Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi mengumumkan daftar nominasi Piala Citra pada Senin (12/10/2026). Sejumlah perfilman Tanah Air bersaing dalam berbagai kategori, mulai dari pemeran, penyutradaraan, hingga aspek teknis produksi film.
Daftar Nominasi FFI 2026, Ghost in the Cell Unggul dengan 13 Kategori

FFI 2026 mengumumkan nominasi Piala Citra pada 12 Oktober, setelah menerima 531 karya dari berbagai daerah dan melibatkan 85 anggota Akademi Citra serta 35 perwakilan organisasi profesi.
Ghost in the Cell karya Joko Anwar memimpin dengan 13 nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, dan sejumlah kategori teknis.
Lima nominasi Film Cerita Panjang Terbaik ialah Dopamin, Ghost in the Cell, Na Willa, Operasi Pesta Copet, dan Para Perasuk; malam penganugerahan dijadwalkan 20 November 2026.
Film Ghost in the Cell jadi salah satu sorotan usai meraih 13 nominasi. Film garapan Joko Anwar itu bersaing dalam sejumlah kategori utama, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Pria Terbaik.
Dilansir laman Instagram @festivalfilmid, pada 2026 ini, FFI menerima 531 karya dari berbagai daerah di Indonesia.
Proses penjurian melibatkan 85 anggota Akademi Citra bersama 35 perwakilan dari 13 organisasi profesi perfilman. Malam puncak penganugerahan Piala Citra FFI 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/11/2026).
Siapa saja yang masuk nominasi? Berikut Popmama.com sajikan daftar lengkap nominasi FFI 2026. Simak di bawah!
Table of Content
1. Daftar nominasi FFI 2026 untuk kategori pemeran

YouTube.com/Festival Film Indonesia Persaingan kategori pemeran menghadirkan nama-nama dari berbagai generasi, mulai dari aktor senior hingga aktor yang membintangi film-film terbaru.
Menariknya, Ghost in the Cell memiliki dua wakil di kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik, yakni Aming dan Yoga Pratama. Keduanya bersaing dengan Didik Nini Thowok, Kristo Immanuel, dan Teuku Rifnu Wikana.
Berikut adalah daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk kategori pemeran.
Pemeran utama pria terbaik
- Abimana Aryasatya - Ghost in the Cell
- Angga Aldi Yunanda - Para Perasuk
- Ardit Erwandha - Tunggu Aku Sukses Nanti
- Marthino Lio - Badut Gendong
- Nicholas Saputra - Tukar Takdir
Pemeran utama perempuan terbaik
- Christine Hakim - Semua Akan Baik-Baik Saja
- Luisa Adreena - Na Willa
- Marsha Timothy - Tukar Takdir
- Meriam Bellina - Senin Harga Naik
- Shenina Cinnamon - Dopamin
Pemeran pendukung pria terbaik
- Aming - Ghost in the Cell
- Didik Nini Thowok - Monster Pabrik Rambut
- Kristo Immanuel - Operasi Pesta Copet
- Teuku Rifnu Wikana - Dopamin
- Yoga Pratama - Ghost in the Cell
Pemeran pendukung perempuan terbaik
- Kawai Labiba - Operasi Pesta Copet
- Lydia Kandou - Ikatan Darah
- Maudy Ayunda - Para Perasuk
- Raihaanun - Semua Akan Baik-Baik Saja
- Sarah Sechan - Tunggu Aku Sukses Nanti
2. Daftar nominasi FFI 2026 untuk kategori film

YouTube.com/Festival Film Indonesia Kategori film menghadirkan persaingan dari beragam format, mulai dari film cerita panjang hingga dokumenter dan animasi pendek.
Lima film yang masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik adalah Dopamin, Ghost in the Cell, Na Willa, Operasi Pesta Copet, dan Para Perasuk.
Selain karya layar lebar, FFI juga memberikan ruang bagi film pendek, dokumenter, animasi, dan kritik film.
Berikut adalah daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk kategori film.
Film cerita panjang terbaik
- Dopamin - Produksi Starvision dan Karuna Pictures; produser Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar
- Ghost in the Cell - Produksi Come and See Pictures, Rapi Films, Barunson E&A, dan Legacy Pictures; produser Tia Hasibuan
- Na Willa - Produksi Visinema; produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari
- Operasi Pesta Copet - Produksi Imajinari; produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan
- Para Perasuk - Produksi Rekata Studio; produser Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi
Film cerita pendek terbaik
- Amelia, Amelia - Sutradara Daphne; produser Anandita Devitarianti dan Amalia Rusdi
- Dihapus dari Peta - Sutradara Maarij Reka; produser Nabila Maharani Ribusari
- Malam Sepanjang Nafas - Sutradara Irwan Sebleku; produser Elsy Grazia
- Mothers are Mothering - Sutradara Khozy Rizal dan Lam Li Shuen; produser Yulia Elvina Bhara dan Amerta Kusuma
- αLPα - Sutradara Dhiwangkara Seta; produser Tai Sukma Sari
Film dokumenter panjang terbaik
- A Distorted Individual - Sutradara dan produser Adythia Utama
- I Saw Her in Motion - Sutradara dan produser Umi Lestari
- Planet of Love - Sutradara Ika Wulandari; produser Ika Wulandari dan John Badalu
- The Last Supper (Whisper) - Sutradara Daniel Rudi Haryanto; produser Rolando Octavio Purba, Yolinda Puspitarini, dan Daniel Rudi Haryanto
- Tonggo Gedhek - Sutradara Gama Triono; produser Tonny Trimarsanto
Film dokumenter pendek terbaik
- Discordia - Sutradara Dery Prananda; produser Nur Hidayah Perwitasari
- Mae Menjaga Masjid - Sutradara Gladhys Elliona; produser Dewangkoro Rinugroho dan Gladhys Elliona
- Murdijati Gardjito - Sutradara dan produser Hindra Setya Rini
- Sharp Objects - Sutradara Taufiqurrahman Kifu dan Hattie Wade; produser Taufiqurrahman Kifu dan Hattie Wade
- Sino - Sutradara Gilang Akbar; produser Kezia Hapsari dan Torra Buana
Film animasi pendek terbaik
- Calabai - Sutradara dan produser Gina Korompot
- Drowned in Internet - Sutradara Naufal Zhorif Aryawan; produser Nita Virena Nathania
- Enigma Wajah Arca - Sutradara dan produser Kresensia Adellittha Devalia
- Nyanyian di Angkringan - Sutradara Shafiyyah Aida; produser Yanssen Emanuel Irawan
- Stories of Sahaba: Talhah Ibn Ubaydullah - The Living Martyr - Sutradara Bony Wairasmono; produser Taufik Ramadhani
Karya kritik film terbaik
- Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri (2024) - Gladhys Elliona
- Dunia Setinggi Mata Na Willa - Sony Triantoro
- Kerja-Kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya - Yulaika Romadhani
- Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya - Anton Kurnia
- Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku - I Ngurah Gede Adi Putra
3. Daftar nominasi FFI 2026 untuk kategori sineas

YouTube.com/Festival Film Indonesia Kategori sineas mencakup berbagai bidang, mulai dari penyutradaraan dan penulisan skenario hingga penyuntingan gambar, sinematografi, serta tata artistik dan suara.
Joko Anwar masuk nominasi Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik lewat Ghost in the Cell.
Sementara itu, Aline Jusria mendapat dua nominasi Penyunting Gambar Terbaik melalui Dopamin dan Operasi Pesta Copet.
Berikut adalah daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk kategori sineas.
Sutradara terbaik
- Bernardus Raka - Nobody Loves Kay
- Edwin - Monster Pabrik Rambut
- Joko Anwar - Ghost in the Cell
- Kimo Stamboel - Abadi Nan Jaya
- Wregas Bhanuteja - Para Perasuk
Penulis skenario asli terbaik
- Evelyn Aprilia - Tunggu Aku Sukses Nanti
- Joko Anwar - Ghost in the Cell
- Rino Sarjono dan Edy Khemod - Operasi Pesta Copet
- Teddy Soeria Atmadja - Dopamin
- Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina - Para Perasuk
Penulis skenario adaptasi terbaik
- Johanna Wattimena dan Bernardus Raka - Nobody Loves Kay
- Mouly Surya - Tukar Takdir
- Ryan Adriandhy - Na Willa
Penata busana terbaik
- Astrid Rosiana Ishak - Na Willa
- Gemailla Gea Geriantiana - Badut Gendong
- Gizza Ossiatzki - Operasi Pesta Copet
- Monika Paska - Ghost in the Cell
- Muthiara A. Revana - Monster Pabrik Rambut
Penata rias terbaik
- Aktris Handradjasa - Ikatan Darah
- Astrid Sambudiono (rias efek) dan Albasirun Ucok - Abadi Nan Jaya
- Eva Sheba - Monster Pabrik Rambut
- Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Irawan (rias efek) - Badut Gendong
- Novie Ariyanti - Ghost in the Cell
Penyunting gambar terbaik
- Aline Jusria - Dopamin
- Aline Jusria - Operasi Pesta Copet
- Cesa David Luckmansyah - Semua Akan Baik-Baik Saja
- Hendra Adhi Susanto - Senin Harga Naik
- Ryan Purwoko - Tunggu Aku Sukses Nanti
Penata efek visual terbaik
- Abby Eldipie dan Kalvin Irawan - Ghost in the Cell
- Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy - Monster Pabrik Rambut
- David A. Widya P., Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio - Na Willa
- Gaga Nugraha Ramadhan - Badut Gendong
- Mattebox Visualworks - Abadi Nan Jaya
Pengarah artistik terbaik
- Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata - Ikatan Darah
- Dennis Sutanto - Ghost in the Cell
- Menfo Tantono - Monster Pabrik Rambut
- Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo - Para Perasuk
- Rini Sri Handayani - Na Willa
Pengarah sinematografi terbaik
- Gunnar Nimpuno, I.C.S. - Para Perasuk
- Ical Tanjung, I.C.S. - Ghost in the Cell
- Vera Lestafa, I.C.S. - Dopamin
- Yadi Sugandi - Na Willa
- Yudi Datau, I.C.S. - Semua Akan Baik-Baik Saja
Penata suara terbaik
- Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal - Abadi Nan Jaya
- Fery Setiawan - Semua Akan Baik-Baik Saja
- Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono - Na Willa
- Sutrisno dan Satrio Budiono - Para Perasuk
- Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo - Tunggu Aku Sukses Nanti
Penata musik terbaik
- Aghi Narottama - Ghost in the Cell
- Aria Prayogi dan Rahardian Winursito - Badut Gendong
- Yennu Ariendra - Para Perasuk
- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli - Nobody Loves Kay
- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli - Tukar Takdir
Pencipta lagu tema asli terbaik
- Alvin Witarsa - “Semua Akan Baik-Baik Saja” (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro - “Sikilku Iso Muni” (Na Willa)
- Ipang Lazuardi - “Tandeman” (Operasi Pesta Copet)
- Sal Priadi - “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” (Monster Pabrik Rambut)
- Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar - “The Town Was Gone” (Ghost in the Cell)
Nah, itu dia daftar nominasi FFI 2026. Dari deretan nominasi tersebut, siapa yang kamu jagokan jadi pemenang?






















