6 Alasan Kenapa Orang Senang Bergosip dan Membicarakan Orang Lain

Salah satunya untuk membuat dirinya merasa lebih baik

6 September 2021

6 Alasan Kenapa Orang Senang Bergosip Membicarakan Orang Lain
Freepik

Sedang hangat dibicarakan bagaimana warganet membicarakan seleb dan influencer sampai dianggap keterlaluan. Sebenarnya, apa sih alasan seseorang senang bergosip?

Entah bagaimana, rasanya menyenangkan sekali saat bisa membicarakan orang lain. Terlebih, jika beritanya tidak baik atau gosip yang jelek. 

Seperti yang dialami oleh Rachel Vennya dan beberapa seleb lainnya, bagaimana mereka dibicarakan buruk di dalam sebuah grup pembicaraan. Bahkan tidak jarang yang berujung fitnah. 

Kadang, sampai ada grup yang khusus berkumpul untuk bergunjing, mulai dari membicarakan teman sendiri, sampai orang lain yang tidak dikenalnya sama sekali. 

Merupakan sebuah kebiasaan buruk, Popmama.com akan merangkumkan alasan kenapa seseorang senang bergosip. 

1. Bergosip merupakan insting manusia paling fundamental

1. Bergosip merupakan insting manusia paling fundamental
Freepik/gpointstudio

Menurut seorang profesor psikologi dan neurosains di Duke University, Mark Leary, PhD, bergosip atau membicarakan orang lain dengan orang lainnya adalah sebuah insting manusia paling fundamental. Ini dikarenakan, cara hidup manusia sangat bergantung pada kelompok.

Manusia tak hanya hidup secara berkelompok saja, tapi juga bergantung dengan orang yang ada di kelompok tersebut untuk bertahan hidup. 

Mark Leary menyimpulkan, dengan kata lain, kita butuh informasi sebanyak-banyaknya mengenai orang di sekitar kita apakah mereka bisa atau tak bisa dipercaya, atau siapa yang sudah melanggar peraturan, atau teman siapa yang ternyata lebih dekat dengan siapa. 

Sehingga, itu semua bisa memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan. 

2. Bisa membuat seseorang merasa lebih baik

2. Bisa membuat seseorang merasa lebih baik
Freepik/lookstudio

Dilansir dari Psychology Today, menyebarkan gosip bisa membuat seseorang merasa lebih baik. Sedangkan menurut psikiater berlisensi dr Julia Breur, mereka yang senang bergosip jelek memiliki kesenangan sendiri saat bergunjing. 

Mereka merasa bisa lebih baik saat bisa menjelek-jelekkan orang lain. Apalagi jika mereka bisa mendapat gosip dari tangan pertama dan menyebarkannya ke orang lain, itu bisa menjadi prestasi tersendiri bagi orang itu. 

Editors' Picks

3. Mengalami masalah dengan mentalnya

3. Mengalami masalah mentalnya
Freepik/wayhomestudio

Orang yang sering merasa cemas berlebih dan stres biasanya senang saat melihat ada orang lain yang mengalami kesulitan dan kesusahan yang lebih darinya. 

Dr Breur melanjutkan, orang seperti ini cenderung senang menyebarkan rumor yang tidak benar. Menyebarkan gosip, apalagi gosip yang buruk, bisa membuat mereka bersyukur hal buruk seperti itu tidak terjadi padanya. 

Lebih lanjut, Breur menjelaskan, saat merasa stres, menyebarkan gosip dan menikmati obrolan gosip bisa mengurangi tekanan hidup yang tengah mereka hadapi. 

Jadi, senang menyebar gosip buruk bisa jadi masalah mental, lho. 

4. Meningkatkan rasa percaya diri

4. Meningkatkan rasa percaya diri
Freepik/wayhomestudio

Dilansir dari Medbroadcast, orang yang sering mengalami ketidaknyamanan dalam hidupnya akan senang sekali bergosip dan menilai jelek seseorang yang tidak mereka sukai. 

Dalam ilmu psikologi, ada yang disebut dengan "downward social comparisons" atau perbandingan sosial menurun. Ini adalah cara kecenderungan defense seseorang untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan cara membandingkan dirinya dengan mereka yang lebih buruk darinya. 

Padahal, tidak selamanya yang membicarakan punya hidup yang lebih baik dari yang dibicarakan. 

5. Untuk mencari kegiatan

5. mencari kegiatan
Pexels/Alex Green

Dari Psych2Go, alasan lain kenapa seseorang bergosip adalah karena tidak ada kegiatan atau karena sedang bosan. Ketika mereka merasa bosan dengan hidupnya, atau tidak memiliki kegiatan yang bisa menyibukkan pikiran, maka akan mencari bahan untuk digosipkan. 

Karena, pada dasarnya, gosip adalah hal yang mudah dan menghibur, apalagi jika ada sesuatu yang kontroversial. Banyaknya drama meningkatkan rasa semangat dan penasaran pada seseorang. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang tidak punya banyak hal menarik di hidupnya. 

6. Cara menghindari diri dari gosip

6. Cara menghindari diri dari gosip
Freepik/lookstudio

Berbincang yang menyenangkan tidak melulu tentang gosip atau membicarakan keburukan orang lain. Untuk bisa membatasi diri dari gosip, Psychology Today menyarankan untuk mengindari pembicaraan saat sudah mengarah ke gosip. 

Jangan ragu untuk mengungkapkan pada penyebar gosip bahwa kamu tidak nyaman jika membicarakan keburukan orang lain. Karena efek gosip bisa mengubah cara pandangmu pada orang lain dan belum tentu hal itu benar adanya. 

Terakhir, lupakan semua gosip yang telah kamu dengar. Cara terbaik memutus mata rantai gosip adalah dengan tidak menyebarkannya lagi. Selain itu, cara ini juga bisa membantu kamu berpikir lebih jernih dan sehat. 

Yuk, biasakan ngobrol tanpa harus membicarakan orang lain di belakang, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.