Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Waspada, Nasi Sisa Bisa Sebabkan Keracunan. Ini Faktanya!
Freepik/jcomp

Intinya sih...

  • Penyebab nasi sisa bisa sebabkan keracunanNasi yang sudah matang dapat mengandung bakteri Bacillus cereus, bakteri yang umum ditemukan pada beras mentah. Bakteri ini dapat bertahan meskipun nasi sudah dimasak karena membentuk spora tahan panas.

  • Bahaya mengkonsumsi nasi sisa yang tidak amanRacun dari bakteri Bacillus cereus dapat menyebabkan iritasi saluran cerna secara cepat. Keracunan makanan akibatnya bisa muncul hanya dalam hitungan jam setelah konsumsi.

  • Tanda keracunan akibat nasi sisa yang perlu diwaspadaiTanda keracunan nasi sisa biasanya muncul cepat, antara 1–6 jam setelah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak keluarga, menyimpan nasi sisa sering dianggap hal sepele dan aman. Padahal, cara penanganan yang keliru bisa membuat nasi menjadi sumber keracunan makanan yang serius.

Masalahnya bukan pada nasinya, melainkan pada bakteri yang bisa berkembang jika nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Keracunan akibat nasi sisa sering tidak disadari karena gejalanya mirip gangguan pencernaan biasa.

Namun dalam beberapa kasus, efeknya bisa cukup berat, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Karena itu, Mama perlu memahami penyebab, bahaya, hingga cara aman menyimpan nasi agar keluarga tetap terlindungi.

Untuk lebih jelasnya, Popmama.com akan memberikan fakta tentang waspada, nasi sisa bisa sebabkan keracunan. Yuk simak dibawah ini.

1. Penyebab nasi sisa bisa sebabkan keracunan

Freepik/jcomp

Nasi yang sudah matang dapat mengandung bakteri Bacillus cereus, bakteri yang umum ditemukan pada beras mentah. Ini dapat bersifat baik dan buruk untuk tubuh apabila tidak dikonsumsi dengan benar.

Menurut World Health Organization (WHO), bakteri ini dapat bertahan meskipun nasi sudah dimasak karena membentuk spora tahan panas. Jika nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, spora tersebut bisa berkembang biak dengan cepat.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa Bacillus cereus dapat menghasilkan racun berbahaya yang tidak selalu hilang meski nasi dipanaskan ulang.

Artinya, nasi yang terlihat dan tercium normal tetap bisa berisiko. Inilah alasan mengapa nasi sisa tidak boleh dibiarkan begitu saja di meja makan berjam-jam.

2. Bahaya mengkonsumsi nasi sisa yang tidak aman

Freepik/eyeEM

Bahaya utama dari nasi sisa terletak pada racun yang dihasilkan bakteri, bukan sekadar nasinya basi. Racun ini dapat menyebabkan iritasi saluran cerna secara cepat.

NHS (National Health Service) Inggris menyebutkan bahwa keracunan makanan akibat Bacillus cereus bisa muncul hanya dalam hitungan jam setelah konsumsi.

Pada sebagian orang, efeknya mungkin ringan, tetapi pada kelompok rentan, kondisi ini bisa memicu dehidrasi berat. Jika tidak ditangani, muntah dan diare berulang dapat menyebabkan gangguan elektrolit. Karena itu, nasi sisa tidak boleh dianggap aman hanya karena “baru sehari”.

3. Tanda keracunan akibat nasi sisa yang perlu diwaspadai

Freepik/freepik

Tanda keracunan nasi sisa biasanya muncul cepat, antara 1–6 jam setelah makan. Gejala yang paling sering adalah mual hebat, muntah berulang, dan nyeri perut mendadak. Beberapa orang juga mengalami diare berair yang muncul bersamaan atau menyusul muntah.

Dalam kasus tertentu, penderita bisa merasa lemas, pusing, dan sulit makan atau minum karena mual terus-menerus. CDC menekankan bahwa meskipun gejalanya sering sembuh dalam 24 jam, kondisi ini tetap berbahaya jika terjadi pada anak kecil atau lansia.

Bila muntah tidak berhenti, disertai demam atau tanda dehidrasi, sebaiknya segera cari bantuan medis.

4. Cara aman menyimpan dan mengolah nasi sisa

Freepik/jcomp

Agar nasi sisa tetap aman, WHO menyarankan nasi matang segera didinginkan dan disimpan dalam lemari es maksimal 1–2 jam setelah dimasak. Nasi sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan bersih. Hindari menyimpan nasi dalam kondisi hangat terlalu lama.

Saat akan dikonsumsi kembali, pastikan nasi dipanaskan hingga benar-benar panas merata. Jangan memanaskan nasi lebih dari satu kali karena risiko bakteri meningkat. Jika nasi berbau, berlendir, atau terasa asam, sebaiknya langsung dibuang meskipun terlihat masih layak makan.

5. Fakta nasi sisa bisa sebabkan keracunan

Freepik/freepik

Nasi sisa bisa menjadi sumber keracunan makanan jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, karena bakteri Bacillus cereus dapat berkembang dengan cepat. Bakteri ini menghasilkan racun yang tidak selalu hilang meski nasi dipanaskan kembali.

Akibatnya, orang yang mengonsumsi nasi sisa berisiko mengalami mual, muntah, diare, hingga kram perut dalam beberapa jam. Untuk mengurangi risikonya, nasi sebaiknya segera didinginkan, disimpan tertutup, dan dikonsumsi dalam waktu aman.

Berikut fakta nasi basi bisa sebabkan keracunan:

  • Bakteri tetap bisa hidup meski nasi sudah dimasak. WHO menjelaskan bahwa spora Bacillus cereus mampu bertahan pada suhu memasak biasa.

  • Keracunan bisa terjadi meski nasi belum basi. CDC menegaskan bahwa nasi yang tampak normal tetap bisa mengandung racun berbahaya.

  • Memanaskan ulang tidak selalu membuat nasi aman. Racun yang sudah terbentuk tidak selalu hancur saat dipanaskan kembali.

  • Resiko meningkat jika nasi dibiarkan di suhu ruang. Suhu hangat adalah kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

  • Anak-anak dan lansia lebih rentan terkena dampak. Sistem pencernaan dan daya tahan tubuh mereka lebih sensitif terhadap racun.

  • Keracunan nasi sering disalahartikan sebagai masuk angin. Karena gejalanya cepat dan mirip gangguan lambung biasa

  • Menyimpan nasi di kulkas bukan jaminan aman selamanya. NHS menyarankan nasi sisa tetap dikonsumsi maksimal dalam 24 jam.

Nasi memang makanan pokok yang sulit dilepaskan dari meja makan keluarga. Namun, cara menyimpan dan mengolah nasi sisa tidak boleh dianggap sepele.

Dengan memahami waspada, nasi sisa bisa sebabkan keracunan, kita dapat menerapkan penyimpanan yang aman, Mama bisa melindungi keluarga dari keracunan makanan yang sebenarnya bisa dicegah. Lebih baik sedikit waspada daripada menyesal kemudian.

Editorial Team