Nasi sisa bisa menjadi sumber keracunan makanan jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, karena bakteri Bacillus cereus dapat berkembang dengan cepat. Bakteri ini menghasilkan racun yang tidak selalu hilang meski nasi dipanaskan kembali.
Akibatnya, orang yang mengonsumsi nasi sisa berisiko mengalami mual, muntah, diare, hingga kram perut dalam beberapa jam. Untuk mengurangi risikonya, nasi sebaiknya segera didinginkan, disimpan tertutup, dan dikonsumsi dalam waktu aman.
Berikut fakta nasi basi bisa sebabkan keracunan:
Bakteri tetap bisa hidup meski nasi sudah dimasak. WHO menjelaskan bahwa spora Bacillus cereus mampu bertahan pada suhu memasak biasa.
Keracunan bisa terjadi meski nasi belum basi. CDC menegaskan bahwa nasi yang tampak normal tetap bisa mengandung racun berbahaya.
Memanaskan ulang tidak selalu membuat nasi aman. Racun yang sudah terbentuk tidak selalu hancur saat dipanaskan kembali.
Resiko meningkat jika nasi dibiarkan di suhu ruang. Suhu hangat adalah kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Anak-anak dan lansia lebih rentan terkena dampak. Sistem pencernaan dan daya tahan tubuh mereka lebih sensitif terhadap racun.
Keracunan nasi sering disalahartikan sebagai masuk angin. Karena gejalanya cepat dan mirip gangguan lambung biasa
Menyimpan nasi di kulkas bukan jaminan aman selamanya. NHS menyarankan nasi sisa tetap dikonsumsi maksimal dalam 24 jam.
Nasi memang makanan pokok yang sulit dilepaskan dari meja makan keluarga. Namun, cara menyimpan dan mengolah nasi sisa tidak boleh dianggap sepele.
Dengan memahami waspada, nasi sisa bisa sebabkan keracunan, kita dapat menerapkan penyimpanan yang aman, Mama bisa melindungi keluarga dari keracunan makanan yang sebenarnya bisa dicegah. Lebih baik sedikit waspada daripada menyesal kemudian.