Mengenal Sejarah Bubur Asyura dan Cara Membuatnya

Dibuat setiap Tahun Baru Islam dan terdiri dari banyak bahan

23 September 2020

Mengenal Sejarah Bubur Asyura Cara Membuatnya
Pinterest.co.uk

Beragam kuliner menarik yang ada di Indonesia, salah satunya bubur asyura. Bubur yang hanya hadir setahun sekali ini punya sejarah panjang. 

Bubur asyura biasanya hanya hadir di sekitar tanggal 9 atau 10 Muharram saja. Kemudian, bubur ini biasanya dibuat dalam jumlah banyak dan menggunakan banyak bahan makanan. 

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai sejarah bubur ini dan apa saja bumbu dan bahan yang dibutuhkan, berikut Popmama.com rangkumkan untuk Mama. 

1. Berasal dari sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW saat Perang Badar

1. Berasal dari sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW saat Perang Badar
IDN Times/Rangga Erfizal

Menurut sejarah asal muasalnya bubur asyura, ini berawal dari kisah Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan prajuritnya untuk menambah porsi bubur. Ini dikarenakan banyaknya prajurit yang tidak seimbang dengan jumlah bubur yang sudah dibuat. 

Maka beliau pun meminta prajurit yang memasak untuk menambahkan bahan makanan apa saja agar cukup untuk semua pasukan. 

Menurut masyarakat Kalimantan, dibuatnya bubur asyura juga karena bertepatan dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pada tanggal 10 Muharram, bertepatan dengan terbunuhnya cucu Nabi Muhammad yang bernama Husain di medan Perang Karbala. 

Editors' Picks

2. Bagi warga Kudus, tradisi ini berasal dari kejadian Nabi Nuh AS

2. Bagi warga Kudus, tradisi ini berasal dari kejadian Nabi Nuh AS
IDN Times/Rangga Erfizal  

Tradisi pembuatan bubur asyura dilakukan di banyak tempat di Indonesia, salah satunya di Kudus, Jawa Tengah. Warga sekitar rutin melakukan tradisi pembuatan dan pembagian bubur asyura yang berasal dari sejarah kisah Nabi Nuh AS. 

Menurut sejarah, setelah kapal Nabi Nuh AS bisa berlabuh di daratan, ia meminta umatnya mengumpulkan makanan yang ada. Kemudian makanan tersebut dibagikan rata sebagai tanda syukur kepada Allah. 

Selain itu, tanggal 10 Muharram juga menjadi sejarah di mana Nabi Yunus dikeluarkan dari perut paus, dan Nabi Ibrahim diselamatkan dari api. Jadi, latar belakang sejarahnya memang cukup beragam. 

3. Bubur dibuat menggunakan banyak bahan makanan 

3. Bubur dibuat menggunakan banyak bahan makanan 
  IDN Times/Rangga Erfizal  

Bagi warga Kudus, ada 9 bahan wajib untuk membuat bubur asyura. Kesembilan bahannya adalah beras, jagung, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, ketela pohon, kacang tanah, pisang dan ubi jalar. 

Kemudian, semua bahan itu akan diberi bumbu gulai, daun pandan, serai, dan bumbu pelengkap lainnya. 

Sedangkan orang Banjar di Kalimantan Selatan menggunakan bahan yang lebih banyak, yaitu mencapai 41 jenis. Beberapa di antaranya adalah sayuran, kacang-kacangan, dan daging. Semuanya harus dicukupi karena sudah tradisi. 

Bahkan yang membuat unik adalah, bubur asyura di Banjar pasti menggunakan ceker ayam. Selain itu, bubur asyura di sana wajib menggunakan kangkung, jagung manis, wortel, kentang, dan daun pucuk waluh. 

4. Dibuat beramai-ramai dan dibagikan secara gratis untuk siapa saja

4. Dibuat beramai-ramai dibagikan secara gratis siapa saja
  IDN Times/Rangga Erfizal  

Salah satu keunikan dari bubur asyura adalah cara pembuatannya. Biasanya warga akan berkumpul di satu tempat, membawa tungku dan wajan besar untuk memasak bersama. 

Kemudian, nantinya mereka akan membagikannya kepada warga secara gratis. 

Karena banyaknya masyarakat yang ada di daerah tersebut, pembuatan bubur bisa dibagi menjadi beberapa kelompok. Pembuatan ini tak sekadar gotong royong namun juga menjadi ajang silaturahmi warga. 

Di Banjar, bubur yang sudah matang didoakan bersama barulah setelahnya dibagikan pada warga. 

5. Jika ingin membuat di rumah, ini resep dan caranya

5. Jika ingin membuat rumah, ini resep caranya
IDN Times/Rangga Erfizal 

Bubur asyura merupakan sajian yang sering dibuat pada Tahun Baru Islam. Jika Mama ingin membuatnya di rumah, bisa menggunakan rice cooker saja, kok. 

Bahan yang dibutuhkan:

  • 1,5 liter air (1 liter untuk memeras santan dan 500 ml untuk bubur)
  • 1 buah kelapa parut
  • 1 gelas beras
  • 1 bungkus bumbu kari instan
  • 10 buah sayap ayam
  • 2 buah wortel ukuran sedang
  • 1 buah kentang besar
  • 1 bonggol jagung
  • 1 ikat bayam
  • garam, merica, dan kaldu bubuk

Cara membuat:

  1. Cuci beras sampai bersih. 
  2. Peras kelapa parut sebanyak dua kali, sisihkan perasan pertama ke wadah lain, campur perasan kedua langsung ke dalam panci beras.
  3. Tambahkan sayap ayam yang sudah dibersihkan ke dalam beras, masak dengan rice cooker selama 1 jam. 
  4. Tumis bumbu kari instan sampai harum dan sisihkan. Saat beras mulai mengembang, masukkan bumbu tadi. Aduk rata dan tambahkan air perasan santan yang pertama. 
  5. Tambahkan garam, merica, dan kaldu bubuk secukupnya.
  6. Tambahkan jagung, wortel, kentang, dan sayuran lain, sedangkan bayam masukkan jika sudah mau matang. 
  7. Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga teksturnya seperti bubur, matikan rice cooker dan bubur pun siap disantap. 

Tertarik coba membuatnya, Ma?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.