Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel atau jaringan tubuh yang sehat.
5 Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun

Penderita autoimun dianjurkan lebih selektif terhadap pola makan karena beberapa makanan dapat memicu peradangan atau memperburuk keluhan, selain tetap menjalani pengobatan dokter.
Makanan ultra-proses serta produk berpemanis, berpewarna, berpengawet, atau berbahan tambahan sintetis sebaiknya dihindari karena berpotensi mengganggu bakteri usus dan memicu peradangan.
Batasi protein hewani tinggi, lemak jenuh dan trans, serta gluten khususnya pada celiac; pilih protein nabati dan lemak sehat seperti omega-3, alpukat, atau minyak zaitun.
Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan juga penting diperhatikan karena beberapa jenis makanan dapat memicu peradangan atau memperburuk keluhan pada sebagian orang.
Oleh karena itu, penderita autoimun perlu lebih selektif dalam memilih makanan sehari-hari.
Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari? Simak daftarnya dalam artikel Popmama.com mengenai 5 makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun berikut ini.
Table of Content
1. Makanan ultra proses

Magnific/magnific Dilansir dari laman Global News, penderita penyakit autoimun sebaiknya menghindari makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) karena kandungan gula tambahan, lemak tidak sehat, serta berbagai bahan tambahan dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Konsumsi berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus dan kesehatan lapisan usus, yang berpotensi memperburuk respons sistem kekebalan tubuh.
2. Makanan atau minuman berpemanis buatan

Magnific/rawpixel.com Makanan dan minuman yang mengandung banyak pemanis, pewarna, pengawet, atau bahan tambahan sintetis sebaiknya dihindari oleh penderita autoimun.
Konsumsi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus dan memicu peradangan, yang pada sebagian orang dapat berpotensi memperburuk gejala, seperti nyeri sendi dan kelelahan.
3. Protein hewani

Magnific/timolina Mengutip dari laman Nourish, protein hewani tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh penderita autoimun.
Konsumsi protein hewani dalam jumlah tinggi, terutama daging merah, dapat memicu atau memperburuk peradangan pada sebagian penderita autoimun.
Beberapa penelitian juga mengaitkan pola makan tinggi protein hewani dengan risiko penyakit radang usus dan kambuhnya gejala, termasuk pada rheumatoid arthritis.
Sebagai alternatif, protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil cenderung lebih ramah terhadap kondisi peradangan.
4. Makanan tinggi lemak

Magnific/magnific Penderita autoimun sebaiknya membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, seperti gorengan, fast food, daging berlemak, dan makanan olahan.
Jika dikonsumsi berlebihan, jenis lemak tersebut dapat meningkatkan peradangan, mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, dan memengaruhi respons sistem kekebalan tubuh sehingga berpotensi memperburuk gejala autoimun.
Meski begitu, tetap ada lemak sehat yang dapat dikonsumsi, seperti omega-3 yang terdapat pada ikan berlemak, chia seed, alpukat, dan minyak zaitun.
Lemak sehat ini justru dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk mendukung kesehatan tubuh dan membantu mengontrol peradangan.
5. Makanan yang mengandung gluten

Magnific/magnific Dilansir dari Cleveland Clinic, gluten perlu dihindari terutama oleh penderita celiac disease karena sistem kekebalan tubuh keliru menganggap protein dalam gandum, jelai, dan gandum hitam sebagai ancaman.
Reaksi tersebut dapat memicu peradangan dan merusak lapisan usus halus, sehingga penyerapan nutrisi ikut terganggu.
Itulah tadi 5 makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun. Dengan menerapkan pola hidup sehat untuk penderita penyakit autoimun, tubuh akan lebih fit, berenergi, serta mengurangi lonjakan gejala autoimun.




















