Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Fakta Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Jarang Diketahui!
commons.wikimedia.org/Frans Mendur
  • Proklamasi 17 Agustus 1945 menandai lahirnya Indonesia merdeka; Soekarno tetap membacakannya pukul 10.00 WIB meski terserang malaria tertiana beberapa jam sebelumnya.
  • Upacara di Pegangsaan Timur berlangsung sederhana: tiang bambu disiapkan mendadak, bendera dikibarkan, dan Jepang yang hendak melarang tiba setelah acara selesai.
  • Naskah asli, foto, serta rekaman proklamasi menghadapi cerita berbeda: naskah diselamatkan B.M. Diah, negatif foto disembunyikan Frans Mendur, sedangkan rekaman terkenal dibuat ulang pada 1951.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
6 September 1944

Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto. Pengakuan itu diumumkan Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini.

dini hari 17 Agustus 1945

B.M. Diah menyelamatkan naskah tulisan tangan proklamasi dari keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda.

Dua jam sebelum acara dimulai

Soekarno masih beristirahat di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 karena terserang malaria tertiana.

sekitar pukul 09.00 WIB

Soekarno bangun setelah mendapat perawatan dari dokter pribadinya.

tepat pukul 10.00 WIB

Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan tiang bambu yang disiapkan beberapa menit sebelum upacara.

setelah upacara selesai

Opsir Jepang tiba untuk melarang pembacaan proklamasi, tetapi dihadang barisan pelopor. Tentara Jepang juga berusaha merampas negatif foto milik Frans Mendur, yang telah disembunyikannya.

malam 17 Agustus 1945

RRI menyiarkan proklamasi dengan suara Yusuf Ronodipuro, bukan suara Soekarno saat upacara pagi.

1951

Soekarno kembali membacakan teks proklamasi untuk kepentingan arsip karena rekaman asli tidak berhasil didokumentasikan.

kini

Rekaman pembacaan proklamasi yang sering diputar merupakan rekaman ulang, bukan suara asli Soekarno pada upacara 17 Agustus 1945.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan oleh Soekarno, disertai pengibaran Sang Saka Merah Putih dan nyanyian Indonesia Raya, menandai kemerdekaan Indonesia.
  • Who?
    Soekarno membacakan proklamasi; Mohammad Hatta, Sayuti Melik, B.M. Diah, Latief Hendraningrat, Arifin Abdurachman, Frans Mendur, serta barisan pelopor terlibat dalam rangkaian peristiwa.
  • Where?
    Pembacaan proklamasi berlangsung di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Perumusan dan pengetikan naskah dilakukan di rumah Laksamana Maeda.
  • When?
    Proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Soekarno bangun sekitar pukul 09.00 WIB setelah beristirahat dan mendapat perawatan dokter.
  • Why?
    Proklamasi dibacakan untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia setelah perjuangan panjang melawan penjajahan. Teksnya segera digandakan agar kabar kemerdekaan tersebar ke berbagai daerah.
  • How?
    Soekarno membacakan teks yang diketik Sayuti Melik, lalu bendera dikibarkan pada tiang bambu yang disiapkan menjelang upacara. Acara berlangsung tanpa protokol resmi, pancaragam, atau konduktor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada 17 Agustus 1945, Soekarno membaca Proklamasi agar Indonesia merdeka. Ia sedang sakit, tetapi tetap datang. Hatta dan banyak orang membantu. Bendera Merah Putih dibuat dari kain sederhana. Tiang benderanya juga dibuat cepat. Naskah dan foto proklamasi hampir hilang, tetapi berhasil disimpan. Rekaman yang terkenal dibuat lagi pada 1951.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa.

Peristiwa ini menandai lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka setelah melalui perjuangan panjang melawan penjajahan.

Di balik momen bersejarah itu, ternyata tersimpan banyak fakta menarik yang belum tentu diketahui semua orang.

Mulai dari kondisi Soekarno yang sedang sakit saat membacakan teks proklamasi hingga naskah proklamasi yang sempat ditemukan di tempat sampah.

Berikut Popmama.com sajikan 9 fakta Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang jarang diketahui. Simak di bawah, yuk!

1. Teks asli proklamasi sempat dibuang

pinterest.com/Resa

Siapa sangka, naskah tulisan tangan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata nyaris hilang.

Setelah digunakan dalam proses perumusan, naskah asli yang ditulis Soekarno dan ditandatangani Mohammad Hatta justru ditemukan di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda.

Beruntung, wartawan B.M. Diah menyelamatkan naskah tersebut pada dini hari 17 Agustus 1945.

Ia menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari sebelum akhirnya menyerahkan dokumen bersejarah itu kepada Presiden Soeharto.

2. Soekarno sedang sakit saat membacakan proklamasi

pinterest/Militon Olislager

Momen bersejarah 17 Agustus 1945 ternyata hampir berlangsung di tengah kondisi kesehatan Soekarno yang kurang baik.

Presiden pertama Indonesia itu diketahui terserang malaria tertiana dengan suhu tubuh yang tinggi beberapa jam sebelum pembacaan proklamasi.

Dua jam sebelum acara dimulai, Soekarno masih beristirahat di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. 

Setelah mendapat perawatan dari dokter pribadinya, ia bangun sekitar pukul 09.00 WIB dan tetap membacakan teks proklamasi tepat pukul 10.00 WIB.

3. Tiang bendera dibuat dadakan beberapa menit sebelum upacara

unsplash.com/@bismamahendra07

Tiang bambu untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih ternyata baru disiapkan beberapa menit sebelum Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimulai.

Barisan pelopor yang dipimpin Latief Hendraningrat dan Arifin Abdurachman menjadi pihak yang menyiapkannya.

Meski serba sederhana tanpa protokol resmi, pancaragam, maupun konduktor, upacara tetap berlangsung khidmat.

Rangkaian acaranya hanya terdiri dari pembacaan teks proklamasi, pengibaran bendera sambil menyanyikan "Indonesia Raya", serta sambutan singkat dari para tokoh.

4. Jepang sempat melarang pembacaan proklamasi

dok. IPPHOS/ANRI

Tidak banyak yang tahu bahwa beberapa opsir Jepang sempat datang membawa perintah agar Soekarno tidak membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Namun, mereka tiba ketika upacara sudah selesai dilaksanakan. Kedatangan mereka langsung dihadang oleh barisan pelopor yang bersiaga dengan bambu runcing dan golok.

Setelah situasi mereda, Soekarno bahkan memerintahkan pembentukan barisan berani mati untuk menjaga rumahnya sekaligus melindungi Sang Saka Merah Putih yang telah berkibar.

5. Sang Saka Merah Putih pertama dibuat dari bahan sederhana

pexels.com/Teguh Setiawan

Bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak dibuat dari kain khusus. 

Salah satu versi sejarah menyebutkan kain putih berasal dari seprai, sedangkan kain merah merupakan milik seorang penjual soto.

Meski dibuat dari bahan yang sangat sederhana, Sang Saka Merah Putih menjadi simbol perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

6. Foto proklamasi nyaris tidak bisa diselamatkan

dok. Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indoensia

Foto-foto detik Proklamasi Kemerdekaan yang kini sering kita lihat ternyata hampir hilang. Tentara Jepang sempat berusaha merampas negatif film milik fotografer Frans Mendur setelah upacara selesai.

Dengan keberanian luar biasa, Frans Mendur mengaku film tersebut sudah diserahkan kepada barisan pelopor.

Padahal, ia menyembunyikan negatif film di bawah pohon halaman kantor harian Asia Raja. Berkat tindakannya, momen bersejarah itu dapat terus dikenang hingga sekarang.

7. Teks proklamasi langsung diperbanyak untuk disebarluaskan

dok. Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indoensia

Sesaat setelah naskah proklamasi selesai diketik oleh Sayuti Melik, Mohammad Hatta segera meminta B.M. Diah menggandakan teks tersebut agar berita kemerdekaan dapat cepat tersebar ke berbagai daerah.

B.M. Diah juga menjadi saksi proses pengetikan naskah di rumah Laksamana Maeda. Menariknya, pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 juga bertepatan dengan hari kedelapan bulan Ramadan.

8. Palestina menjadi negara pertama yang mengakui Indonesia

pixabay.com/hosny_salah

Jauh sebelum banyak negara lain memberikan pengakuan, Palestina sudah lebih dahulu mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 6 September 1944, bahkan sebelum proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Pengakuan tersebut diumumkan oleh Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, yang kemudian mengajak negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk turut memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.

9. Rekaman proklamasi yang terkenal bukan suara asli Soekarno

pixabay.com/Thaovy

Banyak orang mengira rekaman pembacaan teks Proklamasi yang sering diputar hingga kini merupakan suara asli Soekarno pada 17 Agustus 1945.

Padahal, pembacaan tersebut merupakan rekaman ulang yang dibuat beberapa tahun setelah kemerdekaan.

Rekaman asli saat proklamasi berlangsung tidak berhasil didokumentasikan. Karena itu, pada 1951 Soekarno kembali membacakan teks proklamasi untuk kepentingan arsip.

Sementara siaran yang dipancarkan melalui RRI pada malam 17 Agustus 1945 menggunakan suara Yusuf Ronodipuro, bukan suara Soekarno saat upacara pagi hari.

Nah, 9 fakta Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang jarang diketahui. Semoga menambah wawasan kamu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article