5 Langkah Terbaik Merencanakan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Jangan ditunda harus dipersiapkan sejak dini

29 Oktober 2018

5 Langkah Terbaik Merencanakan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
Unsplash/rawpixel

Setiap orangtua termasuk Mama pasti setuju kalau pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk seorang anak. Dengan memberikan pendidikan dengan kualitas terbaik, anak-anak bisa hidup lebih sukses. 

Namun, keinginan ini tidak diimbangi dengan biaya pendidikan di Indonesia yang semakin mahal.

Perlu Mama ketahui kalau rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia bisa mencapai 10% - 20% per tahunnya. Bahkan beberapa orangtua justru masih merasa bingung mengatasi kenaikan biaya pendidikan ini. 

Kebingungan inilah yang terkadang membuat para orangtua belum mengenal pentingnya perencanaan dana pendidikan sejak dini.

Padahal melalui perencanaan yang matang bisa memberikan peluang agar semakin menyiapkan dana pendidikan terbaik. 

Untuk Mama yang masih kebingungan harus memulai dari mana saat harus mempersiapkan dana pendidikan si Kecil, berikut rangkuman dari Popmama.com yang akan menjawab permasalahan ini. 

1. Hindari kebiasaan menunda

1. Hindari kebiasaan menunda
Unsplash/Thought Catalog

“Besok saja nabung atau investasinya. Uang kali ini dipakai dulu untuk beli mobil, si Kecil kuliahnya juga masih 18 tahun lagi.”

Salah satu faktor kesalahan orangtua yang tidak memiliki dana pendidikan untuk anak-anaknya yaitu kebiasaan sering menunda. Penundaan menjadi awal dari sebuah keterlambatan terhadap kebutuhan finansial ke depannya. 

Kebiasaan yang satu ini seharusnya perlu dihindari agar Mama dan pasangan tetap memiliki perencanaan matang terhadap dana pendidikan si Kecil. Segala sesuatu akan lancar bila ada perencanaan, termasuk untuk masalah finansial.

Saat merencanakan dana pendidikan si Kecil,Mama dan pasangan harus duduk bersama untuk punya komitmen membicarakan hal ini. Jangan sampai tidak akan keterbukaan satu sama lain.

Editors' Picks

2. Membuat sebuah strategi 

2. Membuat sebuah strategi 
Unsplash/rawpixel

Setelah melewati masa persalinan dan sudah menyelesaikan segala biayanya, Mama bersama pasangan perlu sedari dini untuk menabung biaya pendidikan si Kecil.

Walau usianya masih hitungan hari atau bulan, usahakan tidak terlalu lama menunda. 

Dalam urusan pendidikan anak-anak pun tentu tidak boleh main-main. Perlu perkiraan waktu dan juga jumlah biaya yang nantinya akan diperlukan.

Jika si Kecil berusia 0 tahun, maka setidaknya ada lima tahapan jenjang pendidikan yang akan dilaluinya. 

  • Masuk TK sekitar 4 tahun dari sekarang. Mama perlu menggunakan strategi investasi untuk jangka menengah. 
  • Masuk SD sekitar 6-7 tahun dari sekarang. Mama perlu menggunakan strategi untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang. 
  • Masuk SMP sekitar 12 tahun dari sekarang. Mama perlu menggunakan strategi investasi tujuan jangka panjang. 
  • Masuk SMA sekitar 15 tahun dari sekarang, Mama bisa menggunakan strategi investasi jangka panjang.
  • Masuk kuliah D3 atau S1 sekitar 18 tahun dari sekarang. Sama seperti saat si Kecil masuk SMP dan SMA, Mama bisa menggunakan strategi investasi tujuan jangka panjang

Bila Mama dan pasangan ingin memasukkan si Kecil ke kelas toddler untuk mempersiapkan serta memperkenalkan segala hal sebelum masuk TK, itu berarti perlu sekali menambah biaya untuk awal pendidikannya.

Di kelas ini biasanya, si Kecil akan mendapatkan berbagai pelajaran sambil bermain termasuk cara bersosialisasi.

Perlu Mama perkirakan kalau kelas toddler ini bisa dijalaninya di usia 2-3 tahun.

Apapun yang menjadi prioritas pendidikan anak-anak harus tetap diperhatikan. Jangan sampai ditunda dan disepelekan. 

3. Berusaha adil dalam mengatur dana pendidikan untuk setiap anak

3. Berusaha adil dalam mengatur dana pendidikan setiap anak
Unsplash/Element5 Digital

Mengelola dana pendidikan anak untuk Mama yang sudah memiliki lebih dari satu anak tentu punya tantangan tersendiri.

Menyikapi hal ini Mama harus bisa membagi semuanya dengan baik melalui sebuah perencanaan yang matang. 

Mama perlu juga mengetahui jarak ideal dari selang waktu kakak dan adik saat memasuki keduanya ke sekolah.

Setidaknya hindari selang waktu 3 tahun, beri jarak 1 tahun kemudian atau lebih. Ini bermaksud agar tidak menjadi beban keluarga saat anak pertama masuk SMA dan anak kedua harus masuk SMP.

Kenali juga detail anggaran dari sekolah yang ingin dituju, kemudian pisahkan dana pendidikan dari masing-masing anak apalagi keperluannya tentu berbeda-beda.

Tujuan dari pemisahan dana ini agar setiap anak mama memiliki kepastian dalam jumlah dana pendidikan yang dimiliki. Selain itu agar kebutuhan pendidikannya kelak tidak mengganggu dana atau tabungan pendidikan saudaranya. 

Dalam menjalani pendidikan, si Kecil juga memerlukan anggaran-anggaran lain seperti biaya buku, seragam, transportasi hingga uang les.

Banyaknya biaya yang dibutuhkan mengharuskan Mama lebih pintar lagi dalam mengelola dana pendidikan si Kecil. 

Detail kecil pun yang menyangkut bentuk pendidikan anak-anak tetap harus diperhatikan ya, Ma.

4. Mulai melakukan alokasi dana

4. Mulai melakukan alokasi dana
Unsplash/rawpixel

Kebutuhan keluarga tentu tidak sedikit, maka ada baiknya menyisihkan dana pendidikan minimal 10 persen setiap bulannya.

Jika Mama dan pasangan sama-sama bekerja tentu pemasukkan lebih bertambah banyak, sehingga target untuk menabung dana pendidikan anak cepat terpenuhi. 

Bila masih kesulitan dalam melakukan alokasi dana disarankan untuk berkonsultasi ke orang yang sudah berpengalaman.

Dengan begitu, Mama bisa belajar kiat sukses dalam mempersiapkan dana pendidikan sejak dini. 

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Menderita di Tanggal Tua

Baca juga: Cara Cermat Mengatur Keuangan Rumah Tangga

5. Selalu berpikir realistis

5. Selalu berpikir realistis
Unsplash/Fabian Blank

Dalam mempersiapkan dana pendidikan si Kecil perlu sekali disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial keluarga. Biaya sekolah yang terlalu besar justru membuat kebutuhan keluarga lainnya tidak stabil atau bahkan terganggu. 

Usahakan untuk selalu tetap berpikir realistis. Ingat, jangan terlalu memaksakan kehendak sendiri atau bahkan si Kecil dalam memilih sekolah. 

Jika si Kecil sudah bisa memilih ingin SD, SMP atau SMA di sekolah dengan biaya yang cukup mahal. Mama perlu memberikan pemahaman agar dirinya bisa memilih sekolah dengan biaya yang tidak memberatkan, namun tetap memiliki kualitas bagus. 

Tanamkan juga semangat belajar si Kecil agar berprestasi, sehingga bisa mendapatkan beasiswa dari sekolah. 

Tetap semangat dalam memberikan yang terbaik untuk pendidikan si Kecil ya, Ma. 

Baca juga: Ikuti 5 Cara Ini Agar Anak Terlatih Mengatur Keuangan Sendiri

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.