Kondisi Gampang Marah, Ini 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Anger Issues

Bisa meledak karena hal kecil, Ma

19 Mei 2021

Kondisi Gampang Marah, Ini 8 Penyebab Cara Mengatasi Anger Issues
Freepik/wayhomestudio

Akhir-akhir ini, banyak orang yang kedapatan marah berlebihan dan setelahnya menyesal. Tindakan ini termasuk anger issue yang bisa disebabkan oleh banyak hal. 

Beberapa berita menyoroti warga yang marah berlebih dan akhirnya merugikan dirinya. Mulai dari menghardik orang lain, hingga melakukan tindakan tidak terpuji lainnya. 

Setiap manusia memiliki emosi yang akan memengaruhi mereka dalam melakukan berbagai tindakan. Namun, jika kemarahan selalu menguasainya, mungkin ada hal yang harus dicari tahu penyebabnya. 

Dirangkum Popmama.com inilah beragam penyebab anger issue dan bagaimana cara mengatasinya. 

1. Obsessive compulsive disorder (OCD)

1. Obsessive compulsive disorder (OCD)
Pexels/Polina Zimmerman

Seseorang yang memiliki OCD cenderung memiliki obsesi dengan sesuatu dan mengulanginya berkali-kali. Jika tidak sesuai dengan keinginannya, ia bisa dengan mudah merasa kesal dan meledak. 

Berdasarkan studi yang dilakukan pada 2011, marah berlebih atau anger issue merupakan gejala yang umum dialami orang dengan OCD. 

Kemarahan ini kemungkinan berasal dari rasa frustasi di mana ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. 

2. Depresi

2. Depresi
Pexels/alex-green

Kemarahan berlebih bisa menjadi salah satu tanda kamu mengalami depresi. Di mana depresi sendiri adalah perasaan sedih dan kehilangan semangat hidup selama lebih dari 2 minggu. 

Saat mengalami depresi, kemungkinan besar kamu lebih mudah marah dan emosi terhadap hal yang mungkin terasa sepele atau kecil. 

3. Kecanduan alkohol

3. Kecanduan alkohol
Freepik/Racool_studio

Jika dikonsumsi dalam batas wajar, alkohol tidak akan memberikan efek negatif besar bagi pribadi seseorang. Sedangkan jika sudah jadi kecanduan, maka efeknya bisa berpengaruh banyak. 

Mereka yang kecanduan alkohol bisa mengalami anger issue seperti mudah memukul, mudah tersinggung, dan tak ragu untuk melukai orang. 

Tak jarang mereka berakhir di balik jeruji karena sikapnya tersebut. 

Editors' Picks

4. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)

4. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
Freepik/marymarkevich

Tak hanya dialami oleh anak-anak, ADHD juga bisa dialami orang dewasa. Orang dengan kondisi ini akan merasa terlalu bersemangat dalam banyak hal. 

Ia juga akan sulit merasa fokus pada satu hal dan selalu ingin bergerak dan melakukan apa saja. 

Jika keinginannya tidak terpenuhi, kemungkinan besar ia akan meledak dalam kemarahan. 

5. Oppositional defiant disorder (ODD)

5. Oppositional defiant disorder (ODD)
Pexels/karlyukav

Seseorang yang mengalami ODD memiliki masalah dengan emosinya. Mereka bisa dengan mudah marah, merasa tersinggung, dan terganggu dengan orang di sekelilingnya. 

Orang dengan ODD kemungkinan besar senang adu argumen dan akan selalu merasa menang. 

6. Bipolar 

6. Bipolar 
Freepik/lookstudio

Seseorang yang mengalami masalah bipolar bisa berubah mood dalam sekejap. Perubahannya pun sangat kontras. Seperti contoh, ia bisa merasa begitu bahagia, lalu depresi dalam sekejap. 

Mereka dengan gangguan ini juga bisa mudah merasa bahagia, selalu khawatir tentang banyak hal, dan memiliki sikap yang impulsif dan tidak takut apapun.

Banyak orang yang memiliki gangguan bipolar juga mengalami kemarahan berlebih dan emosi yang tak terbendung. 

7. Intermittent explosive disorder (IED)

7. Intermittent explosive disorder (IED)
Freepik/drobotdean

Kondisi umum mereka yang mengalami IED adalah rasa marah yang sulit dikontrol. Seringnya, rasa marah ini datang tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus selama sekitar setengah jam. 

Kemudian, perasaan marah itu bisa langsung hilang dan penderita tidak merasa apapun yang salah. 

8. Cara mengatasi anger issues

8. Cara mengatasi anger issues
Freepik/Cookie-studio

Jika dibiarkan, anger issue bisa jadi masalah. Namun bukan berarti kamu tidak bisa mengatasinya. 

Kamu bisa mempelajari teknik relaksasi yang paling tepat untukmu, dan melakukan terapi tingkah laku jika memang dibutuhkan. 

Jangan malu juga untuk menghadiri kelas manajemen kemarahan yang bisa dilakukan secara langsung atau online.

Satu lagi, bisa juga bergabung ke grup pendukung dengan orang-orang yang mengalami gangguan anger issue. Dengan begitu, kamu tak hanya berbagi namun juga bisa menemukan solusi bersama. 

Itu dia beberapa penyebab dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anger issue. Semoga membantu, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.