Yuk Hindari! 6 Tipe Toxic People yang Tanpa Disadari Ada di Sekitarmu

Orang-orang yang “beracun” ini bisa saja melakukan berbagai hal buruk bagi kehidupanmu

21 September 2020

Yuk Hindari 6 Tipe Toxic People Tanpa Disadari Ada Sekitarmu
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Istilah toxic people tentu sudah tidak lagi asing lagi untuk sebagian orang. Apalagi toxic people alias orang-orang yang “beracun” ini bisa saja melakukan berbagai hal buruk, sehingga disebut sebagai pribadi yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain. 

Toxic people dianggap dapat menebarkan sesuatu hal yang negatif ke lingkungan sekitarnya. Cara yang mereka lakukan pun bisa melalui fisik maupun emosional, sehingga membuat orang lain tidak nyaman. 

Untuk Mama ingin mengetahui beberapa tipe dari toxic people, kali ini Popmama.com telah merangkumnya.   

1. Si Penguras Energi

1. Si Penguras Energi
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Tujuan dari toxic people memang membuat orang yang tidak disukainya merasa terganggu dan tak nyaman. Tipe "Si Penguras Energi" pun tanpa disadari dapat hadir di sekitarmu bahkan pada lingkup pertemanan atau pekerjaan. 

Toxic people dengan tipe ini biasanya akan menjatuhkan orang lain tanpa sebuah alasan yang masuk akal. Ada saja hal-hal sederhana yang biasanya digunakan untuk menjatuhkan orang lain. 

Terkadang tipe "Si Penguras Energi" dalam sebuah lingkup pekerjaan akan berusaha membuatmu merasa terbebani dengan berbagai aktivitas. 

Tak hanya itu, toxic people biasanya tidak akan pernah bisa bahagia untuk nasib baik yang diterima oleh orang lain. Bahkan dirinya seringkali mendesak melalui kata-kata atau tindakan, sehingga membuatmu merasa semakin tidak nyaman. 

2. Si Pemberi Pujian Palsu

2. Si Pemberi Pujian Palsu
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kelebihan inilah yang membuat seseorang lebih menonjol bahkan unik. 

Saat Mama sedang memiliki pencapaian atau keberhasilan tertentu, biasa toxic people tipe ini merasa tidak senang dan akan memberikan sebuah pujian-pujian palsu. Pujian palsu tersebut seolah menjadi topeng untuknya. 

Ciri lain dari toxic people tipe ini yakni seringkali tidak memiliki empati dan enggan membantu saat melihatmu berada di dalam situasi sulit. 

Bahkan yang lebih buruk lagi, dirinya akan membuat posisimu seolah-olah tidak nyaman dan lambat laun ingin melihatmu menyerah. 

Editors' Picks

3. Si Pesimis

3. Si Pesimis
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Si orang pesimis atau perusak diri sendiri (self-destructive) seringkali menjadi toxic people untuk sebagian orang karena selalu membutuhkan dukunganmu. 

Terkesan menganggu memang apalagi jika sudah terlalu sering. Dirinya seolah tak bisa menyelesaikan masalah sendiri dan selalu meminta bantuan orang lain. 

Toxic people tipe ini seolah-olah hanya peduli pada dirinya sendiri, sehingga kerap menganggu ketenangan orang lain untuk sekadar meminta bantuan. 

Bahkan perlahan-lahan, toxic people ini akan menjauhkanmu dari segala impian yang sedang ingin digapai. Ia merasa takut bila impianmu tercapai, maka tidak ada lagi orang yang akan membantunya lagi. 

Memberikan bantuan untuk orang lain memang sah-sah saja. Hanya saja berikan sedikit pelajaran agar dirinya tidak menjadi ketergantungan ya, Ma. 

4. Si Pengkritik

4. Si Pengkritik
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Mengkritik untuk membangun orang lain memang penting, namun kalau sudah berlebihan bisa menjadi seseorang yang menyebalkan dan tidak disenangi. 

Jika selalu memberikan kritik dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, maka itu artinya cara berpikir yang tidak seimbang.

"Si Pengkritik" termasuk toxic people yang perlu dihindari. Biasanya orang seperti ini seringkali tidak mendukungmu setiap kali kamu sedang ingin mengambil keputusan. 

Caranya saat mengeluarkan kritik seolah-olah membuatmu sangat merasa bersalah dan memicu rasa tak nyaman. 

Padahal setiap orang perlu sekali belajar dalam menghargai cara hidup orang lain. Boleh saja memberikan kritik, namun tetap perlu memerhatikan tata caranya. 

5. Si Manipulator

5. Si Manipulator
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Toxic people yang paling menyebalkan yakni suka mengontrol dan memanipulasi orang lain. 

"Si Manipulator" sebagai salah satu toxic people seolah mampu mengendalikan semuanya sendiri dan sering berpura-pura memberikan dukungan untuk orang lain. Padahal tindakannya itu hanya sebuah manipulasi sekaligus sebuah topeng saja.

Berikut beberapa ciri dari "Si Manipulator" yang perlu diwaspadai, seperti: 

  • Mereka akan membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka akan menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan mereka. 
  • Mereka seolah tidak ragu untuk berbohong dan berkelit dengan sejuta alasan bila sewaktu-waktu kebohongannya terkuak.
  • Mereka bisa saja membuatmu merasa berhutang budi, sehingga dapat mengontrol sesuai dengan keinginannya. 

Tak hanya itu saja, "Si Manipulator" bisa saja melakukan hal-hal buruk lain selayaknya seorang psikopat. 

Hati-hati ya, Ma!

6. Si Seolah-olah Selalu Jadi Korban

6. Si Seolah-olah Selalu Jadi Korban
Popmama.com/Baskoro Bayu Harymurti

Dalam mengenal kriteria toxic people, maka Mama perlu berhati-hati dan peka terhadap lingkungan sekitar. 

Seseorang yang masuk kriteria toxic people secara umum hidupnya susah bahagia. Di dalam hidupnya ada saja bayang-bayang perasaan tak puas dan sering mengeluh. 

Bahkan toxic people tipe ini seringkali menyalahkan orang lain atas ketidakberuntungan mereka sendiri. Padahal situasi tersebut termasuk kesalahannya sendiri. 

Mereka akan mencari perhatian dari orang lain untuk meminta bantuan. Kemudian saat pekerjaannya tidak berhasil, maka orang yang telah membantunya justru akan disalahkan. 

Orang seperti ini juga akan selalu menyalahkanmu atas sesuatu yang mereka lakukan atau katakan, bahkan mereka akan membuatmu merasa bertanggung jawab atas hidup mereka.

Itulah beberapa penjelasan mengenai 6 kriteria dari toxic people yang tanpa disadari ada di sekitarmu. 

Semoga dari informasi ini, Mama bisa terhindar dari para toxic people. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.