5 Kebiasaan yang Membuat Minus Mata Bertambah Parah

Mungkin sering kamu lakukan, nih

20 April 2021

5 Kebiasaan Membuat Minus Mata Bertambah Parah
Freepik/cookie_studio

Memiliki minus mata membuatmu lebih berhati-hati melakukan sesuatu. Namun mungkin saja ada beberapa kebiasaan yang dirangkum Popmama.com yang ternyata membuat minus mata bertambah. 

Mata minus atau miopi merupakan gangguan penglihatan jarak jauh yang menyebabkan mata tidak bisa melihat jelas untuk pandangan jauh. Ini disebabkan karena lensa mata dan kornea tidak mampu memfokuskan biasan cahaya untuk jatuh tepat di retina. 

Penyebanya bisa karena keturunan atau genetik, mengalami kurang sinar matahari atau kekurangan vitamin D, dan kebiasaan membaca atau melihat gadget terlalu dekat. 

Jika sudah memiliki mata minus, maka kamu harus menjaganya agar tidak makin bertambah. Harus dihindari, inilah beberapa kebiasaan yang membuat mata minus semakin bertambah. 

1. Membaca buku dengan cara yang salah

1. Membaca buku cara salah
pexels/sam-lion

Dahulu, penyebab anak remaja mengalami mata minus adalah karena cara membaca buku yang salah. Sebelum gadget mudah diakses, anak-anak cenderung menghabiskan waktu dengan membaca buku cerita, novel, dan komik. 

Seringnya, mereka membaca sambil tiduran, di ruangan redup, dan terlalu dekat. Inilah pemicu seseorang bisa menggunakan kacamata minus di usia muda. 

Jika sudah berkacamata dan masih melakukan hal di atas, maka jangan kaget jika kamu akan mudah pusing dan tidak nyaman mengenakan kacamata yang sekarang. 

Ini disebabkan oleh minus mata yang semakin besar. Jika membaca terlalu dekat dan dengan penerangan sedikit, maka otot-otot mata akan bekerja lebih keras untuk menangkap objek. 

Jadi, pastikan untuk membaca dengan jarak yang tepat, menggunakan kacamata, dan di ruangan yang cukup terang, ya. 

Editors' Picks

2. Menggunakan gadget terlalu dekat 

2. Menggunakan gadget terlalu dekat 
Pexels/ivan-samkov

Hal yang sama berlaku dengan gadget. Namun hal ini bisa lebih parah karena paparan sinar biru dari gadget akan lebih merusak dibanding buku. 

Menggunakan gadget terlalu dekat bisa membuat otot bekerja keras dan juga membuat mata jadi stres. Efeknya mulai dari mata nyeri, berair, panas, gatal dan lebih sensitif terhadap cahaya. 

3. Kerap menggunakan ponsel sebelum tidur

3. Kerap menggunakan ponsel sebelum tidur
Freepik/tirachardz

Menggunakan ponsel di ruang gelap bisa membuat otot mata lebih tegang. Sedangkan sinar birunya bisa perlahan merusak mata. 

Kamu juga bisa mengalami stres mata yang berujung pada penglihatan ganda dan buram. 

Hal ini akan semakin parah jika kamu sudah punya mata minus. Jika dijadikan kebiasaan, minus mata kamu bisa bertambah dalam jangka waktu yang dekat. 

4. Terlalu lama di depan layar monitor

4. Terlalu lama depan layar monitor
Freepik/lookstudio

Di era digital ini, sepertinya semua bisa dilakukan di depan komputer dan laptop saja. Semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara remote atau jarak jauh. 

Sudah seharian menatap layar monitor untuk bekerja, ditambah lagi menghabiskan waktu santai untuk nonton TV. Ini bisa membuat otot-otot mata lelah dan lemah. Akhirnya, minus mata pun bertambah. 

Kamu perlu membuat jadwal untuk memberi waktu mata beristirahat. Setiap 20 menit yang dihabiskan di depan komputer, siapkan jeda selama 20 detik untuk menatap arah yang jauh. 

5. Sering melepas kacamata

5. Sering melepas kacamata
Freepik

Mengalami lelah saat memakai kacamata adalah hal yang wajar. Namun jika sering melepas kacamata dalam kegiatan sehari-hari, maka otot-otot mata akan bekerja jauh lebih keras. 

Kamu pun lebih sering mengerutkan dahi untuk mendapat pandangan yang lebih baik. Jika sering dilakukan, maka minus mata bisa bertambah dengan mudahnya. 

Penting sekali untuk menggunakan kacamata saat bekerja di depan komputer, saat menyetir, dan melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus melihat jarak yang jauh. 

Itulah beberapa kebiasaan yang ternyata bisa memperparah minus mata kamu. Segera hindari, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.