dikutip dari Healthline, sayuran ini mengandung gula rafinosa yang padat, persis seperti yang ditemukan pada kelompok kacang-kacangan. 

Karena tidak bisa langsung dicerna di lambung, rafinosa akan membusuk dan difermentasi setibanya di usus besar. Proses inilah yang kerap menyebabkan produksi gas hingga rasa begah yang kadang disertai dengan aroma kurang sedap.

Nah, itulah pembahasan mengenai 8 makanan yang mengandung gas. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article