Sistem imun harusnya jadi pelindung tubuh dari virus, bakteri, dan zat berbahaya lainnya. Tapi pada sebagian orang, sistem ini justru berbalik arah dan menyerang sel-sel tubuh sendiri. Kondisi inilah yang disebut penyakit autoimun, dan jumlah pengidapnya ternyata nggak sedikit.
6 Penyebab Autoimun, Faktor Genetik Bisa Jadi Salah Satunya

- Penyebab pasti autoimun belum sepenuhnya diketahui, tetapi obat tertentu seperti statin, antibiotik, dan obat tekanan darah dapat meningkatkan risiko pada sebagian orang.
- Faktor genetik meningkatkan kerentanan, terutama bila ada riwayat keluarga, namun hanya sekitar sepertiga risiko autoimun dikaitkan dengan keturunan; faktor lain turut berperan.
- Infeksi, paparan lingkungan, merokok, obesitas, nutrisi, dan jenis kelamin memengaruhi risiko; sekitar 75–78 persen pengidap autoimun adalah perempuan, terutama usia 15–44 tahun.
Sayangnya, penyebab pasti autoimun hingga sekarang belum sepenuhnya terungkap oleh para ahli. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga kuat berperan memicu munculnya penyakit ini, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga hal-hal yang memang sudah melekat sejak lahir.
Buat kamu yang ingin mengetahui apa saja penyebab autoimun, berikut Popmama.com mengulas 6 penyebab autoimun. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Pengaruh obat-obatan tertentu

Pexels/Anna Shvets Siapa sangka, obat yang diminum untuk mengatasi satu masalah kesehatan justru bisa memicu masalah lain. Menurut WebMD, beberapa jenis obat dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh yang membuat sistem imun menjadi bingung dan salah menyerang.
Golongan obat yang perlu diwaspadai efek sampingnya antara lain statin, antibiotik, dan obat tekanan darah tertentu.
Bukan berarti semua orang yang minum obat-obatan tersebut otomatis akan terkena autoimun, ya. Faktor ini hanya salah satu dari sekian banyak pemicu yang dapat meningkatkan risikonya.
Kalau kamu rutin mengonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka panjang, nggak ada salahnya untuk mendiskusikan potensi efek sampingnya dengan dokter.
2. Faktor genetik

Pexels/Nicola Narracci Selain obat-obatan, faktor keturunan juga punya andil besar. Mengutip WebMD, beberapa penyakit autoimun memang cenderung diturunkan dalam keluarga, sehingga risiko seseorang akan lebih tinggi jika ada anggota keluarga yang mengidapnya.
Orang dengan gen tertentu juga disebut lebih rentan mengalami gangguan autoimun. Namun begitu, faktor genetik saja ternyata belum cukup untuk menyebabkan penyakit ini muncul.
Mengutip Genentech, sekitar sepertiga dari total risiko terkena autoimun bisa dikaitkan dengan faktor keturunan, sementara sisanya dipengaruhi oleh hal-hal lain di luar gen.
3. Infeksi

Pexels/Monstera Production Melansir dari WebMD, mikroorganisme seperti virus dan bakteri dapat memicu perubahan yang membuat sistem imun berbalik menyerang tubuh sendiri, bukannya hanya melawan kuman penyebab infeksinya.
Kemungkinan ini disebut makin besar jika seseorang memang sudah memiliki kecenderungan genetik terhadap gangguan sistem imun.
Dikutip dari Genentech, paparan agen infeksi, seperti virus dan bakteri, termasuk salah satu faktor pemicu autoimun yang sifatnya tidak diwariskan alias didapat dari luar tubuh.
Artinya, meski seseorang nggak punya riwayat keluarga dengan autoimun, infeksi tertentu tetap bisa jadi titik awal munculnya gangguan ini di kemudian hari.
4. Faktor lingkungan

Pexels/Ihsan Adityawarman Ternyata, lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi risiko autoimun. Dikutip dari Healthline, paparan sinar matahari, merkuri, bahan kimia seperti pelarut atau zat yang dipakai dalam pertanian, asap rokok, hingga infeksi bakteri dan virus tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.
Mengutip WebMD, kebiasaan merokok dan paparan racun, seperti polusi udara atau bahan kimia berbahaya, merupakan faktor risiko yang patut diwaspadai.
Bahkan, kondisi berat badan berlebih atau obesitas juga disebut berperan dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan autoimun.
5. Nutrisi

Pexels/Engin Akyurt Selanjutnya, apa yang kamu makan sehari-hari rupanya juga berpengaruh terhadap sistem imun. Healthline menjelaskan bahwa pola makan dan asupan nutrisi dapat memengaruhi risiko sekaligus tingkat keparahan penyakit autoimun.
Dilansir dari Genentech, faktor gaya hidup seperti asupan nutrisi dapat berdampak pada fungsi sistem imun seseorang. Meski belum ada aturan makan khusus yang bisa mencegah autoimun secara total, menjaga pola makan tetap seimbang tetap menjadi langkah kecil yang layak dicoba untuk mendukung kesehatan sistem imun secara umum.
6. Jenis kelamin

Pexels/Tim Mossholder Penyebab terakhir yang cukup menarik untuk dibahas adalah jenis kelamin. Berdasarkan data WebMD, sekitar 78 persen orang yang mengidap penyakit autoimun adalah perempuan.
Dikutip dari Healthline, orang yang ditetapkan berjenis kelamin perempuan sejak lahir, khususnya di rentang usia 15-44 tahun, lebih rentan mengalami autoimun dibandingkan laki-laki.
Dilansir dari Genentech, sekitar 75 persen kasus autoimun terjadi pada perempuan, dan paling sering muncul di usia produktif atau masa subur.
Itulah 6 penyebab autoimun yang penting untuk kamu ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!



















