Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan semakin mengkhawatirkan dengan banyaknya titik panas yang terpantau. Berdasarkan catatan BNPB, sekitar 1.487 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Kalimantan per 21 Agustus 2026.
9 Fakta Kebakaran Hutan di Kalimantan, Tersebar hingga 1.487 Titik

- BNPB mencatat 1.487 titik panas di Kalimantan per 21 Agustus 2026, dengan api di sejumlah lokasi mendekati permukiman dan 74 persen titik panas disebut berada di area perusahaan.
- Kabut asap mengganggu lintas wilayah: 591 sekolah di Sarawak, Malaysia, ditutup sementara, sementara penerbangan di Bandara Singkawang dibatalkan akibat jarak pandang yang menurun.
- Karhutla mengancam habitat satwa, dengan trenggiling dan ular ditemukan mati di Ketapang; kondisi kering juga menyusutkan debit Sungai Barito dan Mahakam hingga nyaris tak tersisa.
Belakangan ini, kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian di Kalimantan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah dilaporkan menghadapi peningkatan titik panas dan kabut asap.
Kondisi tersebut kembali mengingatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan hilangnya pepohonan. Dampaknya bisa meluas ke kualitas udara, ekosistem, hingga kehidupan masyarakat sekitar.
Lantas, seperti apa kebakaran hutan Kalimantan? Berikut Popmama.com sajikan 9 fakta kebakaran hitan di Klaimantan yang perlu kamu ketahui. Simak di bawah!
Table of Content
1. Ribuan titik panas tersebar di Kalimantan

firemap.live Jumlah tersebut menunjukkan karhutla tidak terjadi hanya di satu lokasi. Sebaran titik panas yang luas membuat penanganan kebakaran menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan turut mendukung penyebaran api.
2. Api mulai mendekati permukiman warga

pexels.com/Eclipse Chasers Karhutla juga menimbulkan kekhawatiran karena api di sejumlah titik dilaporkan sudah memasuki kawasan permukiman. Situasi ini membuat warga panik karena kebakaran tak lagi hanya mengancam kawasan hutan.
Ketika api semakin dekat dengan rumah warga, risiko terhadap keselamatan dan ruang hidup masyarakat pun ikut meningkat.
Penanganan cepat menjadi penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
3. Kabut asap berdampak hingga Malaysia

dok. Mongabay Dampak kebakaran hutan di Kalimantan ternyata tidak berhenti di wilayah Indonesia. Kabut asap pekat juga menyelimuti sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, hingga membuat 591 sekolah ditutup sementara.
Penutupan tersebut menunjukkan bagaimana asap karhutla dapat melintasi batas wilayah. Ini menunjukan tidak hanya jarak pandang yang terdampak, tetapi aktivitas belajar mengajar pun ikut terganggu.
4. Sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan

IDN Times/istimewa Kabut asap juga mengganggu aktivitas penerbangan. Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, sempat mengalami pembatalan sejumlah penerbangan akibat asap tebal yang membuat jarak pandang menurun.
Pada 16 Agustus, jarak pandang di sekitar bandara tercatat sekitar 3.000 meter. Kondisi tersebut berdampak pada penerbangan TransNusa dan Super Air Jet dengan rute Jakarta-Singkawang dan sebaliknya.
Situasi serupa kembali terjadi pada 18 dan 19 Agustus ketika jarak pandang berada di kisaran 2.000 hingga 2.500 meter.
5. Satwa liar ikut menjadi korban

pexels.com/Baihaki Nor Bukan cuma manusia yang merasakan dampak karhutla. Ekosistem dan satwa liar di kawasan terdampak juga menghadapi ancaman serius akibat kebakaran yang menghanguskan habitat mereka.
Saat menangani karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tim Manggala Agni menemukan seekor trenggiling dalam kondisi mati. Petugas juga menemukan ular yang mati serta sarang lebah di sekitar lokasi kebakaran.
6. Sebagian besar titik panas berada di area perusahaan

BGMPA Persoalan karhutla tak bisa dilepaskan dari aktivitas di area yang dikelola perusahaan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyebut sekitar 74 persen titik panas berada di area perusahaan.
Temuan ini menjadi peringatan serius bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Pengelolaan lahan dan pengawasan terhadap potensi kebakaran harus diperketat.
Kelalaian menjaga area perusahaan dapat memperbesar risiko kerusakan hutan dan membahayakan masyarakat sekitar.
7. Sungai ikut terdampak kekeringan

pexels.com/Pyae Phyo Aung Di tengah persoalan kebakaran, Kalimantan juga menghadapi kondisi kering yang cukup ekstrem. Sejumlah sungai bahkan dilaporkan mengalami penyusutan debit air secara drastis.
Sungai Barito dan Mahakam disebut mengalami kondisi kekeringan hingga airnya nyaris tak tersisa.
Situasi ini menjadi persoalan lain karena sungai memiliki peran penting bagi kehidupan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
8. Saham perusahaan sawit ikut menjadi sorotan

unsplash.com/Nicholas Cappello Kebakaran hutan Kalimantan juga mencuri perhatian dari sisi pasar saham. Sejumlah saham perusahaan sawit dilaporkan mengalami kenaikan ketika kabar kebakaran hutan mencuat.
Bahkan, beberapa saham disebut mencapai Auto Rejection Atas (ARA). Pergerakan tersebut ikut menjadi sorotan karena terjadi di tengah isu lingkungan yang sedang ramai dibicarakan.
9. Kabut asap mengancam agenda F1 Singapura

commons.wikimedia.org/Liauzh Dampak kabut asap juga berpotensi merembet ke agenda internasional. Rencana pembatalan F1 Singapura 2026 sempat mencuat akibat ancaman kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra serta Kalimantan.
Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Jika kualitas udara memburuk, kondisi ini tentu bisa menjadi perhatian mengingat ajang tersebut akan menghadirkan pembalap, tim, dan penonton dari berbagai negara.
Itu dia kebakaran hutan Kalimantan beserta 9 fakta yang perlu kamu ketahui. Semoga peristiwa ini jadi pengingat kita untuk semakin peduli terhadap lingkungan.






















