5 Perbedaan Penyakit Pancaroba dengan Gejala Covid-19

Sangat mirip tapi tetap ada bedanya, Ma

9 Juni 2021

5 Perbedaan Penyakit Pancaroba Gejala Covid-19
Pexels/Anna Shvets

Flu, meriang, dan badan linu adalah beberapa gejala umum dari Covid-19. Tapi jangan salah, bisa jadi juga hanya penyakit pancaroba biasa. 

Di musim pancaroba, banyak orang mengalami sakit ringan yang kadang dibiarkan saja. Intensitas hujan dan panas terik yang kerap bergantian dengan mudah menurunkan imun seseorang sehingga mudah sakit. 

Di musim ini, banyak orang mengalami batuk, pilek, dan meriang. Karena merasa biasa, banyak yang tidak curiga bahwa itu bisa saja gejala dari Covid-19. 

Agar tidak salah, Popmama.comakan menjabarkan perbedaan antara penyakit pancaroba dengan gejala Covid-19. 

1. Mengenal gejala influenza

1. Mengenal gejala influenza
Unsplash/enginakyurt

Sebelum terkena flu, biasanya kamu akan merasa tenggorokan dan hidung yang gatal. Setelahnya, kamu juga akan merasakan kepala yang berat, mata berair, sering bersin, dan batuk-batuk.

Di beberapa kasus, kadang dibarengi juga dengan meriang dan demam. 

Yang bisa dibedakan adalah ada dan tidaknya lendir. Saat flu, biasanya akan ada produksi lendir yang berlebih dan bisa dikeluarkan dengan mudah.

Sedangkan saat terkena virus corona, rasanya seperti ada lendir yang tertahan di dalam dada namun tidak bisa dikeluarkan sama sekali. 
 

Editors' Picks

2. Gejala utama Covid-19

2. Gejala utama Covid-19
Unsplash/blueswallow

Sementara pada Covid-19 ada tiga gejala utama yang harus diperhatikan. Ketiganya adalah demam tinggi, batuk, dan sesak nafas.

Sedangkan gejala tambahan lainnya adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot di seluruh badan dan juga pilek. Nah bedanya, pilek pada orang yang terkena Covid-19 adalah tidak memiliki lendir. 

Bahkan infeksi virus corona bisa juga mengakibatkan komplikasi, terutama pada lansia dan orang dengan kormobid.
 

3. Beda kehilangan indra perasa

3. Beda kehilangan indra perasa
Freepik/Pressfoto

Baik Covid-19 atau flu, kadang sama-sama bisa kehilangan indra perasa yaitu penciuman dan lidah. Namun yang membedakan adalah durasinya. 

Saat flu parah, kamu pasti tidak bisa mencium aneka bau namun itu karena salurannya tersumbat lendir. Saat lendir hilang atau dibersihkan, maka bisa langsung mencium meski samar. 

Sedangkan ketika terjangkit Covid-19, kamu tetap tidak bisa mencium meski tidak ada lendir di pernapasan. 

Selain itu, durasi kehilangan indera penciuman pada flu cenderung singkat sementara pada Covid-19 lebih lama. 

4. Lama inkubasi flu dan Covid-19

4. Lama inkubasi flu Covid-19
Freepik/diana.grytsku

Perbedaan lain antara kedua penyakit ini adalah durasi inkubasinya. Jika kamu kontak erat dengan orang flu, tak butuh waktu lama kamu bisa langsung tertular, apalagi jika imun tubuh sedang turun.

Umumnya, lama inkubasi virus influenza adalah 4 hari. 

Sedangkan pada Covid-19, inkubasinya lebih lama yaitu dari 5 hari sampai 14 hari setelah kontak. 

5. Ada tidaknya gejala mual

Yang bisa jadi pembeda lainnya adalah mual. Rasa mual dialami pada hampir 10-20 persen pasien Covid-19. Sedangkan jarang sekali keluhan mual pada mereka yang mengalami flu. 

Namun pada saat flu, seseorang cenderung tidak berselera makan karena lidah terasa hambar dan tenggorokan sakit serta sulit untuk menelan makanan. 

Jika kamu tidak merasakan aneka makanan pedas atau asam dan juga mengalami mual, maka bisa jadi gejala Covid-19. 

Itu dia beberapa perbedaan antara sakit pancaroba dengan gejala Covid-19. Jangan sampai salah. Serta, pastikan untuk selalu jaga protokol kesehatan dan imun tubuh. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.